Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 18:47 WIB
Surabaya
--°C

Duh, Mandalika Tetap Angker untuk Marquez

LOMBOK TENGAH-KEMPALAN: Apapun kondisi Marc Marquez, lintasan Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika tetaplah angker. Seperti yang terjadi di Grand Prix MotoGP Indonesia tahun ini.

Dalam sesi latihan bebas kedua, pada Jumat petang (3/10), juara dunia musim ini tersebut kembali mengalami kesialan. Marquez tidak bisa mengendalikan motor Desmosedici GP25 yang membawanya jadi juara dunia 2025.

Bahkan, pembalap berjuluk Baby Alien tersebut mengalami tiga kali kecelakaan. Yang pertama terjadi di Tikungan 1 saat pagi hari. Marquez melakukan kesalahan karena membelok terlalu melebar.

Kesialan Marquez tidak berhenti ketika sesi latihan bebas kedua pada siang hari. Dia mengalami dua kali kecelakaan. Di Tikungan 10, Marquez mengalami lowside. Di Tikungan 5, dia mengalami highside.

Rentetan kecelakaan tersebut membuat Marquez harus terlempar dari posisi 10 Besar. Sehingga, dia gagal lolos ke kualifikasi kedua (Q2) untuk kali pertama pada tahun ini.

BACA JUGA: Marc Marquez Gegar Otak, Diganti Pembalap Penguji HRC

’’Setelah highside kedua, strateginya hanyalah menyelesaikan sesi latihan bebas,’’ sebut Marquez, dilansir dari laman Crash. Padahal niatnya ingin merayakan gelar juara dunia yang dia dapatkan di Motegi, pekan lalu.

’’Memulai putaran terakhir, aku masih berada di dalam Q2. Tetapi masalahnya kami mendapatkan tiga kali bendera kuning secara berturut-turut. Lalu, pada lap keempat, ban sudah mulai turun,’’ sambung Marquez.

’’Akan tetapi, prioritasnya adalah jangan sampai jatuh lagi karena hari ini aku tak punya feeling yang bagus. Besok (Sabtu, Red) kami akan mencoba agar lebih baik lagi,’’ harap Marquez.

Sabtu, akan digelar sprint race. Dalam ajang tersebut, Marquez tidak mau berapi-api mematok target tinggi sebagai pemenang sprint race. Sebaliknya, Marquez di sprint race hanya berani mematok finis lima besar.

Sekadar diketahui, capaian terbaik Marquez saat Sprint Race di Mandalika hanya sampai posisi ketiga. Yaitu ketika edisi 2024. Selebihnya, dalam balapan utama di Mandalika, Marquez tidak pernah menyentuh garis finis. (YMP)

Barca Dipecundangi PSG, Flick Kambinghitamkan Alasan Ini

BARCELONA-KEMPALAN: FC Barcelona tidak mampu mempertahankan trennya tanpa kalah sepanjang musim ini. Kamis dini hari WIB (2/10), streak unbeaten itu terhenti di tangan Paris Saint-Germain (PSG).

Dalam laga matchday kedua fase League Liga Champions, di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona, Barca keok 1-2 dari klub jawara bertahan Liga Champions itu.

La Blaugrana (julukan Barca) unggul lebih dulu pada menit ke-19 melalui gol dari Ferran Torres. Lalu, Senny Mayulu mengantarkan PSG menyamakan kedudukan pada menit ke-38.

Kemudian, umpan manis dari bek sayap Achraf Hakimi mampu dituntaskan oleh striker Goncalo Ramos pada menit ke-90 sebagai gol penentu kemenangan skuad berjuluk Les Parisiens tersebut.

BACA JUGA: Melihat Trio Yamal-Lewy-Raphina, Seperti Trio Messi-Suarez-Neymar

Statistik bahkan menunjukkan performa Ronald Araujo dkk memang menurun di laga tersebut. Dalam laga-laga kandang, baru kali ini Barca mencatat penguasaan bola di bawah 50 persen. Tembakannya pun di bawah 15 kali.

’’Hari ini (Kamis dini hari, Red) kami tidak bisa mengatakan kami berada di level yang sama. Tetapi aku tetap percaya dengan timku, dan hari ini kami tidak dalam performa terbaik kami,’’ keluh entrenador Barca Hansi Flick, dilansir dari laman Mundo Deportivo.

Mantan der trainer Bayern Munchen dan timnas Jerman tersebut berkilah malam itu anak asuhnya kelelahan. Pemain-pemain Barca hanya mampu kompetitif pada 30 menit pertama pertandingan.

’’Dalam babak kedua, kami memang mampu bermain lebih bagus. Tetapi, saat itu permainan kami tidak sebagus mereka (PSG) yang lebih pantas menang. Mereka tim yang hebat,’’ sambung Flick.

Kekalahan tersebut juga jadi kekalahan kandang ketiga Barca ketika berhadapan dengan PSG dalam ajang Liga Champions. Satu dari dua kekalahan Barca atas PSG sebelumnya juga didapat saat klub tersebut ditangani Luis Enrique.

PSG pun jadi klub pertama yang mampu mengalahkan Barca di kandangnya pada tiga laga beruntun. Ferran kepada DAZN berharap kekalahan pertama Barca kali ini tidak terlalu dibesar-besarkan.

’’Musim masih panjang, sampai akhir musim pastinya akan ada kekalahan. Tetapi jangan terlalu bereaksi berlebihan. Kini saatnya untuk melihat kesalahan kita dan memperbaikinya,’’ tegas Ferran. (YMP)

Liverpool Dua Kali Menelan Kekalahan, Ini Faktor Penyebabnya

ISTANBUL-KEMPALAN: Liverpool FC menjalani pekan terburuk musim ini. Klub yang berjuluk The Reds tersebut menelan dua kekalahan beruntun dalam pekan ini.

Rabu dini hari WIB (1/10), LFC dipecundangi Galatasaray SK dalam matchday 2 di fase League Liga Champions dengan skor tipis 1-0. Sebelumnya, Virgil van Dijk dkk takluk 1-2 atas Crystal Palace (27/9).

Kekalahan tersebut juga menegaskan buruknya pertahanan juara bertahan Liga Primer Inggris itu. Total, dalam lima laga beruntun di semua ajang, tujuh gol yang bersarang ke gawang skuad asuhan Arne Slot tersebut.

Van Dijk pun mengakui, ada yang harus dibenahi dari performa LFC pada musim ini. ’’Kami harus kembali bekerja, tetap meningkatkan diri dan mengatasinya saat ini dengan tetap bersatu,’’ kata Van Dijk, dilansir dari laman SB Nation.

’’Kami sudah menjalani musim yang hebat musim lalu. Mengawali awal musim ini dengan perolehan poin yang bagus. Kami juga sudah menjalani momen-momen bagus awal musim ini,’’ sambung Van Dijk.

BACA JUGA: Van Dijk Salahkan Ini Saat Liverpool Dikalahkan Crystal Palace

Dalam laga kemarin, Slot bereksperimen dengan memainkan Dominik Szoboszlai sebagai bek kanan. Padahal posisi aslinya sebagai gelandang. Jeremie Frimpong, yang biasa menempati posisi tersebut, digeser ke depan sebagai winger kanan.

Sementara itu, mesin golnya Mohammed Salah malah baru dimainkan dari bench pada babak kedua. Karenanya, media-media di Inggris menganggap kekalahan di Istanbul karena kesalahan Slot.

Apalagi Domi (sapaan akrab Szoboszlai) yang melakukan pelanggaran berbuah penalti Osimhen. ’’Sekali lagi aku kecewa. Menurutku, ini penampilan berbeda dari akhir pekan lalu. Kami buruk dengan atau tanpa bola,’’ ucap Slot kepada BBC Sport.

Slot pun mengakui performa Galatasaray lebih bagus. Bukan karena faktor anak asuhnya.’’Mereka (Galatasaray) dapat mengubah penalti dari 20 persen, jadi penalti 100 persen. Tindakan yang cerdik,’’ sambung pelatih Belanda itu.

Slot sudah waswas dengan potensi kekalahan anak asuhnya saat akhir pekan nanti. Virgil van Dijk dkk akan bertandang ke kandang Chelsea di Stamford Bridge, London, Sabtu malam WIB (4/10).

Terlebih setelah kekalahan di Istanbul, klub yang berjuluk The Reds itu tak akan diperkuat beberapa pemain karena cedera. Salah satunya kiper utamanya di musim ini, Alisson Becker. (YMP)

Streak Kemenangan Napoli di Liga Italia Terhenti, Ini Kata Conte

MILAN-KEMPALAN: SSC Napoli mengikuti jejak klub-klub papan atas di liga elite Eropa lainnya yang tersungkur pada akhir pekan kemarin. Sebelumnya Liverpool FC dan Real Madrid yang kehilangan streak kemenangannya di ajang Liga Primer Inggris dan Liga Spanyol.

Pada giornata kelima Liga Italia yang berlangsung di Stadio San Siro, Milan, Senin dini hari WIB (29/9), tren kemenangan Napoli diakhiri AC Milan yang menang 2-1 pada laga tersebut.

Il Partenopei (julukan Napoli) bahkan langsung ketinggalan dua gol dalam babak pertama laga. Alexis Saelemaekers dan Christian Pulisic yang mencetak gol cepat ke gawang Alex Meret masing-masing pada menit ke-3 dan 31.

Giovanni Di Lorenzo dkk hanya mampu memperkecil ketertinggalannya dari titik putih yang dituntaskan Kevin De Bruyne pada menit ke-60. Sayangnya, hanya gol itu yang terjadi ketika Napoli melawan 10 pemain ACM.

Sebab, tiga menit sebelum gol KDB (akronim nama De Bruyne), ACM bermain 10 pemain menyusul dikartumerahnya bek Pervis Estupinan. Taktik bertahan ACM-lah yang jadi kuncinya.

BACA JUGA: Conte Buka Peluang Pergi dari Napoli, Ini Faktor Penyebabnya

Sebaliknya, buruknya penampilan lini belakang yang jadi penyebab terganjalnya streak kemenangan juara bertahan Liga Italia tersebut. Seperti yang diungkapkan allenatore-nya Antonio Conte.

Dalam konferensi persnya, Conte tidak menganggap kesalahan klubnya dari lini depan. ’’Faktanya, pada pekan yang sama, kami mencetak lebih banyak gol kalau dibandingkan musim lalu,’’ sebut The Godfather (julukan Conte).

’’Namun, dari segi pertahanan, kami sejauh ini sudah kebobolan lima gol! Karena itu, kami harus memperbaiki penampilan kami musim ini,’’ sambung Conte. Total lima kali kebobolan itu, dua di antaranya terjadi dalam laga melawan ACM.

Sementara, dua gol kebobolan lainnya terjadi dalam laga melawan Pisa SC (22/9) dan satu gol lainnya ketika mengalahkan ACF Fiorentina pada giornata ketiga, 13 September lalu.

Kekuatan pertahanan Napoli akan diuji di Liga Champions ketika menjamu wakil Portugal, Sporting CP, Kamis dini hari (2/10). Di Liga Champions, gawang Napoli sudah kebobolan dua gol saat dikalahkan Manchester City dua gol tanpa balas, di Etihad Stadium, Manchester, 19 September lalu. (YMP)

Van Dijk Salahkan Ini Saat Liverpool Dikalahkan Crystal Palace

LONDON-KEMPALAN: Upaya Liverpool FC untuk memperpanjang tren kemenangan di Liga Primer Inggris musim ini harus terhenti saat berhadapan dengan streak unbeaten-nya Crystal Palace.

Bertandang ke Selhurst Park, London, LFC harus tumbang dengan skor tipis 1-2. Bahkan LFC harus menunggu sampai menit ke-87 untuk menjebol gawang Palace lewat gol dari Federico Chiesa.

Namun gol tersebut tetap gagal menyelamatkan The Reds (julukan LFC) dari kekalahan. Pasalnya, pada menit kesembilan Palace mencetak gol dar Ismaila Sarr, dan gol penentu kemenangan dari Eddie Nketiah pada injury time menit ketujuh.

Dilansir dari laman Liverpool Echo, kapten LFC Virgil van Dijk menyebut performa jelek dia dan rekan-rekannya pada babak pertama sebagai penyebab kekalahan pertama Liga Primer Inggris tersebut.

’’Itu terbesar dari kekalahan kami kali ini adalah dari performa kami sendiri. Terutama pada babak pertama. Penampilan kami berada jauh di bawah standar. Itulah yang harus kami perbaiki,’’ keluh Van Dijk.

’’Bukan masalah kami bisa mencetak gol pada menit-menit terakhir. Karena, terkadang ketika kami menghadapi klub dengan pertahanan yang sulit dibongkar, kami kesusahan mencari upaya untuk menang,’’ sambung bek tengah berkebangsaan Belanda tersebut.

BACA JUGA: Liverpool Menangi Gelar Ke-20 di Liga Inggris

Pada babak pertama, LFC hanya mampu mencatatkan tujuh kali tembakan. Padahal dari tujuh kali tembakan itu skuad besutan Arne Slot tersebut lebih sering mendapat potensi gol dari sepak pojok. Yaitu tiga kali.  

Selain itu, Van Dijk dkk lebih banyak menguasai bola sepanjang laga ketimbang Palace. Yaitu 71,3 persen penguasaan bolanya. Namun, dengan penguasaan bola yang hanya di angka 28,7 persen, Palace lebih sering menekan dengan 10 kali upaya serangan selama babak pertama.

Untungnya kiper LFC Alisson Becker banyak menyelamatkan gawangnya selama babak pertama. Alisson melakukan tiga kali penyelamatan sepanjang babak pertama. Overall, dia melakukan lima kali penyelamatan.

’’Sekalipun Ali (sapaan akrab Alisson) banyak melakukan penyelamatan, aku pikir kami harusnya mampu melakukan sesuatu yang lebih di lapangan,’’ sesal Van Dijk. LFC bakal menjalani laga tandang melawan Galatasaray SK di fase League Liga Champions (1/10). (YMP)

Real Tumbang di Laga Derbi Madrileno, Ini Alasan Xabi

MADRID-KEMPALAN: Keperkasaan Real Madrid di tangan Xabi Alonso ternyata sampai di laga keenam Liga Spanyol saja. Karena dalam laga ketujuhnya, Real malah tersandung dalam laga derbi Madrileno menghadapi rival sekotanya, Atletico Madrid.

Dalam laga yang berlangsung di Estadio Riyadh Air Metropolitano, Madrid, Sabtu malam WIB (27/9), Atletico menghajar Real dengan skor telak 5-2! Dua gol Julian Alvarez yang menghukum Los Merengues (julukan Real).

Dua gol tersebut masing-masing terjadi pada menit ke-51 dari titik putih dan menit ke-63. Dua gol yang menjauhkan upaya Federico Valverde dkk menyamakan kedudukan. Di babak pertama, skor imbang 2-2.

Atletico unggul lebih dulu dari gol Robin Le Normand pada menit ke-14 yang disamakan bomber El Real Kylian Mbappe menit ke-25. Arda Guler sempat membawa Real unggul di menit ke-36. Tapi disamakan Aleksander Sorloth pada menit ketiga injury time babak pertama.

Setelah dua gol Alvarez membawa Los Colchoneros (julukan Atletico) menjauhi kejaran Real, gol pemungkas dari Antoine Griezmann saat menit ketiga injury time babak kedua menutup perlawanan skuad asuhan Xabi Alonso itu.

BACA JUGA: Xabi Resmi Melatih Real Madrid, Begini Kata-Kata Pertamanya

Di Liga Spanyol, ini kali pertama Atletico berhasil mempecundangi Real sejak musim 2023—2024 lalu. Seperti yang dilansir dari laman Diario Marca, Xabi menyebut awalan laga yang buruk jadi faktor penyebab kekalahan tersebut.

’’Kami tidak mengawali laga dengan baik. Kami tidak bermain bagus secara kolektif atau dalam hal kualitas permainan. Baik dengan ataupun tanpa bola,’’ ucap Xabi.

’’Kami sedang dalam fase membangun. Hari ini (Sabtu, Red) adalah kekalahan pertama kami, dan ini masih berlanjut. Kami harus mengambil kesimpulan dari apa yang terjadi. Karena kesimpulan itu akan membantu kami pada laga-laga yang akan datang,’’ tambah Xabi yang belum pernah mengalahkan entrenador Atletico Diego Simeone beradu taktik selama ini.

Setelah kekalahan pertamanya di Liga Spanyol tersebut, skuad El Real langsung terbang ke Kazakhstan untuk menjalani laga fase League Liga Champions melawan tuan rumah FC Kairat di Ortalyq Stadion, Pavlodar, tengah pekan ini (30/9). (YMP)

Dembele Menangi Ballon d’Or 2025, Begini Pesannya Kepada Lamine Yamal

PARIS-KEMPALAN: Striker Paris Saint-Germain (PSG) Ousmane Dembele sukses memenangi gelar Ballon d’Or 2025. Dembele mengungguli Lamine Yamal, winger FC Barcelona, yang jadi pesaing terdekatnya.

Dembele memastikan gelar tersebut pada malam gala yang digelar di Theatre du Chatelet, Paris, Selasa dini hari WIB (23/9). Dembele mengikuti jejak pemain dari Prancis pendahulunya yang memenangi ajang tersebut.

Mereka adalah Raymond Kopa, Michel Platini, Jean-Pierre Papin, Zinedine Zidane, dan Karim Benzema. Sementara, Yamal hanya puas memenangi Kopa Trophy lagi musim ini. Tahun lalu, Yamal juga memenangi trofi tersebut.

Istimewanya, sekalipun mampu mengungguli Yamal, Dembele tidak berpuas diri. Sebaliknya, mantan pemain Barca tersebut memberikan wejangan bagi juniornya itu.

BACA JUGA: Pecahkan Rekor, Messi Raih Ballon d’Or ketujuh

’’Lamine Yamal tetaplah pesepakbola muda terbaik saat ini. Pesepakbola hebat di dunia dengan kedalaman skill-nya. Aku yakin, suatu saat nanti dia pasti merebut gelar Ballon d’Or berkali-kali,’’ kata Dembele, dilansir laman Barca Universal.

Dari sisi usia, Yamal memang masih potensial memenangi gelar tersebut di edisi-edisi berikutnya Ballon d’Or. Dengan usianya yang masih 18 tahun, Yamal sudah jadi kekuatan utama La Blaugrana (julukan Barca) ataupun timnas Spanyol.

Memenangi Liga Champions musim ini dan mengantarkan Spanyol melangkah di Piala Dunia 2026 sebagai pemenang akan jadi kunci Yamal menyabet Ballon d’Or tahun depan.

Dalam kata-kata di unggahan Instagram-nya, Yamal pun mengucapkan selamat kepada Dembele yang telah memenangi Ballon d’Or 2025. ’’Rencana Tuhan itu sempurna, kita harus mendaki lagi untuk mencapainya (Ballon d’Or),’’ kata Yamal.

Selain itu, Dembele juga mengucapkan terima kasih kepada Barca. Begitu pula ke mantan klub-klubnya. Seperti Stade Rennais dan Borussia Dortmund. Barca tentu termasuk di dalamnya.

’’Aku sudah banyak belajar di sana. Main bersama pemain-pemain hebat seperti Lionel Messi, atau Andres Iniesta. Itu jadi pengalaman belajar yang luar biasa dan aku sangat bahagia,’’ tutur Dembele.

Dembele bukan satu-satunya wakil PSG yang memenangi award di Ballon d’Or. Pelatihnya, Luis Enrique juga jadi pelatih terbaik. PSG pun juga jadi klub terbaik di ajang ini. (YMP)

Dua Kartu Merah Laga United vs Chelsea yang Berbeda Makna

MANCHESTER-KEMPALAN: Duel Manchester United menghadapi Chelsea di Old Trafford, Manchester, Sabtu malam (20/9), jadi laga pertama Liga Primer Inggris dalam sedekade terakhir yang menghasilkan dua kartu merah di babak pertama.

Dimulai dari penjaga gawang Chelsea Robert Sanchez yang dikartu merah ketika menit kelima. Lalu, pada menit kelima injury time babak pertama ganti gelandang United Casemiro yang terkena kartu merah.

Dalam laga tersebut, laga dimenangi United dengan skor tipis 2-1. Ketika unggul satu pemain, United mencetak dua gol masing-masing dari Bruno Fernandes dan Casemiro pada menit ke-14 dan 37.

Sementara, satu gol Chelsea diciptakan bek tengah Trevoh Chalobah pada menit ke-80. Ketika itu, kedua klub sudah sama-sama bermain dengan sepuluh pemain di lapangan.

Sebagai klub yang menang, tentunya pelatih United Ruben Amorim lebih melihat dari sisi positif pelanggaran yang dilakukan Casemiro sehingga menerima hadiah kartu merah.

BACA JUGA: Setan Merah Dibantai Liverpool Gara-Gara Dua Dosa Casemiro

’’Dia lebih menderita daripada aku. Kami menang, jadi aku sedikit melupakannya (kartu merah Casemiro), dan dia akan menderita karena dia seorang profesional yang top,’’ kata Amorim kepada MUTV.

’’Dia mengerti apa yang dia lakukan. Dia cukup berpengalaman dan mengerti apa yang dia lakukan itu seharusnya tidak terjadi. Dia menang terlalu peduli,’’ imbuh Amorim.

Sebaliknya dengan Chelsea yang mengalami kekalahan, tactician Enzo Maresca di akhir laga menganggap kartu merah Sanchez sebagai penyebab kekalahan malam itu.

Maresca menyebut, kartu merah Sanchez sudah mengubah permainan yang saat itu sudah dia siapkan sebelum laga. ’’Solusi terbaik baginya adalah membiarkan pemain itu (Bryan Mbeumo) mencetak gol,’’ keluh Maresca.

Mbeumo yang dilanggar Sanchez dan berbuah kartu merah bagi kiper Spanyol itu pada lima menit pertama. ’’Robert menyadarinya. Aku lebih suka kami tertinggal 0-1 setelah lima menit ketimbang harus kehilangan satu pemain pada lima menit awal,’’ sesal Maresca.

Dalam unggahan Instagram-nya, Sanchez pun mengungkapkan penyesalannya di laga itu jadi penyebab kekalahan. ’’Aku yang salah hari ini teman-teman. Maafkan aku untuk itu,’’ tulis Sanchez. (YMP)

Reuni 26 Menit ala De Bruyne saat Dikalahkan Manchester City

MANCHESTER-KEMPALAN: Kevin De Bruyne gagal melakoni momen comeback-nya dengan manis ketika menyambangi markas Manchester City dengan klubnya, SSC Napoli, Jumat dini hari WIB (19/9).

Di Etihad Stadium, Manchester, kandang City, Napoli menelan kekalahan dua gol tanpa balas pada lanjutan matchday pembuka fase League di Liga Champions. Dia juga tidak tampil penuh.

Bahkan, gelandang yang punya julukan KDB tersebut hanya dimainkan sepanjang 26 menit. Dia digantikan Mathias Olivera. Padahal itu adalah laga pertama KDB di Etihad setelah angkat kaki dari City.

’’Siapa? Aku? Aku yang diganti?’’ begitu yang diucapkan KDB saat nomornya yang tertulis di papan pergantian pemain. Dia seolah tidak percaya jika dirinya diganti di saat baru melakukan sekali tembakan.

BACA JUGA: De Bruyne Angkat Kaki dari Manchester City Akhir Musim Ini

Keputusan allenatore Napoli Antonio Conte tersebut tentunya disayangkan tidak hanya pendukung Il Partenopei (julukan Napoli). Begitu pula penggawa City. Satu di antaranya adalah Jeremy Doku.

Berbicara kepada laman CalcioNapoli24, Doku kecewa hanya menyaksikan KDB di lapangan selama 26 menit. ’’Sayang sekali karena aku ingin menyaksikannya di lapangan lebih lama,’’ ucap Doku.

’’Aku senang dia bisa bermain di sini kembali dan terus menerima penghormatan dari pendukung kami yang ada di tribun,’’ sambung Doku yang sekompatriot dari Belgia seperti KDB.

’’Dia pemain legendaris di sini (City). Dia sudah berbuat banyak untuk klub ini di dalam waktu sedekade terakhir. Wajar kiranya jika dia mendapatkan pengakuan ini,’’ puji Doku.

Gelandang SSC Napoli Kevin De Bruyne saat digantikan pelatih Antonio Conte. (Foto: Football Italia)
Gelandang SSC Napoli Kevin De Bruyne saat digantikan pelatih Antonio Conte. (Foto: Football Italia)

Terpisah Conte meminta maaf kepada pendukung Napoli, City dan pemain City di akhir laga setelah keputusannya memainkan KDB hanya dalam 26 menit pertama laga tersebut.

Begitu pula untuk KDB. Seperti yang diungkapkan The Godfather (julukan Conte) kepada CBS Sports.

Kartu merah il capitano Giovanni Di Lorenzo pada menit yang ke-21 jadi alasannya mengurangi pemain tengah. Karenanya, dia memilih mengorbankan KDB.

’’Ya, itu (mengganti KDB) jadi satu-satunya pergantian yang memungkinkan ketika itu. Aku sangat kecewa, tapi aku tahu Kevin bisa memahami keputusanku,’’ tegas Conte. (YMP)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.