Menu

Mode Gelap

kempalanews · 21 Jan 2021 09:30 WIB ·

Besok Dilantik, DPR Setujui Listyo Sigit Kapolri


					Besok Dilantik, DPR Setujui Listyo Sigit Kapolri Perbesar

JAKARTA-KEMPALAN: Komjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ditunjuk Presiden Jokowi menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Jalan selanjutnya Komjen Listyo menjadi Kapolri pun berlangsung mulus.

Rapat paripurna DPR mengesahkan keputusan Komisi III yang menyetujui pengangkatan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Rapat Paripurna digelar di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Keputusan Komisi III diambil seusai uji kepatutan dan kelayakan terhadap Sigit, pada Rabu (20/1/2021).

“Komisi III melalui pandangan fraksi, secara mufakat menyetujui untuk memberhentikan Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri dan selanjutnya menyetujui mengangkat Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri,” kata Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni, saat membacakan laporan uji kepatutan dan kelayakan.

Listyo sendiri merupakan mantan Kapolres Solo saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota. Kedekatan berpadu dengan profesionalisme itu berlanjut saat Listyo menjadi ajudan Presiden. Dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Listyo tidak mendapat penolakan. Seluruh fraksi di DPR menyatakan setuju.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane, dalam siaran pers kepada kempalan.com mengungkapkan, tugas pertama Listyo Sigit, setelah dilantik Presiden Jokowi menjadi Kapolri adalah langsung menggerakkan gerbong mutasi besar di tubuh kepolisian. Yakni, dengan mengeluarkan TR Mutasi untuk posisi dua jenderal bintang tiga (Komjen).

Dari pendataan Indonesia Police Watch (IPW), kedua posisi Komjen yang kosong itu adalah, pertama, untuk posisi Kabareskrim yang ditinggalkan Sigit. Kedua untuk posisi Sestama Lemhanas yang ditinggalkan Komjen Didid Widjanardi yang sudah pensiun sejak 14 Januari lalu. Didi kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu menjabat Sestama Lemhanas sejak 3 Maret 2020.

“Dengan adanya dua posisi Komjen yang kosong, berarti begitu Sigit menjadi Kapolri, mantan Kabareskrim itu akan langsung menggerakkan gerbong mutasi besar. Termasuk memutasi beberapa Kapolda dan menaikkan Wakapolda menjadi Kapolda,”ujar Neta.

Untuk posisi Kabareskrim beredar kabar, sedikitnya ada empat calon, yakni Irjen Wahyu Widada (Kapolda Aceh), Irjen Nico Alfinta (Kapolda Jatim), Irjen Dofiri (Kapolda Jabar), dan Irjen Wahyu Adhinigrat (Wakabareskrim). Sedangkan untuk posisi Sestama Lemhanas, sepertinya bakal ada Komjen dari Mabes Polri yang digeser untuk menjadi Sestama Lemhanas. Selain itu Irjen Luki (Wakalemdikpol) juga disebut sebut akan bergeser ke Sestama Lemhanas atau ke posisi lain. Saat menjadi Kapolda Jatim, Luki berhasil mengamankan pelaksanaan pilpres 2019, sehingga memberikan kemenangan signifikan bagi Jokowi untuk menjabat dua periode.

Program Presisi

Komjen Listyo Sigit Prabowo rencananya akan dilantik menjadi Kapolri pada Jumat, 22 Januari 2021 besok oleh Presiden Jokowi. “Dengan ikon presisi, Sigit diharapkan akan membawa paradigma baru di Polri. Tentunya publik berharap, Sigit akan segera mewujudkan semua yang dijanjikan saat uji kepatutan di Komisi III DPR,” papar Neta.

Saat uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR pada Rabu lalu, Listyo menyatakan mengusung konsep transformasi Polri yang presisi. Presisi dalam konsep tersebut merupakan akronim dari Prediktif, Responsibilitas, Transparasi Berkeadilan. Menurutnya, konsep ini merupakan kelanjutan dari konsep Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter) yang telah diusung sejak era kepimpinan Tito Karnavian sebagai Kapolri.

Pada kesempatan itu, Listyo menyebut di masa mendatang, polisi lalu lintas tidak akan melakukan penilangan. Mekanisme tilang akan diubah secara bertahap menjadi serba elektronik atau electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE).

Dia juga tidak ingin penegakan hukum bersifat tajam ke bawah. Menurutnya, tidak boleh ada lagi kasus seperti yang menimpa Nenek Minah yang mencuri tiga buah kakao di perkebunan diproses secara hukum oleh Polri.

Listyo pun ingin masyarakat mendapat pelayanan Polri semudah memesan pizza. Demi merealisasikannya, dia ingin menata kembali layanan darurat kepolisian atau hotline dengan pemberlakuan nomor tunggal secara nasional. “Jadi diharapkan ke depan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Polri semudah memesan pizza,” ujarnya.

Polemik soal Agama

Selain itu, agama Listyo yang Katolik sempat menjadi sorotan. Namun, pimpinan TNI-Polri beragama Kristiani sejatinya bukan hal baru di Tanah Air. Kapolri beragama nonmuslim sudah ada sebelumnya. Dia adalah Jenderal Widodo Budidarmo, Kapolri tahun 1974-1978. Agama Jenderal Widodo Kristen.

Di TNI, Jenderal Raden Oerip Soemohardjo adalah Jenderal Kristen yang menjadi Kepala Staf Umum TNI pertama pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Selain itu, ada Letjen TNI Tahi Bonar Simatupang atau yang lebih dikenal dengan nama T.B. Simatupang. Simatupang pernah ditunjuk Presiden Soekarno sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia setelah Panglima Besar Jenderal Soedirman wafat tahun 1950.

Tak hanya menjadi sosok petinggi militer, T.B. Simatupang juga menjadi tokoh penting Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada masa itu. Pemikiran dan pandangan T.B Simatupang sangat memengaruhi PGI waktu itu, karena T.B Simatupang juga menjabat di struktural organisasi PGI.

Di era Soeharto kita mengenal mantan panglima ABRI Jenderal TNI L.B. Moerdani yang pernah menjadi kepercayaan Soeharto. Posisi L.B Moerdani yang berasal dari kalangan minoritas dipandang Soeharto tidak akan membahayakan kekuasaan dirinya. Jenderal Kristiani lain adalah Jenderal Maraden Saur Halomoan Panggabean yang pernah menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan II serta Menteri Koordinator Politik dan Keamanan di Kabinet Pembangunan III. (*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Bupati Minta Pemuda Beri Gagasan untuk Kemajuan Kabupaten Bandung

27 Oktober 2021 - 10:55 WIB

Cangkrukan di Balai RW, Wali Kota Eri Serap Aspirasi Warga

27 Oktober 2021 - 08:23 WIB

Yaqut Durung Ngimpi Teles, Sukmawati Resmi Murtad

27 Oktober 2021 - 06:09 WIB

Temani Istri Tagih Utang Rp 500 Ribu, Pria Ini Dibakar

26 Oktober 2021 - 23:03 WIB

Diduga Cabuli Istri Tersangka, Kapolsek Beserta Jajarannya Dicopot 

26 Oktober 2021 - 22:56 WIB

Gus Yani: Gresik Tak Ingin Banjir Tahunan Kali Lamong Terulang Lagi

26 Oktober 2021 - 19:55 WIB

Trending di kempalanews