JAKARTA-KEMPALAN: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memiliki opsi untuk mengubah anak usahanya, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk menjadi bank digital. Direktur Utama BRI, Sunarso mengatakan, opsi itu terbuka lantaran ukuran BRI Agro bisa dibilang cukup lincah (agile) bila sewaktu-waktu rencana tersebut benar-benar terealisasi.
“Kemungkinan BRI Agro kita ubah bisnis modelnya jadi bank digital. Saya kira kita ada ke arah sana, karena memang BRI Agro menurut saya size-nya cukup agile,” kata Sunarso dalam konferensi pers RUPSLB secara virtual.
Bank lain yang serius menggarap potensi ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui anak usahanya PT Bank BCA Digital. Bank yang dulu bernama PT Bank Royal Indonesia ini memang sengaja dibeli Bank BCA untuk menggarap secara spesifik kebutuhan pasar akan bank digital.
Direktur Keuangan BCA Vera Eve Lim menjelaskan Bank Digital BCA bertajuk BCA Digital ini rencananya akan diluncurkan tahun ini. Lewat aplikasi super canggih ini, BCA Digital akan menggarap seluruh segmen tanpa membatasi usia kelompok tertentu.
“Tidak hanya untuk milenial, BCA Digital juga hadir bagi masyarakat yang sudah terbiasa dan lebih memilih bertransaksi dengan teknologi digital (digital savvy),” terangnya.
PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga bakal melakukan hal serupa: jadi bank digital sepenuhnya. Itu diperkuat dengan masuknya Gojek sebagai investor dengan menggenggam 22% saham bank ini. Lewat kolaborasi strategis tersebut, Gojek sebagai penyedia layanan on-demand dan aplikasi pembayaran akan menyediakan layanan perbankan di platformnya.
Namun, aturan detail yang menjadi pijakan bagi bank digital di Indonesia saat ini masih belum ada. Otoritas Jasa Keuangan (POJK) baru menyisipkan aturan bisnis bank digital dalam sub bahasan di rancangan Peraturan OJK tentang bank umum. Bank diizinkan beroperasi tanpa harus memiliki kantor cabang fisik.
Bank digital adalah aktivitas perbankan yang dilakukan sepenuhnya di internet. Berbeda dengan mobile banking dan internet banking, memang sama-sama memerlukan dunia digital. Ada yang menggunakan SMS, ada pula yang memanfaatkan dunia internet.
Namun, fitur mobile banking dan internet banking sangat terbatas. Keduanya hanya punya layanan deposito, transfer uang, pembayaran, dan lain-lain. Sisanya hanya bisa dilakukan di bank offline. Hal ini berbeda dengan digital banking. Jenis bank ini memberikan layanan pembukaan dan penutupan rekening secara daring. Tidak ada satu pun traksaksi yang dilayani di luar jaringan. Semua terjadi melalui internet. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi