Senin, 8 Juni 2026, pukul : 01:33 WIB
Surabaya
--°C

Bulan Bung Karno 2026, Ratusan Anak Muda Surabaya Belajar Sejarah Lewat Soekarno Trip

Ratusan anak muda Surabaya belajar sejarah lewat Soekarno Trip. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Di tengah derasnya arus media sosial yang kian mendominasi kehidupan generasi muda, DPC PDI Perjuangan Surabaya memilih cara berbeda untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Melalui kegiatan Soekarno Trip yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno 2026, hampir seratus anak muda diajak menyusuri jejak sejarah para pendiri bangsa di Kota Pahlawan, Minggu (6/6).

Peserta yang merupakan perwakilan dari 31 kecamatan di Surabaya tersebut mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, mulai dari Museum Dr. Soetomo, SD Sulung, Rumah Kelahiran Bung Karno di Peneleh, hingga Rumah HOS Tjokroaminoto. Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno.

Ketua Panitia Soekarno Trip Khusnul Khotimah mengatakan,  wisata sejarah tersebut dirancang untuk mendekatkan generasi muda dengan nilai-nilai perjuangan bangsa melalui pengalaman langsung di lokasi-lokasi bersejarah.

“Tempat-tempat ini bukan sekadar bangunan, tetapi saksi lahirnya pemikiran besar, nasionalisme, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kami ingin anak muda memahami bagaimana para tokoh membangun karakter, semangat juang, dan kecintaan terhadap tanah air sejak usia muda,” ujarnya.

Menurut Khusnul, perjuangan tidak selalu identik dengan peperangan. Pendidikan, gagasan, dan keberanian menyampaikan kebenaran juga merupakan bagian penting dari perjuangan bangsa yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

Mayoritas peserta yang berasal dari kalangan Gen Z dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu kebangsaan. Mereka aktif menyuarakan pandangan melalui media sosial, sehingga perlu dibekali pemahaman sejarah yang kuat agar mampu melihat persoalan bangsa secara lebih utuh.

BACA JUGA  Kapolresta Sidoarjo Pimpin Sertijab Kapolsek Taman, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

“Anak muda hari ini bukan generasi yang apatis. Mereka berani bersuara. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar bangsa lahir dari gagasan-gagasan besar para pendiri bangsa,” tambahnya.

Healing Sambil Belajar Sejarah

Konsep wisata sejarah yang dikemas santai mendapat sambutan positif dari peserta. Salah satunya Satrio Bagus Irwana, pelajar SMA Negeri 15 Surabaya asal Kecamatan Gayungan.

Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru karena dapat melihat langsung tempat-tempat yang selama ini hanya dikenalnya melalui buku pelajaran.

“Saya jadi lebih memahami perjalanan hidup Bung Karno. Beliau sosok yang bijaksana, cerdas, dan suka menolong. Itu yang membuat saya termotivasi,” katanya.

Sejumlah peserta lainnya bahkan menyebut Soekarno Trip sebagai bentuk “healing yang berisi”, karena mampu menghadirkan suasana menyenangkan sekaligus sarat edukasi.

Sejarah Harus Dekat dengan Generasi Muda
Dalam sesi penutupan yang ditandai dengan pemotongan tumpeng, Wakil Sekretaris Bidang Program DPC PDI Perjuangan Surabaya Aliyuddin menegaskan pentingnya sejarah sebagai fondasi dalam membangun masa depan bangsa.

Ia menjelaskan bahwa Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno karena memuat tiga momentum penting, yakni 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, 6 Juni Hari Lahir Bung Karno, dan 21 Juni Hari Wafat Bung Karno.

“Kalau biasanya pelajaran sejarah dianggap membosankan, hari ini kita belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Sejarah penting agar kita mengetahui jati diri dan mampu menentukan arah masa depan,” ujarnya.

BACA JUGA  Anas Karno: Respons Cepat Aparatur Jadi Kunci Pelayanan Publik yang Humanis

Aliyuddin juga mengajak generasi muda untuk bangga terhadap sosok Bung Karno yang namanya dikenal hingga tingkat dunia.

“Jangan sampai bangsa lain lebih bangga terhadap Bung Karno daripada kita sendiri. Sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga pernah memiliki tokoh besar seperti beliau,” tegasnya.

Edukasi Sejarah Menembus Media Sosial

Menyesuaikan dengan karakter generasi digital, panitia juga menggelar kompetisi konten media sosial selama perjalanan berlangsung. Para peserta ditantang membuat konten kreatif mengenai pelajaran yang diperoleh dari Soekarno Trip dan mengunggahnya ke Instagram.

Koordinator lomba, Elni Ramalianty Nainggolan, mengatakan langkah tersebut dilakukan agar edukasi sejarah dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui platform digital.

“Harapannya bukan hanya menjadi publikasi kegiatan, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang Bung Karno dan sejarah Surabaya yang bisa diakses lebih banyak orang melalui media sosial,” jelasnya.

Sepanjang perjalanan, para peserta tampak aktif membuat vlog, merekam video, dan mendokumentasikan setiap kunjungan ke situs-situs bersejarah.

Kegiatan ditutup dengan semangat kebersamaan saat seluruh peserta meneriakkan slogan:
“Soekarno Trip, Too Young To Forget History!”
Sebuah pesan yang menegaskan bahwa di era digital, sejarah tetap relevan untuk dikenang, dipelajari, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan pendekatan yang dekat dengan anak muda, sejarah bukan hanya menjadi pelajaran masa lalu, tetapi juga inspirasi untuk masa depan. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.