Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 19:29 WIB
Surabaya
--°C

Anggota DPR-RI Fraksi Gerindra Bambang Haryo Resmi Sandang Gelar Magister Ilmu Politik

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), resmi menyandang gelar Magister Ilmu Politik (M.I.Pol) dalam acara wisuda pascasarjana Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Sabtu (18/10).

Bambang Haryo menyebut, pencapaian ini menjadi bagian dari komitmennya untuk terus memperkuat perjuangan politik melalui pendekatan akademik dan ilmiah. Ia berharap, ilmu yang diperoleh dapat memperkaya perspektifnya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Syukur alhamdulillah saya telah menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Politik di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Sebagai kampus swasta terbaik keempat di Jawa Timur menurut UniRank, tentu sangat membanggakan bagi saya bisa lulus di sini,” ujar BHS usai wisuda.

Politisi Partai Gerindra itu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UWK Surabaya, mulai dari dosen pembimbing, dekan, hingga rektor yang telah memberikan bimbingan dan motivasi selama proses perkuliahan.

BHS menuturkan, pendidikan politik memberikan pemahaman baru yang berbeda dari latar belakang pendidikannya di bidang teknik. Ia menilai, perpaduan antara pengalaman praktis di dunia politik dan pengetahuan akademik akan memperkuat kemampuannya dalam menyusun kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat.

“Sebagai wakil rakyat dengan latar belakang teknik, saya banyak belajar mengenai dinamika sosial dan politik yang berpengaruh terhadap kebijakan publik. Ini sangat berguna untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan pendekatan yang lebih ilmiah,” jelasnya.

Ia juga mendorong para politisi, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk menempuh pendidikan lanjutan agar memiliki dasar ilmiah dalam setiap keputusan politik yang diambil. Menurutnya, kualitas kebijakan publik akan semakin baik apabila didukung dengan pemahaman akademik yang kuat.

“Pemahaman keilmuan sangat penting bagi para wakil rakyat. Dengan bekal akademik yang memadai, kebijakan yang dibuat bisa lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi sektor-sektor produktif seperti pertanian, nelayan, dan UMKM,” tegasnya.

BHS menutup dengan pesan bahwa pendidikan tidak hanya untuk gelar, tetapi juga sebagai sarana meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Soroti Kebijakan Pembangunan Pelabuhan Patimban dalam Tesis

Dalam tesisnya yang berjudul “Implementasi Kebijakan Pembangunan Pelabuhan Laut (Studi Kasus Pembangunan Pelabuhan Laut Patimban Tahap Pertama di Kabupaten Subang, Jawa Barat)”, Bambang Haryo menyoroti pentingnya peran Pelabuhan Patimban sebagai penopang aktivitas Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta yang semakin padat.

“Yang dikhawatirkan adalah akan terjadi kongesti karena kapasitas kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 10 juta TEUs. Saat ini sudah mencapai 7 juta TEUs dengan pertumbuhan rata-rata 5–7 persen,” ujarnya, Senin.

Menurutnya, dengan kebijakan pembangunan Pelabuhan Patimban yang tepat, permasalahan kelebihan kapasitas di Tanjung Priok dapat diatasi. Hal ini diharapkan mampu menjaga kelancaran arus logistik nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dengan adanya kebijakan politik yang mendukung proyek strategis seperti Patimban, kita bisa mengurai masalah overload dan memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan baik serta lancar,” pungkasnya.

Golf Armour Indonesia Gelar Seminar Rules of Golf Tanpa Dukungan PGI Jatim

SURABAYA-KEMPALAN—Belum banyak pegolf yang memahami peraturan golf. Terutama peraturan golf yang sesuai dengan standar R&A. Mulai dari pegolf level amatir, sampai ke level profesional.

Sebab itulah, Golf Armour Indonesia menggelar seminar yang bertajuk Rules of Golf. Seminar tersebut diselenggarakan di Golf Graha Family, Surabaya, pada 9-10 Oktober lalu.

Owner Golf Armour Indonesia Terence Wibowo menyebutkan bahwa seminar ini jadi bagian visi jangka panjang membangun ekosistem golf yang lebih profesional dan sportif di Indonesia.

’’Dalam seminar Rules of Golf ini, kami ingin memfasilitasi pembelajaran dalam suasana yang terbuka dan aplikatif,’’ ucap Terence. Seminar itu diikuti sebanyak 39 orang.

BACA JUGA: Padel Bisa Jadi Penyeimbang Golf, Bukan Perusak Permainan Golf

Dalam seminar tersebut menghadirkan pembicara dari para pakar golf, praktisi, otoritas peraturan, hingga pegolf aktif. Contohnya Alwi Hasan selaku Ketua Sub Bidang Peraturan PB PGI yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut.

Alwi menjelaskan pentingnya edukasi dengan menyeluruh terhadap aturan main dalam golf. Sayangnya, imbuh Terence, seminar tersebut kurang mendapatkan atensi dari pihak terkait.

Termasuk dari Pengprov PGI Jatim sebagai induk olahraga golf di Jatim. Pihak penyelenggara padahal sudah mengundang perwakilan dari PGI Jatim hadir di acara tersebut.

Terence pun menegaskan, bahwa pihaknya memang tidak mendapatkan banyan apapun dari PGI Jatim. ’’Kami menggelarnya mandiri. Tanpa dukungan bantuan,’’ tegas Terence.

Padahal, antusiasme peserta mengikuti seminar tersebut juga cukup tinggi. Salah satunya Putri Hasibuan, golfer wanita yang aktif mengikuti berbagai turnamen di Jatim dan nasional.

Dia mengaku sering bingung dengan beberapa keputusan di lapangan. Karenanya lewat seminar ini dia jadi lebih percaya diri dan lebih mengetahui bagaimana dia bersikap sesuai aturan.

Peserta seminar "Rules of Golf" berfoto bersama di sela-sela seminar. (Foto: Golf Armour Indonesia)
Peserta seminar “Rules of Golf” berfoto bersama di sela-sela seminar. (Foto: Golf Armour Indonesia)

’’Ini (seminar Rules of Golf) sangat membantu. Apalagi apabila kita ingin naik ke level yang lebih tinggi dari saat ini,’’ tutur Putri yang juga mantan atlet tenis meja nasional tersebut. (YMP)

Ditanya Tentang Pengganti Kluivert, Erick Thohir Minta Waktu Dua Hari

JAKARTA-KEMPALAN: Pemecatan Patrick Kluivert dari jabatan nahkoda timnas Indonesia sudah berlangsung lebih dari 24 jam. Namun, belum satu pun petinggi-petinggi dari PSSI yang buka suara.

Terutama terkait langkah kongkret induk olahraga sepak bola Indonesia itu usai memecat Kluivert. Bahkan, Ketua PSSI Erick Thohir belum bersedia memberikan pernyataannya.

Seperti ketika ditemui awak media dalam sebuah agenda Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) RI di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Kamis lalu (16/10).

’’Saya tidak mau menjawabnya. Nanti itu. Ini (agenda) Menpora,’’ kata Erick, yang juga menjabat sebagai Menpora tersebut. Dia menganggap pertanyaan dari awak media kurang relevan dengan agenda saat itu.

’’Untuk yang bola, jangan hari ini. Ya karena ini kan tempatnya nggak pas. Kalau nggak, nanti yang lain saja. Kasih waktu saya dua hari,’’ sambung Erick yang salah satu sosok sentral di balik penunjukan Kluivert sebagai nahkoda timnas Garuda.

Apabila ditarik kesimpulan dari penjelasan Erick tersebut, maka bisa jadi dirinya baru akan menyampaikan rencana ke depan dari PSSI terkait pengganti Kluivert, pada Sabtu akhir pekan ini (18/10).

’’Meski begitu, statement-nya kan sudah ada di publik semua,’’ kilah Erick. Meski, dalam pernyataan resmi PSSI setelah pemecatan Kluivert, tidak disebutkan siapa dan kapan suksesor Kluivert akan diumumkan kepada publik.

Lambannya PSSI dalam menentukan pengganti Kluivert tersebut ada kaitannya dengan jadwal Jay Idzes dkk ke depannya. Piala AFF 2026 yang diselenggarakan di medio 2026 jadi agenda terdekat.

Setelah itu, Indonesia akan turun dalam ajang Piala Asia 2027 yang akan bergulir di Arab Saudi saat awal 2027. Meski begitu, agenda-agenda uji coba internasional akan tetap digelar. (YMP)

PSSI Pecat Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Ini Sosok-Sosok Penggantinya

JAKARTA-KEMPALAN: Usia kepelatihan Patrick Kluivert di timnas Indonesia tak bertahan lama. Setelah kegagalan menembus ke Putaran Kelima Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC, Kluivert langsung didepak dari jabatannya, Kamis (16/10).

Kluivert hanya sembilan bulan menukangi timnas Merah Putih. Kali pertama, dia menukangi Indonesia pada 8 Januari lalu. Dia baru menjalani delapan laga, dan di antara laga-laga tersebut hanya tiga laga yang dia menangi.

Sementara, lima laga lainnya, hanya sekali Jay Idzes dkk mendapatkan hasil seri. Sedangkan empat laga sisanya berujung kekalahan. Seperti yang didapatkan dari laga kontra Arab Saudi 2-3 (8/10) dan Irak 0-1 (11/10).

’’Setelah bekerja bersama-sama secara intensif selama hampir 12 bulan, PSSI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Coach Patrick Kluivert dan para stafnya atas dedikasi dan kontribusi mereka bagi sepak bola Indonesia,’’ tulis PSSI dalam pernyataan resminya.

BACA JUGA: PSSI Resmi Pecat Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas

’’Setelah melalui diskusi yang terbuka dan penuh rasa saling menghormati, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,’’

’’Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan timnya atas komitmen dan profesionalisme yang sudah mereka tunjukkan,’’

’’Semangat dan kehadiran mereka di Indonesia akan selalu dikenang dengan rasa hormat, dan kami mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya,’’

Mantan tactician Adana Demirspor itu diberhentikan dengan mekanisme mutual termination. Kesepakatan pemecatan itu ditandatangani antara PSSI dan pihak tim kepelatihan.

Sebelumnya, antara pihak PSSI dan Kluivert menyepakati kontrak yang berdurasi dua tahun. Artinya, pelatih yang berkebangsaan Belanda tersebut masih memiliki 15 bulan durasi melatih.

Lantas, setelah memecat Kluivert, siapa yang akan memegang alih kepelatihan di timnas Indonesia? Beberapa nama sudah mulai dihembuskan. Mulai dari menarik kembali Coach Shin Tae-yong, sampai mendatangkan pelatih berdarah Maluku Giovanni van Bronckhorst.

Penasehat klub Semen Padang Andre Rosiade mengungkap, PSSI di dalam waktu dekat akan mengambil keputusan terkait pelatih kepala timnas Indonesia sebagai pengganti Kluivert. (YMP)

Tanjung Verde Melaju ke Piala Dunia Berkat Pemain Diaspora

PRAIA-KEMPALAN: Indonesia termasuk salah satu negara berkembang di sepak bola yang menggerakkan program diaspora secara masif demi mendapat tiket ke Piala Dunia. Tanjung Verde salah satunya.

Bedanya Tanjung Verde sukses dengan proyek pemain diasporanya. Seperti yang terjadi dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, Selasa dini hari WIB (14/1).

Bertanding di Estadio Nacional de Cabo Verde, Praia, Tanjung Verde membekuk tim papan bawah Eswatini dengan tiga gol tanpa balas di dalam laga matchday penutup. Tanjung Verde lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama dalam sejarah.

Total secara keseluruhan, dari 25 pemain yang bermain dalam FIFA Matchday pekan ini, 14 pemain di antaranya merupakan pemain diaspora. Kebanyakan dari Portugal, lalu dari Belanda dan Prancis.

Dari ke-14 pemain diaspora itu antara lain Bruno Varela, Pico, Steven Moreira, Wagner Pina, Sidny Lopes Cabral, Jamiro Monteiro, Deroy Duarte, Telmo Arcanjo, Laros Duarte, Garry Mendes, Willy Semedo, Dailon Livramento, Helio Varela, dan Heriberto Tavares.

Contohnya Pico, atau yang bernama asli Roberto Carlos Lopes. Dia dilahirkan di Crumlin, Irlandia. Dia sebelumnya pernah memperkuat timnas U-19 Republik Irlandia.

BACA JUGA: Bawa Brasil Lolos ke Piala Dunia 2026, Ini Kunci Carlo Ancelotti

’’Ayahku berasal dari pulau Sao Nicolau. Ayahku meninggalkan negara ini sejak dia masih berusia 16 tahun,’’ kenang Pico, ketika diwawancarai di siniar BBC Destination New Jersey.

Meski begitu, lanjut Pico, mereka saling bahu membahu di timnas Tanjung Verde. ’’Kami berasal dari berbagai penjuru dunia. Kami bahagia dengan capaian-capaian kami ketika kami bermain bersama,’’ sambungnya.

Bedanya, Tanjung Verde sudah lama merintis program diaspora di dalam sepak bola. Yaitu sejak tahun 2002. Lito, striker diaspora dari Portugal yang mengawali proyek tersebut.

’’Dia (Lito) pemain pertama yang dibesarkan di luar negara Tanjung Verde, tetapi memilih bermain di timnas Tanjung Verde,’’ ucap Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Tanjung Verde (FCF) Inacio Carvalho, dilansir dari laman The Guardian.

’’Kami sudah mengharapkan banyak kepadanya agar bisa membujuk pemain dari Portugal lainnya yang punya keturunan Tanjung Verde bersedia membela timnas (Tanjung Verde),’’ sambung Carvalho. (YMP)

Pernah Jadi Kunci Sukses Indonesia Ketika Menahan Arab Saudi di Jeddah, Maarten Paes Bilang Begini

JEDDAH-KEMPALAN: King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, bukan stadion yang asing bagi timnas Indonesia. Sebab, di tempat itu, Indonesia pernah mencuri satu angka dari timnas Arab Saudi.

Timnas Merah Putih menahan tuan rumah Arab Saudi 1-1 dalam Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC. Saat itu, Maarten Paes yang jadi pahlawan dengan aksi-aksi penyelamatannya.

Unggul lebih dulu melalui gol dari Sandy Walsh pada menit ke-19, gol Musab Al-Juwayr pada menit ketiga injury time babak pertama membuyarkan keunggulan Indonesia.

Berbicara dalam kanal YouTube Timnas Indonesia, Paes menyebut laga ini bakal menjadi momen yang indah bagi dirinya dan rekan-rekannya di timnas Indonesia saat ini.

BACA JUGA: Hadapi Indonesia Lagi, Begini Ambisi Pelatih Arab Saudi

Dia menyebut kekompakan tim sebagai kunci untuk menyulitkan Arab Saudi saat main di kandangnya sendiri. Seperti yang pernah mereka lakukan di sana pada tahun lalu.

’’Kita semua tahu pentingnya laga itu, dan aku pikir kuncinya (untuk memenangi laga) adalah tetap bersama-sama. Bersatu sebagai sebuah negara, sebagai sebuah tim, dan saling berjuang,’’ kata Paes.

’’Menurutku, itu selalu jadi resep untuk jadi pemenang dengan tim ini, dan kami akan mulai terus melakukannya. Lalu aku percaya, semuanya akan berbicara sendiri,’’ sambung kiper yang masih membela klub di Major League Soccer (MLS) FC Dallas tersebut.

Bagi kiper yang berusia 27 tahun tersebut, laga itu akan jadi laga kesembilannya mengawal gawang timnas Indonesia. Terakhir, dia bermain untuk Indonesia saat mengalahkan Bahrain, 25 Maret lalu.

Dalam delapan laga mengawal gawang Indonesia, Paes sudah kebobolan 14 gol di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC. Lalu, tiga kali dia mencatat nirbobol. Dia ingin mengulangi nirbobol lawan Arab Saudi di Jakarta. (YMP)

Hadapi Indonesia Lagi, Begini Ambisi Pelatih Arab Saudi

JEDDAH-KEMPALAN: Bertemu dengan Indonesia, bagi timnas Arab Saudi seolah berhadapan dengan tim yang sudah memberinya pelajaran berharga dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC.

Karena pada dua pertemuan sebelumnya dalam Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, tim yang berjuluk Green Falcon tersebut tidak mampu mengalahkan Indonesia.

Tertahan 1-1 di depan publiknya sendiri yang ada di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 5 September 2024 lalu, dua gol Marselino Ferdinan jadi momen buruk Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 19 Nopember 2024.

Bedanya, dua hasil buruk tersebut didapatkan Arab Saudi ketika masih ditangani mantan pelatih timnas Italia Roberto Mancini. Sekarang, Arab Saudi dibesut oleh Herve Renard.

Pada laga Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis dini hari (9/10), Renard akan membuktikan bahwa peruntungan timnya di depan Indonesia akan berbeda kali ini.

BACA JUGA: Jebol Gawang Arab Saudi Dua Kali, Begini Kata Marselino Ferdinan

’’Kami sudah belajar dari masa lalu. Tidak ada ruang untuk kehilangan fokus. Saat ini, semua pemain tahu betapa pentingnya arti dari pertandingan ini,’’ ucapnya di dalam wawancara dengan Al Ayaum.

Bedanya dengan ketika Putaran Ketiga bukan hanya dari pelatih Arab Saudi. Dari bangku cadangan timnas Merah Putih juga berbeda. Dulu, Shin Tae-yong duduk di bench saat Arab Saudi sulit mengalahkan Indonesia.

Sekarang, Patrick Kluivert yang menjabat sebagai pelatih timnas Garuda. ’’Kami menghormati Indonesia. Mereka tim yang solid dan punya semangat besar. Tapi, kami juga punya misi besar untuk kembali ke Piala Dunia,’’ tegas Renard.

Bedanya lagi, laga kali ini berlangsung dalam sistem single leg. Tidak dengan dua kali pertemuan seperti ketika Putaran Ketiga. Bermain di kandangnya sendiri, itu bisa jadi kekuatan tambahan Salem Al-Dawsari dkk.

Faktanya, pasca dipermalukan Indonesia di Jakarta, Arab Saudi hanya sekali keok dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC. Satu-satunya kekalahan yang mereka dapatkan adalah dari Australia di Jeddah, 10 Juni lalu. (YMP)

Dalam Turnamen 16th ABG Charity Golf Tournament 2025 Piala Rektor Universitas Brawijaya, Alumni Brawijaya Golf (ABG) Galang Donasi untuk Penyediaan Air Bersih

JAKARTA-KEMPALAN: Golf bukan hanya soal hura-hura, atau happy-happy. Golf juga bukan hanya sekadar kompetisi golf. Bagi komunitas Alumni Brawijaya Golf, atau ABG, dengan golf mereka juga bisa berbagi kepada sesama.

ABG menyisipkan agenda charity-nya tersebut dalam setiap turnamen golf yang mereka selenggarakan. Seperti pada turnamen yang digelar ABG di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Minggu pagi (5/10).

Turnamen yang bertajuk “16th ABG Charity Golf Tournament 2025 Piala Rektor Universitas Brawijaya” tersebut diikuti sebanyak 136 pegolf. Mayoritas berasal dari Jabodetabek. Selain itu, ada juga pegolf yang berasal dari Malang, Surabaya, dan Balikpapan. Ada juga golfer-golfer dari sponsor dan mitra alumni.

BACA JUGA: Ratusan Golfer Alumni Universitas Brawijaya Bereuni dalam Turnamen ABG Golf di Bukit Darmo Golf

Ketua Umum Alumni Brawijaya Golf (ABG) Didik Farkhan dalam turnamen 16th ABG Charity Golf Tournament 2025 Piala Rektor Universitas Brawijaya. (Foto: ABG)
Ketua Umum Alumni Brawijaya Golf (ABG) Didik Farkhan dalam turnamen 16th ABG Charity Golf Tournament 2025 Piala Rektor Universitas Brawijaya. (Foto: ABG)

Turnamen ini bukan hanya sebagai wadah alumni pecinta golf dari Universitas Brawijaya bersilaturrahmi. Selain bersaing di lapangan, mereka pun menyisihkan kelebihannya untuk charity dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

’’Kami mengharapkan, bantuan ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan mahasiswa yang membutuhkan,’’ ucap Didik. Tahun ini, target utamanya meneruskan program penyediaan air bersih di Bojonegoro dan Malang Selatan.

Selain itu, saat ini mereka sedang membahas penyaluran donasi lainnya. Mulai dari bantuan pemulihan akibat bencana dan beasiswa bagi mahasiswa Universitas Brawijaya yang berprestasi.

Kegiatan charity ini sudah digelar sejak 2009 silam dengan sasaran donasi yang bervariasi dari tahun ke tahun. ’’Kami harap program ini selalu memberikan keberkahan bagi semua pihak yang mendukung,’’ sambungnya. (YMP)

Pegolf dari Alumni Brawijaya Golf (ABG) saat berfoto sebelum turnamen 16th ABG Charity Golf Tournament 2025 Piala Rektor Universitas Brawijaya. (Foto: ABG)
Pegolf dari Alumni Brawijaya Golf (ABG) saat berfoto sebelum turnamen 16th ABG Charity Golf Tournament 2025 Piala Rektor Universitas Brawijaya. (Foto: ABG)

Mencetak Gol ke Gawang Mantan Klubnya untuk Kali Pertama, Begini Kata Alexis Sanchez

SEVILLE-KEMPALAN: Sevilla FC sukses mengakhiri sedekade penantiannya bisa mengalahkan FC Barcelona dalam ajang Liga Spanyol. Terakhir, Sevilla menekuk Barca pada Liga Spanyol musim 2014—2015.

Tepatnya pada 3 Oktober 2015.  Saat itu, Sevilla mampu mengalahkan Barca 2-1, dalam laga di Estadio Roman Sanchez Pizjuan, Seville. Tepat semusim kepergian Alexis Sanchez dari Barca.

Minggu malam WIB (5/10), tepat pada musim pertama Alexis membela Sevilla di Liga Spanyol, Alexis mampu menunjukkan kelasnya di hadapan mantan klubnya itu.

Alexis mampu mencatatkan namanya dalam papan skor ketika membawa Sevilla menghajar La Blaugrana (julukan Barca) dengan skor telak 4-1. Gol Alexis terjadi lewat titik penalti pada menit ke-13.

Selain Alexis, gol-gol klub berjuluk Los Nervionenses dicetak Isaac Romero pada menit ke-36, kemudian digandakan Jose Angel Carmona saat menit ke-90 setelah sempat diperkecil Marcus Rashford pada menit ketujuh injury time babak kedua.

Akor Adams jadi penutup pesta kemenangan Sevilla tersebut. Sekaligus tercatat di dalam capaian pribadi terbaik dalam karier El Nino Maravilla (julukan Alexis). Sebab, sebagai mantan penggawa Barca, ini kali pertama dia sukses mencetak gol ke gawang Barca.

BACA JUGA: Barca Dipecundangi PSG, Flick Kambinghitamkan Alasan Ini

’’Mereka (pemain-pemain Sevilla) bilang bahwa kami belum pernah memenangi laga ini selama sedekade, dan itu sudah lama. Hal-hal seperti inilah yang menjadi motivasi mereka,’’ sebut Alexis, dilansir dari laman resmi klub.

Dia tidak mempedulikan capaian pribadinya tersebut. ’’Angkat topiku bagi rekan seklubku sore ini (Minggu malam WIB). Jika ada momen spesial, inilah yang telah aku inginkan,’’ sambung mantan pemain Arsenal dan Manchester United tersebut dalam pemaparannya.

Setelah meninggalkan Barca pada musim panas 2014, bukan kali ini saja Alexis berhadapan dengan mantan klubnya tersebut. Dia sebelumnya melawan Barca di tiga klub berbeda dalam Liga Champions.

Dua kali bersama Arsenal pada edisi 2015—2016, dua-dua-nya gagal memenangi dua leg laga 16 Besar Liga Champions. Lalu, di 2018—2019, dia kembali bertemu Barca. Kali ini bersama Manchester United, skornya tetap kalah 0-3 dalam second leg perempat final.

Lalu, pada fase grup Liga Champions 2019—2020, Alexis kembali gagal memetik kemenangan ketika membela Inter Milan. ’’Aku telah terbiasa memecahkan rekor di semua klub yang pernah aku bela,’’ tegas Alexis. (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.