Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 14:17 WIB
Surabaya
--°C

Pemkot dan PKK Surabaya Kampanyekan Stop Perkawinan Anak

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK menggelar kampanye stop perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di Jalan Darmo, Taman Bungkul, Surabaya, Minggu (27/7).

Aksi kampanye ini melibatkan puluhan kader dari Kelompok Kerja (Pokja) I TP PKK Kota Surabaya, serta anak-anak dari berbagai organisasi lintas komunitas. Di antaranya Forum Anak Surabaya (FAS), Duta Generasi Berencana (Duta GenRe) dan Karang Taruna.

Mereka melakukan aksi berjalan kaki dari Halte Jalan Darmo menuju Taman Bungkul sambil membawa poster berisi pesan-pesan penolakan terhadap perkawinan anak dan kekerasan. Peserta juga meneriakkan yel-yel kampanye untuk menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap anak dari praktik pernikahan dini.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya Ida Widyawati mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemkot dan PKK dalam mencegah perkawinan anak serta kekerasan terhadap anak.

“Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah kota dengan PKK untuk pencegahan perkawinan anak dan kekerasan pada anak. Kan kita tidak bisa bekerja sendiri, garda terdepan yang paling dekat dengan masyarakat adalah ibu-ibu PKK,” ujar Ida usai kegiatan, Minggu (27/7).

Ida menuturkan bahwa keberadaan kader PKK di tingkat RT dan RW menjadi garda terdepan untuk menyampaikan pesan-pesan perlindungan anak. “Jadi mereka bisa menyampaikan pesan ini di komunitas masing-masing. Di tingkat RW, RT, PKK RT, PKK RW,” ucapnya.

Menurutnya, meski angka perkawinan anak di Surabaya cenderung menurun, pemkot masih memiliki pekerjaan besar untuk terus meminimalisasi kasus-kasus tersebut. Terlebih karena sebagian besar kejadian terjadi di lingkungan terdekat anak-anak. “Nah, ini yang harus bersama-sama kita cegah, dengan kolaborasi kegiatan seperti ini,” tegas Ida.

Ia menegaskan bahwa pelibatan FAS dan Duta GenRe dalam kegiatan ini menjadi langkah penting agar pesan kampanye bisa lebih diterima di kalangan anak-anak. “Kalau anak-anak bisa mensosialisasikan dengan sesama anak, dengan bahasa anak-anak, mungkin bisa lebih diterima,” jelasnya.

Ida juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kota Surabaya. Ia berharap, kampanye semacam ini bisa berkontribusi menurunkan angka perkawinan anak di Surabaya, bahkan hingga mencapai nol kasus.

“Karena dengan beberapa kegiatan kemarin, anak-anak FAS itu juga mensosialisasikan pencegahan perkawinan anak ini. Mereka bikin acara di Royal Plaza, itu suatu momen yang bagus juga,” katanya.

Selain melibatkan FAS, Duta GenRe dan Karang Taruna, Ida mengungkapkan bahwa Pemkot Surabaya juga telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengadilan Agama (PN) Surabaya. Kerjasama ini sebagai bagian dari upaya menekan angka perkawinan anak.

“Ini tentunya kita giatkan terus meskipun tidak di momen Hari Anak Nasional, tetap kita melakukan hal ini. Karena sudah menjadi kewajiban kita untuk anak ini mendapatkan pemenuhan haknya, terutama pendidikan dan pengasuhan yang baik dari orang tuanya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pokja I TP PKK Kota Surabaya Rosa Sovana turut mengajak seluruh kader PKK di wilayahnya untuk aktif mengkampanyekan stop kekerasan terhadap anak dan perempuan.

“Di Momen Peringatan Hari Anak Nasional kita menggelar kampanye stop kekerasan anak dan perempuan, juga pernikahan dini atau pernikahan anak,” ujar Rosa.

Ia menekankan pentingnya peran aktif para kader PKK dalam menyampaikan pesan-pesan ini kepada masyarakat. Menurutnya, pemenuhan hak-hak anak merupakan komitmen bersama mengingat Surabaya telah menyandang predikat sebagai Kota Layak Anak.

“Jadi supaya hak-hak anak itu bisa diperoleh, karena Surabaya adalah merupakan Kota Layak Anak. Terima kasih, mudah-mudahan acara ini dapat bermanfaat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Eks Anggota Voli Pantai Porprov IX Sidoarjo Borong Gelar Juara Sekaligus Harumkan Nama Jatim di Kancah Nasional 

SIDOARJO-KEMPALAN: Sukses tim bola voli Sidoarjo menjadi Juara Umum Cabor bola voli Porprov IX Jatim berlanjut di Kejurnas voli pantai U 17 MAVI Cup 2025 di GOR voli pantai Sidoarjo 23-27 Juli 2025. 

Nebras, Wisnu Wardhana, Regy Farella, Haafiyan Azzam, Hafiz Iqbal, Dwi Harry dkk kembali memborong gelar Juara. Esk anggota tim voli pantai Sidoarjo di Porprov IX Jatim yang kini berkostum SMANOR  Sidoarjo Jatim I membuktikan dirinya sebagai gudangnya talenta olahraga di Jawa Timur dan bahkan di Indonesia. Dalam Kejurnas voli pantai antar klub U 17 MAVI Cup 2025, SMANOR Sidoarjo berhasil memborong gelar Juara di kategori 2×2 putra dan 4X4 putra serta rangking ke III kategori 4X4 putri.

SMANOR Sidoarjo Jatim I yang juga beranggotakan eks voli pantai Porprov IX Sidoarjo seperti Nebras, Wisnu Wardhana, Regy Farella, Haafiyan Azzam, Hafiz Iqbal, Dwi Harry tampil luar biasa di final.

Laga final yang di saksikan Kapolresta Sidoarjo yang juga ketua umum PBVSI Sidoarjo tim 4X4 putra SMANOR Sidoarjo Jawa Timur I mengalahkan tim Jawa Tengah I M Akbar Sya’bani, Rendra Raditya, Tegar Eksan, Sunan Mukmen, Yanuar Priyo dengan dua set langsung 21-19 dan 21-15.

Sebelumnya tim SMANOR Sidoarjo Jatim I juga telah merengkuh gelar juara di kategori 2×2 putra. Di final SMANOR Sidoarjo Jatim I mengalahkan tim putra Bengkulu juga dengan skor 2-0.

Selain menyandang gelar juara I kategori 2×2 putra dan 4X4 putra SMANOR  Sidoarjo Jatim I juga meraih predikat Juara III kategori 4X4 putri.

Sementara itu Jawa Tengah yang meloloskan tiga tim di dua kategori 2×2 Putri dan 4×4  putra-putri di final gagal mengawinkan gelar juara. Prayoga Wonogiri Jateng I yang di perkuat 

Khayla Rindang Sasangka, Revy Marsita, Tanya Kasihasa, Kirana Inka, voli via Raissa Putri,Shabrina Dwi Arsyani tak mampu menghentikan perlawanan tim 4×4 PPOP DKI I Jakarta. Mereka menyerah di angka 17-21 dan 19-21.

Meski di dua kategori 4X4 putra putri gagal tapi Jawa Tengah masih bisa berbangga. Pasalnya di kategori 2×2 Putri dengan nama Karanganyar Jateng I tampil sebagai Juara. Tim Putri Karanganyar Jawa Tengah I di final mengalahkan tim putri PPOP DKI Jakarta I.

Sementara itu tim PPOP DKI Jakarta I berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan tim putri Prayoga Wonogiri Jateng dengan skor 2-0(21-17,21-19)

Sebagai Juara di masing-masing kategori selain mendapatkan trophy juga mendapat uang pembinaan plus piagam.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Inilah Daftar Pemenang Kejurnas Voli Pantai U 17 MAVI Cup 2025.

Juara I  2×2 Putra 

I.Smanor Jatim I 

II.Bengkulu I

III.PPOP DKI Jakarta 

IV.Tectona Jabar 

Juara I 2×2 Putri 

Karanganyar Jawa Tengah I

PPOP DKI Jakarta I

PPOP DKI Jakarta II

Prayoga Wonogiri Jateng 

Juara 4×4 Putra 

I.Smanor Jatim I

II Jateng I

III. PPOP DKI I Jakarta 

IV. IVOSA Mekkasen Sakteh Banyuwangi 

Juara 4×4 Putri

I. PPOP DKI I Jakarta 

II. Prayoga Wonogiri Jateng I

III. Smanor Jatim I

IV. Banyuwangi Jatim

Khofifah-Emil bertemu Sri Sultan, Bahas Promosi Pariwisata Terpadu

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Emil Elestianto Dardak saat bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen, Yogyakarta, Minggu (27/7).

YOGYAKARTA-KEMPALAN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan penguatan kolaborasi strategis antarprovinsi. Termasuk dibidang Promosi Pariwisata dan Pembangunan Daerah. Terbaru, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak bertemu dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kraton Kilen, Yogyakarta, Minggu (27/7).

Setibanya di Kraton Kilen, Khofifah-Emil disambut Putri Kelima Ngarsa Dalem GKR Bendara bersama suami KPH Yudanegara, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi.

Pertemuan yang berlangsung secara tertutup ini diliputi suasana akrab dan kekeluargaan. Dua pemimpin di masing-masing provinsi ini memperkuat jalinan kerja sama antara dua provinsi yang memiliki akar budaya kuat serta semangat pembangunan yang inklusif. Khususnya terkait promosi pariwisata terpadu.

Dalam pertemuan, Khofifah mengapresiasi penerimaan hangat Sri Sultan. Ia menyebut bahwa DIY dan Jawa Timur memiliki banyak kesamaan visi, terutama dalam hal pelestarian warisan budaya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis nilai-nilai budaya.

“Saya merasa sangat terhormat bisa bersilaturahim langsung dengan Sri Sultan. Beliau adalah tokoh adat, tokoh  budaya, sekaligus negarawan yang konsisten menjaga kearifan Budaya Jawa dalam bingkai kebangsaan,” ujar Khofifah.

“Jawa Timur dan DIY memiliki banyak peluang untuk terus bersinergi dalam mengembangkan potensi budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif,” sambungnya.

Pertemuan ini, kata Khofifah, juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai tantangan pembangunan antarprovinsi di tengah dinamika sosial ekonomi saat ini. Khofifah menekankan pentingnya membangun ketahanan budaya sebagai fondasi dalam menghadapi era digitalisasi dan globalisasi yang semakin masif.

Selain itu, Khofifah menyoroti pentingnya memperkuat jejaring antardaerah. Termasuk melalui program-program konkret seperti pengembangan UMKM kreatif, kolaborasi event budaya, hingga integrasi  promosi  wisata lintas provinsi.

“Saya percaya bahwa kekuatan kolaborasi antardaerah akan menjadi kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi masa depan. Termasuk isu perubahan iklim, transformasi digital, dan peningkatan daya saing SDM. Dengan sinergi seperti ini, kita bisa saling menguatkan dan tumbuh bersama,” tegasnya.

Khofifah berharap agar pertemuan ini dapat menjadi awal dari intensitas kerja sama yang lebih luas dan konkret antara Jawa Timur dan Yogyakarta, baik dalam skala pemerintahan maupun antarkomunitas budaya dan ekonomi.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik kunjungan Gubernur Khofifah dan mengungkapkan pentingnya kolaborasi antardaerah. Hal ini menurutnya, dapat menciptakan harmoni pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya.

“Kita perlu menyatukan langkah, bukan hanya untuk membangun wilayah masing-masing, tetapi juga dalam konteks Indonesia yang beragam ini. Pelestarian budaya tidak boleh ditinggalkan di tengah arus modernisasi. Justru dari budaya inilah karakter bangsa terjaga,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

SMANOR Sidoarjo Jatim I Borong Gelar Juara Kejurnas Voli Pantai MAVI Cup 2025

SIDOARJO-KEMPALAN: SMANOR Sidoarjo Jatim I membuktikan dirinya sebagai gudangnya talenta olahraga di Jawa Timur dan bahkan di Indonesia. Dalam Kejurnas voli pantai antar klub U 17 MAVI Cup 2025, SMANOR Sidoarjo Jatim I berhasil memborong gelar Juara di kategori 2×2 putra dan 4X4 putra serta rangking ke III kategori 4X4 putri.

SMANOR Sidoarjo Jatim I yang juga beranggotakan eks voli pantai Porprov IX Sidoarjo ,Nebras, Wisnu Wardhana, Regy Farella, Haafiyan Azzam, Hafiz Iqbal, Dwi Harry tampil luar biasa di final.

Laga final yang di saksikan Kapolresta Sidoarjo  tim 4X4 putra Jawa Timur I yang di perkuat siswa SMANOR mengalahkan tim Jawa Tengah I M Akbar Sya’bani, Rendra Raditya, Tegar Eksan, Sunan Mukmen, Yanuar Priyo

dengan dua set langsung 21-19 dan 21-15.

Sebelumnya tim SMANOR Jatim I juga telah merengkuh gelar juara setelah mengalahkan tim putra Bengkulu juga dengan skor 2-0.

Selain menyandang gelar juara I kategori 2×2 putra dan 4X4 putra SMANOR Jatim I juga meraih predikat Juara III kategori 4X4 putri.

Sementara itu Jawa Tengah yang meloloskan tiga tim di dua kategori 2×2 Putri dan 4×4  putra-putri di final gagal mengawinkan gelar juara. Prayoga Wonogiri Jateng I yang di perkuat 

Khayla Rindang Sasangka, Revy Marsita, Tanya Kasihasa, Kirana Inka, voli via Raissa Putri,Shabrina Dwi Arsyani tak mampu menghentikan perlawanan tim 4×4 PPOP DKI I Jakarta. Mereka menyerah di angka 17-21 dan 19-21.

Meski di dua kategori 4X4 putra putri gagal tapi Jawa Tengah masih bisa berbangga. Pasalnya di kategori 2×2 Putri dengan nama Karanganyar Jateng I tampil sebagai Juara. Tim Putri Karanganyar Jawa Tengah I di final mengalahkan tim putri PPOP DKI Jakarta I.

Sementara itu tim PPOP DKI Jakarta I berhasil meraih juara pertama setelah mengalahkan tim putri Prayoga Wonogiri Jateng dengan skor 2-0(21-17,21-19)

Sebagai Juara di masing-masing kategori selain mendapatkan trophy juga mendapat uang pembinaan plus piagam.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Inilah Daftar Pemenang Kejurnas Voli Pantai U 17 MAVI Cup 2025.

Juara I  2×2 Putra 

I.Smanor Jatim I 

II.Bengkulu I

III.PPOP DKI Jakarta 

IV.Tectona Jabar 

Juara I 2×2 Putri 

Karanganyar Jawa Tengah I

PPOP DKI Jakarta I

PPOP DKI Jakarta II

Prayoga Wonogiri Jateng 

Juara 4×4 Putra 

I.Smanor Jatim I

II Jateng I

III. PPOP DKI I Jakarta 

IV. IVOSA Mekkasen Sakteh Banyuwangi 

Juara 4×4 Putri

I. PPOP DKI I Jakarta 

II. Prayoga Wonogiri Jateng I

III. Smanor Jatim I

IV. Banyuwangi Jatim

Bengkulu dan Karanganyar Buat Kejutan Kejurnas Antar Klub U17 MAVI Cup 2025

SIDOARJO-KEMPALAN: Tim voli Pantai Bengkulu dan Karanganyar Jawa Tengah membuat kejutan di kejurnas Voli pantai U 17 MAVI Cup 2025. Dua daerah tersebut yang notabene daerah yang minus akan olahraga bolavoli khususnya di voli pantai mampu merusak prediksi target daerah yang selama ini selalu mendominasi kejuaraan yakni Yogjakarta dan Jabar. Di bagian putri tim Putri Karanganyar Jawa Tengah sukses menuju ke final usai mengalahkan Sesama tim Jateng Prayoga Jateng dengan skor dua set langsung 21-14 dan 21-13.

Di final Srikandi-srikandi Karanganyar menghadapi tim PPOP I DKI Jakarta.

Sementara itu di bagian putra tim Bengkulu membuat kejutan dengan menyingkirkan tim kuat Tectona Jabar dengan dua set langsung 21-14 dan 21-8. Di partai puncak tim putra Bengkulu akan menghadapi tim tuan rumah Sidoarjo Smanor Jatim I. Tim Smanor Jatim I lolos ke final usai mengalahkan tim putra PPOP DKI Jakarta I dengan dua set langsung 21-18 dan 21-16.

Bambang Eko Suhartawan salah satu pelatih voli pantai nasional menilai tampilnya Bengkulu dan Karanganyar Jawa Tengah sukses ke final memang tidak di duga sebelumnya. Sebab untuk usia junior U 17 memang sulit di prediksi.

” Untuk usia junior ini memang rata-rata masih belum terdeteksi kekuatannya termasuk Bekulu dan Karanganyar. Jadi semua masih meraba-raba kekuatan tak terkecuali Jatim dan daerah-daerah lain,”ucap  Wawan sapaan akrab Bambang Eko Suhartawan di sela sela pertandingan. 

Wawan berharap dengan adanya kejuaraan seperti ini akan muncul atlet atlet voli pantai yang handal di masa mendatang.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Padel Bisa Jadi Penyeimbang Golf, Bukan Perusak Permainan Golf

SURABAYA-KEMPALAN: Tidak bisa dipungkiri demam olahraga padel telah merambah kota-kota besar, termasuk di Surabaya. Komunitas-komunitasnya pun mulai bertumbuh subur.

Bahkan, di Surabaya, ada komunitas yang awalnya mewadahi pecinta olahraga golf, kini juga mewadahi pecinta olahraga padel. Ya namanya komunitas Sobat CangCool (SCC). Di Surabaya, SCC golf sudah dikenal sebagai komunitas golf.

Namanya SCC Golf Community. Namun sejak April lalu SCC juga punya komunitas padel. Sabtu (26/7), sebanyak 80-an anggotanya berkumpul pada acara peluncuran jersi baru di Jungle Padel Citraland, Surabaya.

Bukan hanya berkumpul dan mengenakan jersi padel baru, mereka juga bermain padel bersama-sama. Dikemas dalam bentuk fun game, anggota komunitas padel SCC pun bisa membawa pulang hadiah.

BACA JUGA: SCC Menantang Kekompakan Pasangan Bermain Golf dari Tee Box Merah

Ketua komunitas SCC Audhy Darmayo mengungkapkan padel dan golf punya kedekatan. Bermain padel juga tidak lantas merusak permainan golf. Yang terjadi, menurut Audhy, malah sebaliknya.

’’Saya setelah menekuni padel malah merasa menjadi lebih kalem, lebih tenang, lebih slow bermain golf. Karena, di dalam olahraga padel tidak bisa memukul keras juga kan,’’ ungkap Audhy.

Bahkan anggota komunitas padel SCC yang basic-nya dari golf, tetap jalan kedua-duanya saat ini. Jadwal kumpul SCC yang biasanya melulu hanya di golf. Jadi terbagi dua antara padel dan golf. ’’Saya lebih setuju, padel sebagai penyeimbang,’’ tegasnya.

Bermain padel pun bisa membuat penikmatnya jadi lebih bersosialisasi. Bukan hanya di internalnya. Juga dengan mereka yang di luar komunitasnya. ’’Di padel, setelah bermain di tempat yang sama, kami bisa berkumpul dengan yang lain setelah bermain,’’ katanya.

Karena itu jugalah perkembangan komunitas padel di SCC lebih cepat. Terbentuk April lalu sudah punya anggota 80 orang. Luasnya ruang sosialisasi juga jadi penyebabnya. Di awal yang hanya anggota golf SCC, berkembang lebih banyak.

’’Mengajak teman-teman yang mau latihan bersama, lalu mereka ngerasa fun, dan joint ke komunitas padel SCC,’’ sebut Audhy. Uniknya, bukan hanya yang biasa bermain golf jadi doyan bermain padel. Penghobi padel yang bergabung di komunitas padel SCC ini juga ada yang tertarik berlatih golf. (YMP)

Peringati Hari Anak Nasional dan Hari Batik Nasional, Nasyaluna Mengenalkan Batik kepada Anak-Anak di SD Anak Bangsa Cerdas Pandaan

PASURUAN-KEMPALAN: Sebagai pemenang Little Princess Indonesian Kids of the Year 2024, Nasyaluna Luvenia menjalankan tugas mulia pada peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Kebaya Nasional yang jatuh pada 23 dan 24 Juli.

Jumat (25/7), Nasyaluna mengisi kegiatan edukatif tentang pelestarian budaya batik, di SD Anak Bangsa Cerdas, Taman Dayu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Yees Care (Youth, Education, Entertainer & Social).

Yees Care merupakan inisiatif yang menggabungkan edukasi dan advokasi budaya bagi anak-anak Indonesia. Program ini juga bagian dari persiapan Nasyaluna menuju ajang internasional Little Miss United World 2025 yang digelar di Dubai, November nanti.

Sebagai bagian dari misi budayanya, Nasyaluna juga berencana mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dubai untuk mempromosikan batik sebagai identitas budaya Indonesia di mata dunia.

Pemenang Little Princess Indonesian Kids of the Year Nasyaluna Luvenia yang mengenalkan batik dalam kegiatan pelestarian batik di SD Anak Bangsa Cerdas (ABC), Taman Dayu, Pandaan, Jumat (25/7). (Foto: Istimewa)
Pemenang Little Princess Indonesian Kids of the Year Nasyaluna Luvenia yang mengenalkan batik dalam kegiatan pelestarian batik di SD Anak Bangsa Cerdas (ABC), Taman Dayu, Pandaan, Jumat (25/7). (Foto: Istimewa)

Didampingi Diah Gardenia selaku Corporate Development Specialist sekaligus seniman Batik Lukis Indonesia, Nasyaluna mengajak siswa-siswi SD ABC untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya batik sebagai warisan luhur bangsa.

BACA JUGA: Ryan Novanda yang Menginspirasi Remaja Jatim Lewat Ajang Mister Teen

Di dalam sesi interaktif, Diah Gardenia membagikan pengetahuan tentang sejarah batik, filosofi di balik setiap motif batik, serta memperagakan teknik dasar membatik secara langsung.

Anak-anak SD ABC pun tampak antusias mengikuti sesi “beberan batik”, sebuah parade kreatif yang menampilkan beragam kain batik dari berbagai daerah Indonesia sambil memperkenalkan maknanya. Kegiatan ini mendapat sambutan positif pihak sekolah dan siswa SD ABC.

Pemenang Little Princess Indonesian Kids of the Year Nasyaluna Luvenia dalam kegiatan pelestarian batik di SD Anak Bangsa Cerdas (ABC), Taman Dayu, Pandaan, Jumat (25/7). (Foto: Istimewa)
Pemenang Little Princess Indonesian Kids of the Year Nasyaluna Luvenia dalam kegiatan pelestarian batik di SD Anak Bangsa Cerdas (ABC), Taman Dayu, Pandaan, Jumat (25/7). (Foto: Istimewa)

“Melalui kegiatan ini, kami harap bisa menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan anak-anak terhadap budaya Indonesia, khususnya batik. Semoga generasi muda kita tumbuh menjadi pelestari budaya yang membanggakan di masa depan,” ungkap Diah Gardenia selaku salah satu profesional trainer di Indonesian Development Center.

Diah Gardenia mengharapkan, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk turut mengintegrasikan pelestarian budaya ke dunia pendidikan anak sejak dini.

Bersama Indonesian Development Center program YEES Care dalam bidang edukasi dan budaya, diharapkan membawa dampak luas bagi perkembangan pendidikan anak anak dimasa mendatang. (YMP)

Kerja Sama Militer Indonesia-Singapura: Pangdam V/Brawijaya Jalin Silaturahmi Strategis

SIGAPURA-KEMPALAN : Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M. A., mengunjungi Komando Divisi 6 Markas Besar Sense and Strike (6th Division/HQ SS) di Singapura. Dengan didampingi oleh Kapok Sahli Pangdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto dan Asops Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Eko Setyawan. Kamis (23/07/2025). Kunjungan ini bertujuan mempererat kerja sama militer antara Indonesia dan Singapura. 

Di markas Divisi 6/HQ SS, Pangdam V/Brawijaya disambut oleh Brigadir Jenderal (BG) Anand Sathi Kumar. Pertemuan ini membahas strategi pertahanan modern dan pertukaran informasi intelijen. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman regional. Kedua negara berkomitmen untuk menjaga stabilitas keamanan kawasan melalui Senior Officer Visit Program (SOPV).

Selain mengunjungi Divisi 6/HQ SS, Pangdam V/Brawijaya juga bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat Singapura (Chief Of Army Singapura), Major General Cai Dexian. Pertemuan ini menjadi forum penting untuk bertukar pandangan tentang isu-isu strategis. Kedua jenderal membahas perkembangan teknologi militer dan taktik pertempuran modern.

Melalui dialog ini, Pangdam V/Brawijaya dan Kepala Staf Angkatan Darat Singapura sepakat untuk meningkatkan latihan bersama dan berbagi teknologi, bertukar wawasan tentang kekuatan militer kedua negara khususnya matra darat. Langkah ini menunjukkan dedikasi kedua negara dalam menjaga perdamaian.

Tujuan kunjungan adalah memperkuat kerja sama bilateral Indonesia-Singapura. Pertemuan membahas peningkatan kapabilitas angkatan darat, strategi latihan bersama, dan respons ancaman keamanan. Kedua pihak sepakat kolaborasi vital untuk stabilitas kawasan.

Dengan terjalinnya kerja sama yang erat ini, diharapkan Indonesia dan Singapura dapat semakin solid dalam menghadapi tantangan keamanan di kawasan. Kemitraan strategis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi stabilitas dan perdamaian regional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Peningkatan Kesehatan & Karakter Santri di Pondok Pesantren Miftahul Ula, Nglawak, Kab Nganjuk Melalui Olahraga Petanque

NGANJUK- KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (UNESA) terus memperkuat kiprahnya dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Pada Sabtu, 26 Juli 2025, tim dosen Unesa menyelenggarakan program PKM bertajuk “Peningkatan Kesehatan dan Karakter Santri melalui Olahraga Petanque” di Pondok Pesantren Miftahul Ula, Nglawak, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka secara resmi oleh pengasuh Pondok Pesantren, Prof. Dr. KH. Muhammad Toyib, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya sinergi antara pendidikan agama dan pembinaan karakter melalui aktivitas fisik.

 “Santri harus kuat secara spiritual dan jasmani. Kehadiran Unesa hari ini menjadi langkah penting dalam memperkuat dua hal tersebut,”ujar beliau.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh ketua tim PKM, Dr. Abdul Hafidz, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan dosen Fakultas Vokasi Unesa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa olahraga Petanque merupakan salah satu bentuk inovasi pendidikan karakter yang aplikatif dan menyenangkan. “Petanque mampu melatih konsentrasi, kedisiplinan, dan kerja sama tim, yang semuanya relevan dalam membangun karakter santri,” jelas Hafidz.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara pihak Unesa dan Pondok Pesantren Miftahul Ula, sebagai wujud komitmen jangka panjang untuk mendukung pembinaan karakter dan kesehatan di lingkungan pesantren.

Sesi materi inti disampaikan oleh Prof. Dr. Nurkholis, M.Pd., yang memaparkan dasar-dasar olahraga Petanque, sejarah, serta manfaatnya dalam konteks pendidikan dan pembentukan karakter. Ia menyampaikan bahwa Petanque cocok diterapkan di lingkungan pesantren karena tidak memerlukan fasilitas kompleks, mudah dipelajari, dan bisa dimainkan oleh berbagai usia.

Setelah sesi pemaparan, peserta yang terdiri dari guru-guru pesantren MA Miftahul Ula dan tamu undangan dari luar, termasuk perwakilan guru dari MAN 1 Nganjuk, mengikuti sesi praktik langsung olahraga Petanque. Kegiatan mencakup pengenalan alat, pelatihan teknik dasar, serta simulasi pertandingan dalam format regu tunggal dan ganda. Kegiatan berlangsung aktif dan antusias, dengan bimbingan langsung dari tim dosen dan mahasiswa Unesa.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi, diiringi kesan positif dari para peserta. Perwakilan dari MAN 1 Nganjuk mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini dan berharap agar pelatihan olahraga seperti Petanque dapat diperluas ke satuan pendidikan lain, termasuk madrasah.

Program ini diharapkan dapat menjadi embrio pembinaan olahraga dan karakter yang lebih sistematis di lingkungan pesantren, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan lembaga keagamaan. Melalui kegiatan ini, Unesa menunjukkan bahwa inovasi pendidikan karakter dapat dikemas secara menarik, aplikatif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.