JAKARTA-KEMPALAN: Campaign bersama dengan YouGov melakukan riset untuk mengetahui bagaimana perilaku responden di Asia Pasifik. Total 18.929 responden ambil bagian dalam survei. Sebanyak 5.620 di antara mereka dari Asia Pasifik.
Salah satu pertanyaan survei pemasaran adalah seberapa pas untuk sebuah merek (brand) terlibat dalam isu-isu sosial dalam aktivitas pemasaran serta periklanan mereka? Sebanyak 61% responden dari China mengatakan sangat cocok dan cukup pas untuk merek terlibat dengan isu-isu sosial.
Sementara di Hong Kong, 46% peserta survei mengatakan agak kurang cocok dan sangat tidak cocok bagi sebuah merek terlibat dalam isu sosial. Di Australia, angka ini sebesar 31%.
Untuk Indonesia, sebanyak 25% responden menilai sangat cocok untuk pemasar mem-blending isu sosial ke dalam aktivitas komunikasi pemasaran produk dan jasa. Dan, 52% konsumen di Tanah Air berpandangan cukup pas untuk produk dan jasa dipasarkan dengan mengaitkannya melalui isu-isu sosial.
Hasil penelitian ini cukup mengejutkan: bahwa lebih banyak konsumen—termasuk di Hong Kong dan Australia bahkan Indonesia—menuntut aktivitas pemasaran yang lebih bermakna, terencana, dan inklusif. (campaignasia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi