Jumat, 3 Juli 2026, pukul : 15:09 WIB
Surabaya
--°C

Muswil ICMI Jawa Timur 2026: Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif

SURABAYA-KEMPALAN: Di tengah derasnya arus disrupsi global, melemahnya kepercayaan publik terhadap institusi, serta menguatnya polarisasi sosial dan politik, bangsa Indonesia membutuhkan lebih banyak cahaya pemikiran daripada kegaduhan. Bangsa ini membutuhkan kaum intelektual yang tidak hanya cakap melahirkan gagasan, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi solusi bagi masyarakat.

Semangat itulah yang melandasi penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) ICMI Jawa Timur Tahun 2026 yang akan digelar pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Gedung Plaza Airlangga, Kampus C Universitas Airlangga, Mulyorejo, Merr, Surabaya, dengan mengusung tema:

“Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif.”

Ketua Steering Committee (SC), Prof. Annis Catur Adi, menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan panggilan bagi para cendekiawan untuk kembali mengambil peran strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Menurutnya, ICMI harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC), Imam Budi Utomo, menyampaikan bahwa Muswil tahun ini dirancang bukan sekadar sebagai agenda organisasi, melainkan sebagai forum konsolidasi pemikiran yang mempertemukan akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, dan komunitas lintas agama dalam membangun masa depan Jawa Timur dan Indonesia.

BACA JUGA  BPN Siap Ukur 80 Persil Kedung Cowek, SHM Segera Diproses

Muswil akan dibagi dalam dua rangkaian kegiatan.

Pukul 08.00–12.00 WIB akan diselenggarakan Seminar Nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dengan perspektif yang saling melengkapi.

Prof. Arief Satria, Ketua Umum ICMI Pusat sekaligus Kepala BRIN, akan mengupas tantangan ICMI ke depan serta pentingnya memperkuat budaya riset agar hasil-hasil keilmuan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi menjadi fondasi kebijakan dan pembangunan bangsa.

Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur, akan memaparkan bagaimana ICMI Jawa Timur dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik yang berbasis ilmu pengetahuan, data, dan kepentingan masyarakat.

Dari perspektif akademik, Prof. Nafik Hadi Ryandono, Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Airlangga, akan mengajak peserta merefleksikan kembali posisi ICMI sebagai komunitas intelektual yang dituntut melahirkan solusi, membangun etika publik, serta menjadi suluh peradaban di tengah krisis multidimensi yang dihadapi bangsa.

Seminar juga menghadirkan Dr. Daniel Rohi, Ketua Umum Persatuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) Jawa Timur. Kehadirannya menjadi penegasan bahwa membangun peradaban adalah kerja kolaboratif. Dialog lintas agama dan lintas komunitas intelektual menjadi modal penting dalam menghadirkan rekomendasi kebijakan yang lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

BACA JUGA  Studi Pemerintah Ungkap Sekitar 350.000 Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokaina

Selanjutnya, pukul 12.00–17.00 WIB, Muswil akan memasuki agenda organisasi berupa penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan ICMI Jawa Timur masa khidmat 2021–2026, sekaligus pemilihan Ketua Umum dan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.

Ketua Umum ICMI Jawa Timur periode 2021–2026, Ulul Albab, bersama Sekretaris Pitono Nugroho, akan memaparkan capaian organisasi selama lima tahun terakhir sebagai pijakan bagi kepengurusan berikutnya untuk memperkuat kualitas organisasi dan memperluas kontribusi ICMI terhadap pembangunan daerah maupun nasional.

Muswil ini diharapkan menghasilkan kepemimpinan baru yang mampu menjaga marwah ICMI sebagai rumah besar kaum intelektual Muslim sekaligus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lintas agama.

Lebih dari sekadar memilih ketua baru, Muswil ICMI Jawa Timur 2026 merupakan momentum memperteguh komitmen bahwa ilmu pengetahuan harus hadir untuk memuliakan manusia, memperkuat persatuan, dan membangun peradaban yang inklusif, berkeadilan, serta transformatif.

Ketika intelektual memilih hadir di tengah persoalan rakyat, ketika ilmu pengetahuan diterjemahkan menjadi kebijakan, dan ketika kolaborasi mengalahkan sekat-sekat perbedaan, di situlah ICMI menjalankan perannya sebagai suluh peradaban.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.