KEMPALAN: Puisi termuat di buku Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer (PIKPK), kumpulan puisi jurnalis, 2014 lalu. Minggu depan bisa puisi yang lain, dari buku lain.
M. Anis
PUISI INI KUTULIS PAKAI KOMPUTER
puisi ini kutulis pakai komputer
alhamdulillah
Tuhan tidak marah
Surabaya, 1990 (PIKPK, hal. 52)
M. Anis
ENGKAU PUNYA UANG KECIL?
aku petualangan miskin,
Engkau punya uang kecil?
bulan sudah lama jatuh
kemilaunya pun tak ada bekasnya
perjalanan masih jauh
telapak hati melepuh karena luka
Jakarta, 1990 (PIKPK, hal. 53)
Widodo Basuki
REPORTASE MALAM
baru saja usai tajuk majalah ini
saat tengan malam menggigil
terasa jalan-jalan membeku
sementara purnama yang mestinya tiba
melenguh bersetubuh dalam ranjang
langit lengang
pulang! pulang!
tak ada suara ulang
kecuali desah roda
dan sms anakku:
dad, nasi goreng satu!
waktu telah membingkai
toh ke sana juga aku kembali
berteriak
dengan lelehan isi otak
menjadikan berlembar-lembar kertas
tak lagi membisu
bacalah esok hari
sebelum otakku berakhir
di pasar loak.
Sumatra 31-G, Lt-IV (PIKPK, hal.1)
Aming Aminoedhin
DI MONUMEN PERS NASIONAL I
* hari dwi dan watiek
pertemuan kali ini
kita membangun kembali kenangan
tentang perjalanan jauh tertinggal
sepuluh tahun terlewat
berbincang kembali rekan-rekan tersebar
di berbagai kota dengan keberhasilan besar
tanpa pernah membagi kabar
membagi cerita. apakah benar?
berjalan ke belakang tahun terasa bagai
gelembung sabun. indah dan ngungun
ada terasa pagi itu, begitu tampak berseri
berbincang antusias sekali tentang sastra koran
harapan dan mimpi misteri
dan kemudian kita bertiga hanya bisa berdiri
menuliskan tanda, bahwa hari ini dan nanti
kita masih tetap tertawa bersama puisi
dengan segala mimpi kita tentang Amerika dan Iowa
namun kita tetap tersudut di tengah kota
tanpa berbuat apa-apa. Mengapa?
Solo, 1985 (PIKPK, hal.18)
Kris Maryono
SURAU KECIL DI POJOK DESA
Suara parau itu berkumandang
Undangan bagi siapapun tanpa pandang
Tanpa kecuali dari tukang sayur hingga insiyur
Langkahkan kakimu tanpa ragu
Tuk tafakur, syukur, pada Ilahi Rabbi
Berharap atas bahagia
lahir dan batin dari do panjatmu
mengiring langkah hari ini
Sidoarjo, 2013 (PIKPK, hal. 8)
Amang Mawardi
UNDANGAN
undangan reuni lagi
kuterima pagi tadi
heran, tak ada gairah menarikku
sebagaimana reuni pertama dulu
karena tak ada lagi rantai memori
penyambung peristiwa penuh arti?
sebaiknya tak pergi, lebih baik di sini
lanjutkan tugas yang hampir tuntas
Juni, 2012 (PIKPK, hal. 48)
Dari catatan perjalanan panjangnya, ternyata para wartawan itu suka judul buku dengan yang agak panjang. Lihat saja, buku pertama berjudul Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer (PIKPK), buku kedua – tapi yang pertama untuk Warumas berjudul Kutulis Puisi Ini (KPI), dan ketiganya Kucinta Negeri Kutulis Puisi (KNKP). Barangkali saja ini hanya kebetulan, tapi percayalah, mereka semua menulis dengan nurani hati. Sehingga hasilnya cukup melegakan, bisa terbit dan digelarbacakan di berbagai tempat.
Sungguh ini hanya catatan pendek dari perhelatan Kucinta Negeri Kutulis Puisi (KNKP), yang kemudian memicu ingatan-ingatan yang berkelebatan. Salam sehat! (Aming Aminoedhin)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi