Senin, 6 Juli 2026, pukul : 15:54 WIB
Surabaya
--°C

Yuga Pratisabda: NIB Jadi Syarat Penting agar UMKM Surabaya Naik Kelas

Yuga Pratisabda. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com)

SURABAYA-KEMPALAN:  Sekretaris DPD PSI Surabaya yang juga anggota Komisi B DPRD Surabaya Yuga Pratisabda menegaskan pentingnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai pintu masuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang dan memperoleh akses pembiayaan yang lebih murah. Hal itu disampaikan Yuga kepada wartawan usai mengikuti rapat di Ruang Komisi B DPRD Surabaya, Senin (6/7).

Menurut Yuga, DPD PSI Surabaya baru saja menggelar sosialisasi pengurusan NIB yang diikuti puluhan pelaku UMKM, baik yang berasal dari binaan PSI maupun anggota dan pengurus partai yang memiliki usaha.

“Memang kemarin kami mengadakan sosialisasi NIB kepada teman-teman UMKM binaan PSI. Termasuk anggota dan pengurus PSI yang memiliki usaha. Yang kami tekankan adalah pentingnya mereka tertib administrasi dengan memiliki Nomor Induk Berusaha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, NIB menjadi salah satu syarat penting agar UMKM dapat naik kelas, terutama dalam mengakses fasilitas pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dikatakan, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami bahwa kepemilikan NIB akan membuka peluang memperoleh kredit dengan bunga yang jauh lebih ringan dibandingkan skema pembiayaan lainnya.

“Kalau mengajukan KUR, salah satu syaratnya harus memiliki NIB. Memang ada pembiayaan lain seperti Mekaar atau koperasi yang tidak mensyaratkan NIB, tetapi bunganya jauh lebih tinggi, bahkan bisa mencapai sekitar 32 persen. Sedangkan KUR bunganya sekitar 11 persen. Disparitas ini harus dimanfaatkan oleh teman-teman UMKM,” katanya.

BACA JUGA  Saleh Mukadar: DPP PDIP Larang Kader Terlibat Program MBG

Dalam kegiatan tersebut, PSI juga memetakan kebutuhan para pelaku usaha sebelum melakukan pendampingan administrasi. Hasilnya, sebanyak 72 UMKM mendaftarkan diri untuk mendapatkan pendampingan pengurusan NIB secara gratis.

“Akhirnya kami kelompokkan dan kami dampingi untuk mengurus NIB. Total ada 72 UMKM yang mendaftar melalui kami agar bisa kami bantu sehingga mereka bisa naik kelas. Jangan UMKM terus,” ucapnya.

Tidak berhenti pada pengurusan NIB, PSI Surabaya juga menyiapkan pendampingan lanjutan sesuai jenis usaha masing-masing.
Bagi pelaku usaha makanan dan minuman, misalnya, pendampingan akan dilanjutkan hingga pengurusan izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), sertifikasi halal, dan berbagai perizinan lain yang diperlukan.

“Yang penting NIB dulu. Setelah itu, bagi yang bergerak di bidang makanan dan minuman bisa lanjut mengurus PIRT, halal, dan perizinan lainnya. Kami siap mendampingi semuanya,” tegasnya.

Yuga menambahkan, keberadaan NIB juga akan memudahkan para pelaku UMKM memperoleh akses terhadap berbagai program pembinaan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Surabaya.

BACA JUGA  Eksklusif Menuju Satu Abad Persebaya

Melalui sinergi dengan perangkat daerah terkait, para pelaku usaha akan didorong mengikuti pelatihan, pendampingan usaha hingga berbagai pameran dan kegiatan promosi.

“Kalau nanti ada program dari Pemerintah Kota Surabaya, termasuk dari dinas yang membina UMKM, baik pelatihan, pendampingan maupun event, mereka bisa kami ikutkan. Jadi sinergi antara Pemerintah Kota Surabaya dengan PSI Surabaya bisa berjalan,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses pengurusan, PSI Surabaya akan mengumpulkan seluruh berkas persyaratan peserta sebelum menghadirkan petugas dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar penerbitan NIB dapat dilakukan secara langsung di lokasi.

“Kami sudah sosialisasikan tata caranya, kemudian persyaratannya kami kolektifkan. Nanti kami buat satu kegiatan lagi dengan mengundang DPMPTSP supaya proses penerbitan NIB bisa langsung dilakukan di tempat,” ungkapnya.

Ia memastikan pendampingan tersebut terbuka bagi seluruh jenis usaha, mulai dari toko, perdagangan, katering hingga sektor usaha lainnya. Meski demikian, beberapa bidang usaha seperti katering memiliki tahapan perizinan lanjutan yang berbeda.

“Semuanya gratis. Tidak dipungut biaya. Karena ini memang untuk membantu teman-teman UMKM agar lebih mudah berkembang,” tandasnya. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.