Minggu, 21 Juni 2026, pukul : 21:43 WIB
Surabaya
--°C

Kumpulan Puisi Jurnalis: Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer

KEMPALAN: Puisi termuat di buku Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer (PIKPK), kumpulan puisi jurnalis, 2014 lalu. Minggu depan bisa puisi yang lain, dari buku lain.

M. Anis
PUISI INI KUTULIS PAKAI KOMPUTER

puisi ini kutulis pakai komputer
alhamdulillah
Tuhan tidak marah

Surabaya, 1990 (PIKPK, hal. 52)

M. Anis
ENGKAU PUNYA UANG KECIL?

aku petualangan miskin,
Engkau punya uang kecil?

bulan sudah lama jatuh
kemilaunya pun tak ada bekasnya
perjalanan masih jauh
telapak hati melepuh karena luka

Jakarta, 1990 (PIKPK, hal. 53)

Widodo Basuki
REPORTASE MALAM

baru saja usai tajuk majalah ini
saat tengan malam menggigil
terasa jalan-jalan membeku
sementara purnama yang mestinya tiba
melenguh bersetubuh dalam ranjang
langit lengang
pulang! pulang!
tak ada suara ulang
kecuali desah roda
dan sms anakku:
dad, nasi goreng satu!

waktu telah membingkai
toh ke sana juga aku kembali
berteriak
dengan lelehan isi otak
menjadikan berlembar-lembar kertas
tak lagi membisu

bacalah esok hari
sebelum otakku berakhir
di pasar loak.

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Sumatra 31-G, Lt-IV (PIKPK, hal.1)

Aming Aminoedhin
DI MONUMEN PERS NASIONAL I
* hari dwi dan watiek

pertemuan kali ini
kita membangun kembali kenangan
tentang perjalanan jauh tertinggal
sepuluh tahun terlewat

berbincang kembali rekan-rekan tersebar
di berbagai kota dengan keberhasilan besar
tanpa pernah membagi kabar
membagi cerita. apakah benar?

berjalan ke belakang tahun terasa bagai
gelembung sabun. indah dan ngungun

ada terasa pagi itu, begitu tampak berseri
berbincang antusias sekali tentang sastra koran
harapan dan mimpi misteri

dan kemudian kita bertiga hanya bisa berdiri
menuliskan tanda, bahwa hari ini dan nanti
kita masih tetap tertawa bersama puisi
dengan segala mimpi kita tentang Amerika dan Iowa
namun kita tetap tersudut di tengah kota
tanpa berbuat apa-apa. Mengapa?

Solo, 1985 (PIKPK, hal.18)

Kris Maryono
SURAU KECIL DI POJOK DESA

Suara parau itu berkumandang
Undangan bagi siapapun tanpa pandang
Tanpa kecuali dari tukang sayur hingga insiyur
Langkahkan kakimu tanpa ragu
Tuk tafakur, syukur, pada Ilahi Rabbi
Berharap atas bahagia
lahir dan batin dari do panjatmu
mengiring langkah hari ini

BACA JUGA  Sengit Layaknya PON, Kecamatan Sidoarjo Juara Umum Akuatik PORKAB 2026

Sidoarjo, 2013 (PIKPK, hal. 8)

Amang Mawardi
UNDANGAN

undangan reuni lagi
kuterima pagi tadi

heran, tak ada gairah menarikku
sebagaimana reuni pertama dulu

karena tak ada lagi rantai memori
penyambung peristiwa penuh arti?

sebaiknya tak pergi, lebih baik di sini
lanjutkan tugas yang hampir tuntas

Juni, 2012 (PIKPK, hal. 48)

Dari catatan perjalanan panjangnya, ternyata para wartawan itu suka judul buku dengan yang agak panjang. Lihat saja, buku pertama berjudul Puisi Ini Kutulis Pakai Komputer (PIKPK), buku kedua – tapi yang pertama untuk Warumas berjudul Kutulis Puisi Ini (KPI), dan ketiganya Kucinta Negeri Kutulis Puisi (KNKP). Barangkali saja ini hanya kebetulan, tapi percayalah, mereka semua menulis dengan nurani hati. Sehingga hasilnya cukup melegakan, bisa terbit dan digelarbacakan di berbagai tempat.

Sungguh ini hanya catatan pendek dari perhelatan Kucinta Negeri Kutulis Puisi (KNKP), yang kemudian memicu ingatan-ingatan yang berkelebatan. Salam sehat! (Aming Aminoedhin)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.