SHANGHAI-KEMPALAN: Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menancapkan pilar internasionalisasi baru di tanah Tiongkok. Melalui kunjungan strategis ke Kampus Baoshan, Shanghai University pada 9–10 Juni 2026, FIKK Unesa berkomitmen mengadopsi keunggulan sport science Negeri Tirai Bambu demi mendongkrak daya saing pendidikan olahraga nasional di kancah global.
Langkah taktis ini mempertegas pepatah klasik “tuntutlah ilmu hingga ke negeri China”. Tiongkok saat ini merupakan episentrum kekuatan olahraga global, di mana dominasi prestasi mereka disokong kuat oleh riset, teknologi, dan ekosistem sport science yang presisi. FIKK Unesa hadir secara langsung untuk menyerap formula sukses tersebut.
Delegasi dipimpin langsung oleh Dekan FIKK Unesa, Dr. Irmantara Subagio, M.Kes., bersama Wakil Dekan II Dr. Taufiq Hidayat, M.Kes., Koorprodi S-2 Pendidikan Olahraga dan S-3 Pendidikan Jasmani Dr. Heryanto Nur Muhammad, M.Pd., dosen S-2 Manajemen Olahraga Dr. Catur Supriyanto, M.Pd., serta didampingi penerjemah Muhammad Farhan Masrur.
Pertemuan bilateral ini menghasilkan cetak biru kolaborasi akademik yang komprehensif. Kedua institusi sepakat membuka ruang bagi pertukaran mahasiswa dan dosen (joint teaching), penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi global, hingga restrukturisasi kurikulum berbasis standar internasional. Fokus utama diarahkan pada penguatan laboratorium kebugaran, manajemen industri olahraga modern, dan inovasi pendidikan jasmani.

Pada momentum tersebut, FIKK Unesa juga mempromosikan program pascasarjana unggulannya: Magister Pendidikan Olahraga, Magister Manajemen Olahraga, dan Doktor Pendidikan Jasmani sebagai basis riset bersama yang prospektif.
Selain diplomasi meja makan, delegasi Unesa meninjau langsung laboratorium performa atlet dan fasilitas mutakhir milik Shanghai University. Langkah ini krusial untuk memetakan standardisasi fasilitas yang akan diadaptasi di Indonesia.
Dekan FIKK Unesa, Irmantara Subagio, menegaskan bahwa Shanghai University dipilih karena reputasi riset olah raga dan kesehatannya yang berdampak global. Kerja sama ini menjadi katalisator penting dalam implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang visioner.
“Tiongkok adalah laboratorium hidup dari integrasi sempurna antara sains dan prestasi olahraga. Kolaborasi ini adalah langkah konkret FIKK Unesa untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pemain aktif dalam ekosistem akademik global. Kami membawa pulang metodologi terbaik untuk diterapkan di tanah air,” ujar Irmantara.
Ia menggarisbawahi bahwa kemitraan ini harus bergerak cepat dan menghasilkan luaran (output) nyata, bukan sekadar seremonial di atas kertas hitam-putih.
“Kami menargetkan program konkret seperti riset kolaboratif global dan transfer teknologi sport science dapat segera berjalan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menghadirkan kualitas pendidikan yang adaptif terhadap tren industri olahraga masa depan,” pungkasnya.
Kunjungan ke Shanghai University ini menjadi bagian dari manuver global FIKK Unesa dalam mendukung visi universitas sebagai World Class University yang unggul, tangguh, dan berdaya saing di bidang olahraga serta kesehatan. (M Fasichullisan/Ambari Taufiq).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi