Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 23:48 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah Pastikan Taman Apsari Bersih Pasca Pesta Rakyat

Gubernur Khofifah Indar Parawansa ikut memunguti sampah di area taman usai pasca Pesta Rakyat.

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung membersihkan area Taman Apsari di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, usai pesta rakyat peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Senin (18/8) tengah malam.

Khofifah tak sendiri. Ia mengajak Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono serta seluruh kepala perangkat daerah. Mereka bergabung bersama petugas kebersihan BPBD Jatim dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya.

“Saya mengajak teman-teman Kepala OPD Pemprov Jatim turun langsung, agar kawan-kawan tim kebersihan bisa lebih cepat selesai pekerjaannya,” kata Khofifah usai memunguti sampah di area taman.

Pihaknya menegaskan, area sekitar Grahadi dan Jalan Gubernur Suryo harus kembali clean and clear . Dengan kantong plastik di tangan, Khofifah bahkan memimpin langsung proses pembersihan di tengah sisa keramaian.

“Setiap selesai kegiatan, area harus langsung dibersihkan agar  jalan segera  bisa digunakan kembali,” tegasnya.

“Kemarin setelah Habib Syech itu tiga kali proses, setelah disapu disemprot, setelah disemprot disapu lagi, jadi ada tiga kali proses,” sebutnya menambahkan.

Khofifah juga menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan menanggung penuh perbaikan taman yang rusak akibat injakan ribuan penonton pesta rakyat. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk mengidentifikasi kerusakan serta tanaman yang perlu diganti.

“Terkait taman saya sudah berkoordinasi dengan Pak Walikota Surabaya. Dan desain taman nanti juga tetap mengikuti yang sebelumnya,” katanya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa pesta rakyat kali ini yang melibatkan pengisi acara NDX AKA benar-benar mampu menarik dan menghibur semua kalangan. Masyarakat tumpah ruah memadati sepanjang jalan Gubernur Suryo Surabaya.

“Saya melihat NDX luar biasa, tetapi bahwa sesungguhnya semangat memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI ini adalah sebuah gravitasi besar bagaimana cara kita meramaikannya, dan memeriahkanya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DLH Jatim Nurkholis memastikan pembersihan area Grahadi dan sekitarnya segera selesai. Ia juga menyampaikan kalau pihaknya terus berkoordinasi dengan DLH Kota Surabaya.

“Kami juga sudah koordinasi dengan DLH Kota Surabaya. Perbaikan taman segera mulai dikerjakan,” ujarnya. (Dwi Arifin)

Bambang Haryo Kenang W.R. Supratman, Ajak Pelajar Ziarah ke Makam Pahlawan Musik Nasional

Surabaya – Anggota DPR RI Dapil Surabaya-Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono, memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dengan berziarah ke makam almarhum W.R. Supratman di Kenjeran, Surabaya, Sabtu (16/8). Ziarah tersebut diikuti Tim BHS, para veteran RI Cabang Surabaya, serta anak-anak yatim.

Dalam kesempatan itu, Bambang Haryo menegaskan pentingnya menghargai jasa pencipta lagu Indonesia Raya yang hingga kini berkumandang setiap hari di seluruh penjuru negeri, termasuk di gedung DPR RI pada pukul 10.00 WIB.

“W.R. Supratman telah memberikan warisan yang luar biasa berupa lagu kebangsaan yang menjadi pemersatu bangsa. Karena itu, generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa, perlu berziarah untuk mengenang perjuangan beliau,” kata Bambang.

Menurutnya, makam W.R. Supratman merupakan aset bersejarah Kota Surabaya yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai ruang edukasi nasionalisme. Ia berharap ziarah ke makam tersebut bisa menjadi tradisi positif bagi masyarakat, terutama kalangan pelajar, untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Acara ziarah berlangsung khidmat dengan doa bersama dan penyerahan bingkisan untuk veteran serta anak yatim. Bambang juga mendoakan agar almarhum W.R. Supratman mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan husnul khotimah.

NDX AKA Sukses Bikin Ribuan Warga Jatim Bergoyang di Pesta Rakyat HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Grup Musik NDX AKA saat tampil di gelaran Pesta Rakyat HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/8) malam

SURABAYA-KEMPALAN: Grup Musik NDX AKA sukses membuat ribuan warga Jawa Timur bergoyang dan bernyanyi bareng di gelaran Pesta Rakyat HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (18/8) malam.

Gelaran yang dipersembahkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan ini berlangsung sangat meriah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tampak menikmati gelaran yang memadukan drama teater, pertunjukan komedi, serta konser musik. Hadir mendampingi Khofifah, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak beserta istri Arumi Bachsin, jajaran Forkopimda plus, anggota DPRD Jatim Rasiyo, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, para pimpinan instansi vertikal, para asisten Sekdaprov Jatim, para kepala OPD, dan para pimpinan BUMD.

“Semua yang rawuh (hadir) di Pesta Rakyat ini mudah-mudahan Allah sehatkan. Sehat lahirnya, sehat batinnya. Mugi sedaya (semoga semua) sehat ekonominya,” kata Khofifah menyapa seluruh hadirin di atas panggung Pesta Rakyat.

Khofifah mengungkapkan, hajatan Pesta Rakyat sebagai langkah Pemprov Jatim mengajak masyarakat memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI dengan penuh kegembiraan. Juga dengan penuh persatuan, menjaga persatuan bangsa dan negara.

Ribuan masyarakat antusias menyaksikan penampilan Grup Musik NDX AKA.

“Juga diharapkan terwujudnya kesejahteraan rakyat bisa lebih cepat dan tentu kita bersama berikhtiar untuk mewujudkan Indonesia yang berkemajuan,” kata Khofifah.

Selanjutnya, Khofifah membacakan pantun yang dibuat oleh Wagub Jatim Emil. Dia meminta hadirin untuk mengangkat kepalan tangan dan memekikkan kata “merdeka” setiap satu baris pantun selesai dibacakan.

“80 angka istimewa, momentum akbar bertambahnya usia, Pesta Rakyat momen berbahagia, untuk meriahkan kemerdekaan Indonesia,” ucap Khofifah.

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menangkap antusiasme dari para hadirin menyaksikan penampilan NDX AKA. Menurut dia, NDX AKA membuktikan bahwa lagu dengan Bahasa Jawa bisa diterima masyarakat luas.

“Kita senang bahwa lagu Jawa diminati betul oleh pecinta musik Indonesia dan malam ini bisa menghibur masyarakat,” kata Emil.

Menurut Emil, masyarakat punya banyak cara memperingati HUT Kemerdekaan RI. Baik itu dengan kegiatan formal seperti upacara maupun hiburan yang menggembirakan.

“Termasuk malam hari ini Pemprov Jawa Timur mempersembahkan satu suguhan hiburan. Mudah-mudahan berkenan di hati masyarakat,” terang dia.

Emil pun tidak menyangka ternyata penggemar NDX AKA yang hadir di Pesta Rakyat membludak meski sudah banyak yang menyampaikan informasi mengenai hal tersebut. Dia mengaku memang belum pernah menghadiri konser NDX AKA secara langsung.

“Memang sudah banyak yang menyampaikan ya, tapi saya terus terang belum pernah hadir di acara langsung NDX AKA. Pas lihat langsung, lebih ramai dari yang saya bayangkan. Mbak Arumi yang berwajah bule saja hapal lagu-lagu NDX AKA. Saya bilang tahan, tahan jangan ikut joget, ternyata joget juga Mbak Arumi di belakang,” kata Emil.

Pesta Rakyat digelar terbuka untuk umum. Dalam rangkaiannya bertabur bintang tamu, diantaranya NDX AKA, Cak Percil cs, hingga Arya Galih memeriahkan.

Selain itu, sebagai wujud rasa syukur, berbagai kuliner gratis turut dihidangkan Pemprov untuk memanjakan lidah atau mengisi perut kosong warga yang hadir.

Salah seorang warga, Dewi (30) mengungkapkan, bahwa dirinya tertarik untuk datang karena banyaknya bintang tamu yang akan mengisi hiburan Pesta Rakyat tersebut.

“Pengen nonton karena gratis, bintang tamu yang saya kagumi juga hadir NDX AKA,” kata Dewi.

Warga lainnya, Azizah (22), juga tertarik datang ke Pesta Rakyat. Ia mengaku hadir bukan sekadar untuk menikmati pertunjukan atau konser, melainkan juga untuk berburu aneka jajanan.

“Tertarik datang karena diajak teman, kalau saya sukanya di setiap acara event seperti ini kerana ada banyak jajanan dan kulinernya,” ungkapnya.

Untuk mendukung acara ini berjalan lancar dan aman. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur telah memberlakukan pengalihan arus lalu-lintas dan juga kantong parkir resmi.

Kantong parkir atau tempat parkir resmi dapat diakses oleh masyarakat di antaranya, berlokasi di Jalan Simpang Dukuh, Taman Apsari, Embong Malang, Jalan Yos Sudarso, Jalan Panglima Sudirman, serta area parkir mal seperti Surabaya Plaza dan Tunjungan Plaza. Dengan kapasitasnya mencapai 3.500 unit kendaraan. (Dwi Arifin)

Gapura Seng Berkarat di Mojokerto Jadi Media Kritik HUT RI ke-80‎


‎KEMPALAN: Pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warga RW 09 –  RT 25 Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, memilih merayakan kemerdekaan dengan cara yang tak lazim. Bukan gapura megah penuh hiasan merah-putih yang berdiri di pintu masuk gang mereka, melainkan sebuah konstruksi setinggi 4 meter dari lembaran seng rusak berkarat yang disangga tulang bambu.

‎Di permukaan seng tua yang rapuh itu, warga memoles aneka graffiti berisi kritik sosial-politik. Coretan paling menonjol berbunyi “Pejabat Makan Uang, Rakyat Makan Utang”, “Sila ke-V Sudah Musnah”, hingga simbol-simbol perlawanan visual.

‎Di antara goresan graffiti, tampak pula lukisan para pejuang kemerdekaan berdampingan dengan tokoh-tokoh legendaris Majapahit, seolah mengingatkan jurang antara semangat masa lalu dan realita masa kini.

‎Ketua RT 25 Kedungmaling, Muhammad Basuki, mengungkapkan bahwa gapura itu sengaja dibuat dari material yang sudah tak bernilai. “Gapura ini simbol pemerintah yang busuk, berkarat. Kami pakai barang yang dianggap tidak berharga, seperti rasa keadilan di negeri ini,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

‎Basuki mengatakan karya itu dikerjakan bersama pemuda setempat dalam tempo  semalam penuh, mulai pukul 19.00 hingga 03.00 dini hari. Selain menjadi penanda perayaan kemerdekaan, gapura seng berkarat tersebut merupakan media  untuk menyalurkan keresahan warga.

‎“Kalau takut, ya takut. Tapi aspirasi warga banyak yang tidak tertampung. Yang kami hadapi bukan orang biasa tapi gajah besar,” ucapnya.

‎Fenomena ini muncul di tengah kondisi ekonomi dan sosial yang dirasakan semakin berat oleh masyarakat bawah. Meski pemerintah mengumumkan keberhasilan hilirisasi, keuntungan BUMN dan pengembalian aset hasil rampasan koruptor, rakyat  belum merasakan dampaknya secara langsung. Bagi mereka, kehidupan sehari-hari tetap dihimpit mahalnya kebutuhan pokok dan minimnya lapangan kerja yang layak.

‎Penggunaan graffiti sebagai medium protes dinilai efektif oleh warga. Coretan di ruang publik dapat dilihat semua orang tanpa perantara media resmi. Gambar dan tulisan yang kontras di permukaan seng berkarat itu membuat setiap orang yang lewat mau tak mau membaca dan mencerna pesan yang terkandung di dalamnya.

‎“Ini kami buat untuk kenangan anak cucu, bahwa di sini pernah ada gapura seng berkarat yang bercerita tentang keadilan yang tidak adil,” kata Basuki.

‎Bagi warga Kedungmaling, kemerdekaan bukan hanya perayaan lomba dan karnaval. Kemerdekaan juga berarti berani bersuara, meski medianya hanyalah seng lapuk di ujung gang.

‎Dan di tengah riuh pesta HUT RI ke-80, gapura berkarat itu menjadi pengingat pahit, bahwa ada rakyat yang hanya bisa merdeka lewat seng berkarat sementara para penguasa sibuk menumpuk emas.

Rokimdakas
‎18 Agustus 2025

Aneka Lomba Meriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI Bareng PSI Surabaya

Lomba memasukkan paku dalam botol.

SURABAYA-KEMPALAN:  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya punya banyak cara untuk memeriahkan peringatan HUT Ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

Selain upacara bendera yang diikuti oleh ratusan pengemudi ojek online (ojol) pada Minggu (17/8/2025), aneka perlombaan juga digelar sehari kemudian di lokasi yang sama, yakni di halaman Sekretariat DPD PSI Surabaya, kawasan Ruko Surya Inti Permata, Jemur Andayani, Surabaya, Senin (18/8).

Diawali pembukaan lomba eksibisi tarik tambang antara Pengurus DPD PSI Surabaya melawan lima Anggota Legislatif (Aleg) PSI yang duduk di DPRD Surabaya.

Perwakilan Pengurus DPD PSI Surabaya yang dimotori langsung oleh Shobikin, Plt Ketua DPD PSI Surabaya berhasil mengalahkan Aleg PSI dari Fraksi PSI yang dikomandani oleh Joshiah Michael.

Lomba tarik tambang.

Tarik menarik antar dua regu ini berlangsung alot. Pengurus DPD PSI Surabaya hampir saja kalah di babak pertama.

Namun keadaan berbalik saat beberapa aleg terjatuh yang langsung dimanfaatkan oleh regu lawan dengan menarik tali tambang sekuat tenaga yang menghasilkan kemenangan pertama untuk regu Pengurus DPD PSI Surabaya.

Tak mau kalah, peserta dari regu aleg juga memberikan perlawanan sengit saat di babak kedua. Namun sayangnya, pertahanan dari regu Pengurus DPD PSI Surabaya sangatlah kuat. Sehingga lagi-lagi mereka berhasil mendapatkan poin dan langsung dinobatkan sebagai juara pertama.

“Wah, seru sekali lomba ini. Saya sampai ndelosor (terjatuh),” kata Satria Buana Sembiring, sambil mengusap peluh keringat di wajahnya.

Sementara itu, keseruan lainnya juga berlangsung saat lomba memasukkan paku dalam botol.

Paku yang diikat tali lalu dikaitkan di pinggang dan para peserta pun harus dulu-duluan untuk memasukkan paku tersebut dalam botol.

Berbagai strategi dilakukan oleh tiap peserta agar bisa memenangkan perlombaan ini.

“Saya pakai cara agar pakunya berhenti bergerak dulu, kemudian saya masukkan ke dalam botol saat sudah tepat sasaran,” ungkap Fitria Agustina, kader PSI dari Daerah Pemilihan (Dapil) lima dan baru enam bulan bergabung di PSI ini akhirnya berhasil meraih juara tiga untuk kategori putri.

Sayangnya, keberuntungan belum berhasil diraih oleh Bayos. Meski ikut di banyak lomba, namun kader yang sudah bergabung di PSI sejak 2023 lalu ini tak satu pun meraih juara.

“Meski tidak menang, tapi saya senang dan enjoy mengikuti perlombaan ini,” katanya.

Selain lomba perseorangan, juga ada lomba kelompok yang diikuti oleh para kader dan simpatisan dari masing-masing daerah pemilihan. Mulai dari lomba balap kelompen, lomba yel-yel dan juga cerdas cermat.

Akhirnya, kelompok dari daerah pemilihan (dapil) lima meraih juara umum, karena berhasil menyabet juara di beberapa  perlombaan yang digelar.

Menurut Shobikin, Plt Ketua PSI Surabaya, tujuan dari digelarnya aneka perlombaan ini, selain sebagai wahana silahturahmi, juga untuk mempererat semangat solidaritas antar kader dan simpatisan.

“Lebih dari itu, agar lebih mendekatkan PSI di hati  masyarakat melalui perlombaan yang kami gelar ini,” ungkapnya.

Rencana ke depan, lanjut Shobikin, agar kegiatan serupa bisa digelar lebih meriah dan semakin variatif lagi,” harapnya. (Dwi Arifin)

Andrian dan Trisnia,  Bangga Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Jatim

Muhammad Andrian Saputra.

SURABAYA-KEMPALAN: Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur dan seluruh pengisi acara rangkaian Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025 secara resmi telah dibubarkan, Minggu (17/8) malam. Namun ada kenangan yang tidak bisa dilupakan begitu saja oleh mereka yang terlibat.

Setidaknya oleh dua anggota Paskibraka Jatim, Muhammad Andrian Saputra dan Trisnia Isni Susilowati. Kedua mengaku bangga bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka Jatim. Apalagi keduanya berasal dari keluarga sederhana.

Muhammad Andrian Saputra, misalnya. Siswa SMKN 1 Purwosari, Kab. Pasuruan ini merupakan putra dari seorang kuli bangunan dan asisten rumah tangga. Kendati demikian ia tidak berkecil hati atau membuatnya menyerah untuk terus meraih cita-cita.

“Meskipun saya berasal dari keluarga sederhana, namun kesederhanaan itu tidak mematahkan semangat saya untuk menjadi Paskibraka,” aku Andrian ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Trisnia Isni Susilowati.

Ia pun menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menyerah untuk menggapai cita-cita.” Saya tidak peduli dari keluarga apapun, siapapun bisa jadi apapun,” ujar Andrian yang mengaku tidak menyangka bisa terpilih sebagai anggota Paskibraka Jatim.

Pasalnya, selain seleksinya sangat ketat, awalnya ia punya badan kecil dan mempunyai tinggi kurang ideal. Waktu mau masuk SMK tingginya hanya 160 cm.

“Tapi, berkat latihan keras dan suplemen yang saya minum, sekarang tinggi saya mencapai 178,5 cm,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara kelahiran 7 Februari 2008 ini.

Begitu juga dengan Trisnia Isni Susilowati. Anggota Paskibraka siswa SMAN 1 Pasirian, Kabupaten Lumajang ini mengatakan, meskipun orang tuanya penjual cilok tak sedikitpun menyurutkan langkah kakinya untuk mengikuti seleksi Paskibraka Jatim hingga akhirnya lolos.

Karena itu, Trisnia mengaku bangga akhirnya bisa terpilih setelah melalui seleksi yang sangat ketat dan susah. Ia pun berharap suatu saat nanti dirinya mampu meraih cita-cita dan bisa membahagiakan orang tuanya.

“Di rumah itu hanya ada  sepeda motor Supra. Karena setiap hari saya seleksi harus berangkat jam 5 pagi, jadi Mama selalu mengantar saya seleksi di Kabupaten yang memakan waktu sekitar satu jam dari rumah saya,” katanya.

“Insya Allah kalau cita-cita tercapai, saya ingin membelikan orang tua HP dan memberikan semua fasilitas yang orang tua butuhkan dan inginkan,” pungkas Trisnia yang mengaku lahir di Lumajang, 13 Juli 2008. (Dwi Arifin)

Penyair yang Puisinya Dilagukan

KEMPALAN: Ada dua tipe penyair yang (sebagian) puisi-puisinya dimusikalisasi, atau puisinya berfungsi sebagai lirik yang kemudian dikonversi menjadi lagu.

Kesatu, penyair yang puisinya dilagukannya sendiri. Contoh : Ebiet G. Ade.

Kedua, penyair yang puisinya dilagukan oleh seniman lain. Contoh : puisi-puisi Taufik Ismail yang dibawakan Trio Bimbo.

Selain Ebiet dan Bimbo ada proyek musikalisasi oleh Kantata Takwa yang dimotori Setyawan Jodi berkolaborasi dengan Rendra, Iwan Fals, Jockie Surjoprajogo, Sawung Jabo, dibantu Totok Tewel — puisi-puisi Rendra digubah menjadi lagu antara lain ‘Paman Doblang’.

Chrisye juga membuat musikalisasi puisi Taufik Ismail dalwm lagu ‘Ketika Mulut Terkunci’.


Puisi yang bagus akan menghasilkan lagu yang bagus.

Jujur, pernyataan di atas masih sebatas hipotesa. Butuh penelitian lebih dalam.

Namun, setidaknya, yang dilakukan Ebiet G. Ade membuktikan hal itu.

Demikian juga dengan puisi-puisi Taufik Ismail yang dilagukan oleh Trio Bimbo. Saya rasa tak ada yang meragukan.

Termasuk yang dilakulan Kantata Takwa dan Chrisye.


Dalam buku kumpulan puisi Bicaralah yang Baik Baik karya penyair M. Rohanudin, terdapat tiga puisi yang kemudian dimusikalisasi. Salah satu di antaranya adalah puisi berjudul ‘Kau yang Teduh’ (halaman 70 ) yang dibawakan penyanyi Andi Rizka Mallarangeng.

Agaknya Rohan sadar manakala puisi untuk dilagukan tidak memerlukan kalimat-kalimat panjang, atau bait-bait yang banyak sebagaimana sebagian besar puisi-puisinya yang ada di buku ini. Yang penting pesan yang disampaikan lewat lirik tersebut cukup mengena, begitu kira-kira.

Apa sih kriteria lirik yang baik?

Mungkin bisa dinilai dari beberapa aspek, tergantung pada genre, tujuan, dan seberapa besar dampaknya pada pendengar.

Mungkin ini beberapa karakteristik dari lirik lagu yang dianggap baik:

Yang bisa membangkitkan emosi, atau resonansi dengan pendengar.

Yang menceritakan kisah atau pengalaman empiris. Juga yang mengilustrasikan refleksi masyarakat sehari-hari, baik yang sentimentil maupun yang gagah berani menghadapi kehidupan.

Yang menyisipkan metafora atau imajinasi kuat dengan penggunaan bahasa ungkap kreatif.

Selain itu : Lirik yang menarik biasanya manifestasi dari ungkapan emosi psikologis; Lirik yang menarik umumnya bisa menjadikan pendengar merasa terhubung dengan lagu.

Namun, penilaian tentang lirik lagu yang “baik”, bisa subjektif — tergantung pada selera dan preferensi pendengar. Juga segmentasi.


Sebelum kita menelaah syair atau lirik ‘Kau yang Teduh’, baiknya kita muat lengkap.

KAU YANG TEDUH

Kau yang teduh
Ajari aku mencari waktu
yang tepat memanggil namamu
Walau tak percaya
Waktu itu akan kuraih
karena kau betapa
lebih dari semua diriku

Kau yang teduh
Ajari aku mampu menceritakan tentang dirimu
karena aku tak sanggup membacamu
Walau kutahu kau takkan mungkin melakukannya
karena kau dan aku berbeda

Kau yang teduh
Ajari aku merebut dirimu
Dan pada saatnya kau akan menjadi diriku yang sesungguhnya

Kau yang teduh
Ajari aku
Merebut dirimu dan pada saatnya
Kau akan menjadi diriku yang sesungguhnya

Puisi ini tampaknya mengekspresikan kerinduan dan keinginan untuk lebih dekat dengan seseorang atau sesuatu yang disebut “Kau yang Teduh”.

Di samping itu, puisi ini memiliki tema tentang hubungan yang diharapkan bisa lebih intens dan pemahaman terhadap ‘kau’ yang misterius serta sesuatu yang berbeda tapi didambakan oleh ‘aku’.

Agaknya Rohan sebagai manifestasi ‘aku’ ingin belajar mencari waktu yang tepat untuk hadir pada sesuatu yang disebut : ‘kau’.

Selain itu, puisi ini menekankan perbedaan antara ‘kau’ dan ‘aku’, menunjukkan adanya jarak atau “kabut” yang menghalangi ‘aku’. Seperti ada gap.

Di sisi lain, Rohan ingin merebut ‘dirimu’ (kau), untuk kemudian ‘kau’ bisa menjadi bagian dari dirinya.

Puisi ‘Kau yang Teduh’ atmosfernya reflektif, mengeksplorasi dinamika hubungan antara dua personal atau boleh jadi dua entitas yang berbeda.

Kalau kita telaah lebih jauh lagi, pada mulanya Rohan menggambarkan posisinya dengan ‘kau’ seperti tak dapat disentuh, sebagaimana bunyi baris-baris kalimat ini :

Kau yang teduh
Ajari aku mampu menceritakan tentang dirimu
karena aku tak sanggup membacamu

Namun dibalik sikapnya yang rendah hati nyaris “skeptis”, nyatanya berubah menjadi optimisme bahwa sesuatu yang menjadi dambaan itu harus “direbut”, mesti diperjuangkan, sebagaimana bait ke-3 yang direpetisi oleh bait ke-4 :

Kau yang teduh
Ajari aku
Merebut dirimu dan pada saatnya
Kau akan menjadi diriku yang sesungguhnya

Repetisi bait ini menunjukkan betapa Rohan begitu gigih mendambakan pencapaian tujuan perjuangannya. Karena itu saya menganggap bahwa puisi atau lirik ‘Kau yang Teduh’ bukan dimensi tunggal melainkan dimensi majemuk yang konotatif.

Penikmat lirik ini boleh-boleh saja beranggapan bahwa ini adalah gambaran seseorang yang sedang menaruh harapan kepada dambaan hatinya.

Namun, bisa juga orang beranggapan bahwa ini adalah upaya untuk mencapai cita-cita bukan sekadar perkara (katakanlah) asmara, melainkan sesuatu yang lebih kompleks dan agung daripada itu : keadilan sosial misalnya.


Dari beberapa kriteria tentang puisi yang bagus itu yang bagaimana, ‘Kau yang Teduh’ hampir mencakup semuanya, terutama pada poin : yang menyisipkan metafora atau imajinasi kuat dengan penggunaan bahasa ungkap kreatif.

Boleh jadi hal di atas segaris dengan ungkapan Jalaluddin Rumi penyair asal Irak bahwa konsep “lagu yang baik” lebih terkait ekspresi spiritual daripada aspek musikal biasa. Dan itu sesuatu yang universal. Oleh sebab itulah puisi atau lirik ‘Kau yang Teduh’ saya pahami sebagai dimensi majemuk yang konotatif. (Amang Mawardi).

Andrian dan Trisnia, Anak Kuli Bangunan dan Penjual Cilok Ngaku Bangga Jadi Paskibraka Jatim

Muhammad Andrian Saputra. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Jawa Timur dan seluruh pengisi acara rangkaian Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI Tahun 2025 secara resmi telah dibubarkan, Minggu (17/8) malam. Namun ada kenangan yang tidak bisa dilupakan begitu saja oleh mereka yang terlibat.

Setidaknya oleh dua anggota Paskibraka Jatim, Muhammad Andrian Saputra dan Trisnia Isni Susilowati. Kedua mengaku bangga bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka Jatim. Apalagi keduanya berasal dari keluarga sederhana.

Muhammad Andrian Saputra, misalnya. Siswa SMKN 1 Purwosari, Kab. Pasuruan ini merupakan putra dari seorang kuli bangunan dan asisten rumah tangga. Kendati demikian ia tidak berkecil hati atau membuatnya menyerah untuk terus meraih cita-cita.

“Meskipun saya berasal dari keluarga sederhana, namun kesederhanaan itu tidak mematahkan semangat saya untuk menjadi Paskibraka,” aku Andrian ketika ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Ia pun menyampaikan pesan kepada generasi muda agar tidak menyerah untuk menggapai cita-cita.” Saya tidak peduli dari keluarga apapun, siapapun bisa jadi apapun,” ujar Andrian yang mengaku tidak menyangka bisa terpilih sebagai anggota Paskibraka Jatim.

Pasalnya, selain seleksinya sangat ketat, awalnya ia punya badan kecil dan mempunyai tinggi kurang ideal. Waktu mau masuk SMK tingginya hanya 160 cm.

Trisnia Isni Susilowati.

“Tapi, berkat latihan keras dan suplemen yang saya minum, sekarang tinggi saya mencapai 178,5 cm,” ujar anak pertama dari tiga bersaudara kelahiran 7 Februari 2008 ini.

Begitu juga dengan Trisnia Isni Susilowati. Anggota Paskibraka siswa SMAN 1 Pasirian, Kabupaten Lumajang ini mengatakan, meskipun orang tuanya penjual cilok tak sedikitpun menyurutkan langkah kakinya untuk mengikuti seleksi Paskibraka Jatim hingga akhirnya lolos.

Karena itu, Trisnia mengaku bangga akhirnya bisa terpilih setelah melalui seleksi yang sangat ketat dan susah. Ia pun berharap suatu saat nanti dirinya mampu meraih cita-cita dan bisa membahagiakan orang tuanya.

“Di rumah itu hanya ada  sepeda motor Supra. Karena setiap hari saya seleksi harus berangkat jam 5 pagi, jadi Mama selalu mengantar saya seleksi di Kabupaten yang memakan waktu sekitar satu jam dari rumah saya. Selama mengantar saya latihan, Mama terpaksa tidak jualan,” katanya.

“Insya Allah kalau cita-cita tercapai, saya ingin membelikan orang tua HP dan memberikan semua fasilitas yang orang tua butuhkan dan inginkan,” pungkas Trisnia yang mengaku lahir di Lumajang, 13 Juli 2008. (Dwi Arifin)

Paskibraka Jatim 2025 Resmi Dibubarkan, Ini Pesan Khofifah

Gubernur Khofifah Indar Parawansa foto bersama anggota Paskibraka Jatim.(Foto: Dwi Arifin/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membubarkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Timur usai bertugas dalam rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Pembubaran dilakukan di
Ruang Wilwatikta Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (17/8) malam.

Dalam amanatnya, Khofifah tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih, tetapi juga menitipkan pesan mendalam tentang arti cinta tanah air dan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah derasnya arus globalisasi.

“Kalau ini tidak kita bangun penguatan, maka setinggi apa pun pendidikan itu tidak menjamin mampu membersihkan hati dengan cinta kepada tanah air,” kata Khofifah di hadapan para anggota Paskibraka, pelatih, pamong, dan tamu undangan.

Khofifah juga mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpesona dengan segala hal dari luar negeri, sementara banyak kebaikan justru ada di tanah air sendiri. “Seringkali kita terlalu mudah jatuh cinta kepada negara lain, padahal di negeri ini ada kebaikan luar biasa,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI ini juga menyinggung pentingnya kebijaksanaan dalam melangkah dan berhati-hati menggunakan ekosistem digital. Menurutnya pergaulan yang baik dan sikap bijak merupakan bekal penting bagi generasi penerus bangsa.

“Jadilah anak terbaik di negeri ini yang memberikan kecintaan, pengabdian, dan penerangan, layaknya lilin di rumah. Indonesia adalah anugerah Allah yang mampu membangun kebersamaan serta persatuan dalam keberagaman yang luar biasa,” terang ibu tiga anak ini.

Sekalipun masih ada tantangan dan kekurangan di negeri ini, lanjut Khofifah, Indonesia tetaplah rumah yang harus dijaga dan dirawat bersama. Jawa Timur, tetap harus menjadi contoh daerah yang aman, nyaman, serta ramah bagi siapa pun yang datang.

“Kalau seseorang merasa aman dan nyaman di Jawa Timur, maka ia juga akan bahagia di bumi Indonesia,” ungkap mantan Menteri Sosial RI itu.

Pada kesempatan tersebut ia memberi contoh tiga anaknya yang mendapat bea siswa kuliah di luar negeri, tapi mereka tetap cinta Indonesia sebagai tanah airnya. Anaknya tahu bahwa mereka studi di luar negeri untuk diabdikan dan didedikasikan kepada bangsanya.

Terbukti, setiap ia mengantarkan anaknya sampai ke airport, mereka selalu membunyikan lagu Tanah Pusaka di mobil.  “Dan itu tanpa saya minta.  Luar biasa,” kata Khofifah dengan bangga.

Meski secara resmi dibubarkan, Khofifah menegaskan bahwa tanggung jawab moral sebagai kader bangsa tetap melekat pada setiap anggota Paskibraka. Ikrar yang mereka ucapkan saat dikukuhkan, kata Khofifah, harus senantiasa menjadi kompas pengabdian.

“Kesempatan yang sangat berharga ini harus menjadi pijakan. Malam ini saya menyampaikan terima kasih. Secara formal, Paskibraka Jawa Timur tahun 2025 resmi dibubarkan. Namun, sebagai keluarga besar bangsa, amanah itu akan terus melekat pada kalian,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Khofifah menyampaikan rasa syukur dan doa terbaik bagi seluruh anggota Paskibraka serta pihak yang terlibat dalam pembinaan.

“Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan memberikan manfaat besar bagi negeri ini. Pada HUT ke-80 Kemerdekaan RI, saya nyatakan Paskibraka Jawa Timur resmi dibubarkan,” tegas Khofifah. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.