Jumat, 3 Juli 2026, pukul : 18:06 WIB
Surabaya
--°C

Eksklusif Menuju Satu Abad Persebaya

Mural Jalanan, Bakar Emosi Jiwa Menuju Satu Abad Green Force

SURABAYA-KEMPALAN : Rangkaian menuju satu abad Persebaya Surabaya bukan cuma soal strategi di atas lapangan hijau. Ada seni yang menghidupkan tembok-tembok kota, membakar emosi jiwa para penggemar fanatik Green Force, dan menggerakkan roda ekonomi kreatif.

Menjelang perayaan seratus tahun atau satu abad Persebaya Surabaya pada 18 Juni 2027 mendatang, manajemen Bajul Ijo tak pernah kehabisan akal membakar semangat Bonek dan Bonita. Jika urusan taktik dan strategi di lapangan hijau diserahkan kepada sang arsitek ulung, maka urusan di luar lapangan—di tembok-tembok ruang terbuka—diserahkan kepada para seniman kuas yang menari dengan gaya khas mereka.

Salah satu wujud nyata dari strategi ini adalah Citicon Green Day Mural Edition, kolaborasi apik antara Citicon dan Persebaya yang memberikan ruang luas bagi komunitas suporter untuk mengekspresikan kecintaan terhadap Bajol Ijo melalui karya visual yang kreatif dan inspiratif .

Goresan Sejarah di Dinding Kota

Dari sembilan karya yang ditampilkan, Ary Armando dari komunitas Tribun Timur berhasil meraih predikat Juara Favorit Citicon. Atas pencapaian tersebut, Ary berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp3 juta .

Dalam muralnya, Ary mengangkat tema HUT Persebaya ke-99 Tahun. Menurut pria berusia 51 tahun asal Simolawang, Surabaya Utara ini, angka 99 memiliki makna istimewa karena mencerminkan perjalanan panjang klub yang penuh sejarah, perjuangan, dan kebanggaan .

“Saya memilih tema HUT Persebaya 99 Tahun karena angka ini sangat spesial. Persebaya telah melewati perjalanan panjang dan menjadi bagian penting dari sejarah sepak bola Indonesia,” jelas Ary .

BACA JUGA  UNESA Petanque Tournament 2026: Spektakuler di Lahan Internasional, Sumenep Berburu Generasi Emas

Melalui sapuan kuasnya, Ary ingin menggambarkan semangat satu abad menuju Persebaya. Ia menampilkan perpaduan unsur sejarah, identitas klub, serta semangat generasi suporter yang terus menjaga eksistensi Bajol Ijo hingga hari ini .

“Melalui mural ini saya ingin menunjukkan bahwa Persebaya terus hidup dan berkembang bersama Bonek dan Bonita. Semangatnya terus diwariskan dari generasi ke generasi,” tambahnya .

Dampak Sosial: Lebih dari Sekadar Cat Tembok

Kehadiran mural-mural Persebaya di sudut-sudut kota Surabaya bukan sekadar hiasan. Fenomena ini membawa dampak sosial yang signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa mural yang dibuat oleh Bonek merepresentasikan tekanan hidup warga Surabaya yang semakin padat, menjadikan Persebaya sebagai harga diri dan sandaran harapan bagi mereka yang sebagian besar adalah kelas pekerja .

Mural menjadi medium ekspresi identitas dan kuasa fanatisme sepak bola. Lebih dari itu, ini adalah ruang publik yang direbut kembali untuk menyuarakan kebanggaan dan solidaritas . Seperti yang diungkapkan Ary, kolaborasi ini memberi kesempatan bagi para seniman untuk menunjukkan karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas .

Dampak Ekonomi Kreatif: Menghidupi Seniman Jalanan

Di balik setiap goresan mural, ada denyut ekonomi kreatif yang bergerak. Lomba seperti Citicon Green Day Mural Edition tidak hanya memberikan hadiah finansial bagi para pemenang, tetapi juga membuka ruang bagi seniman untuk mendapatkan apresiasi dan pengakuan.

Proses pengerjaan mural yang berlangsung berhari-hari—Ary mengaku butuh sekitar tiga hari dengan tantangan cuaca yang berubah-ubah—melibatkan biaya untuk cat, perlengkapan, dan tenaga . Kegiatan ini menciptakan permintaan akan jasa seni, mendorong kolaborasi antar komunitas, dan pada akhirnya menggerakkan sektor ekonomi informal di sekitar seni jalanan .

BACA JUGA  Laut Itu Dalam dan Gelap, Dokter Hisnindarsyah Menerangi dengan Literasi

Sales & Marketing Manager Citicon, Tyo Kuncoro, memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini.

“Kami sangat mengapresiasi semangat, kreativitas, dan dedikasi seluruh peserta. Setiap karya memiliki karakter dan cerita yang kuat tentang kecintaan terhadap Persebaya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah bagi komunitas untuk berkarya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang selama ini menjadi identitas Persebaya dan masyarakat Surabaya,” ujarnya .

Menuju Satu Abad: Api yang Tak Padam

Rangkaian menuju satu abad Persebaya ini menunjukkan bahwa klub berjuluk Bajul Ijo ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan memberikan kado istimewa berupa pembangunan tiga mural perjalanan 99 tahun Persebaya di kawasan Jalan Yono Suwoyo dan tuntasnya revitalisasi kompleks bersejarah Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya .

“Saya ingin meninggalkan warisan bahwa siapa pun yang menjadi Wali Kota Surabaya nantinya harus dekat dengan Persebaya dan tidak boleh menjaga jarak. Sebab Persebaya sudah menjadi bagian dari Surabaya dan menjadi kebanggaan masyarakat kota ini,” tegas Eri Cahyadi .

Satu abad bukanlah angka biasa. Ini adalah tonggak sejarah yang menandai perjalanan panjang sebuah klub yang lahir dari semangat perlawanan terhadap dominasi kolonial pada tahun 1927 . Kini, semangat itu terus hidup tidak hanya melalui gemuruh tribun, tetapi juga melalui sapuan kuas para seniman tembok yang menari di ruang-ruang publik Surabaya.

Selamat menuju satu abad, Green Force! Emosi jiwamu takkan pernah padam!(Ambari Taufiq -M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.