Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno bersama tim PDAM turun langsung ke kawasan Gebang Lor yang belum menikmati aliran air bersih, Kamis (2/7). (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).
SURABAYA-KEMPALAN: Sebanyak 10 rumah di kawasan Gebang Lor, Surabaya, hingga kini belum menikmati layanan air bersih dari Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM) karena jaringan pipa utama belum menjangkau permukiman tersebut. Selama ini warga mengandalkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli air dari pedagang keliling saat kualitas air sumur memburuk.
Persoalan tersebut mendapat perhatian Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya.Anas Karno. Menindaklanjuti aspirasi warga yang diterima saat kegiatan reses, Anas berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada Achmad Prihadi.
Sebagai tindak lanjut, Anas Karno bersama tim PDAM turun langsung ke lokasi pada Kamis (2/7) untuk melakukan survei lapangan, pengukuran, serta kajian teknis sebagai langkah awal penyediaan jaringan air bersih bagi warga.
Ketua RT 01 Gebang Lor Winarsih mengatakan, sedikitnya 10 rumah masih belum dapat menikmati layanan PDAM karena posisi jaringan pipa utama berada cukup jauh dari permukiman.
“Harapan kami tentu bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Selama ini kami menggunakan air sumur, tetapi kualitasnya tidak selalu baik. Warga berharap ada solusi agar bisa mendapatkan akses air bersih yang lebih layak,” ujar Winarsih.
Menurutnya, pipa utama PDAM diperkirakan berjarak sekitar 200 meter dari rumah-rumah warga yang belum terlayani. Kondisi tersebut membuat biaya pembangunan jaringan distribusi menuju permukiman menjadi cukup besar.
Selain mengandalkan air sumur, warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan ketika kualitas air berubah keruh.
“Kalau air sumur keruh, warga membeli air untuk kebutuhan mandi. Sedangkan untuk memasak, biasanya membeli air dari pedagang yang berkeliling menggunakan gerobak. Tentunya ini menambah beban pengeluaran rumah tangga,” katanya.
Menanggapi kondisi itu, Anas Karno menegaskan akses air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian pemerintah.
“Kami menerima keluhan warga saat reses dan hari ini langsung kami tindak lanjuti bersama PDAM dengan melihat kondisi di lapangan. Harapannya ada solusi yang segera direalisasikan agar warga bisa memperoleh akses air bersih yang lebih baik. Pemerintah Kota Surabaya juga memiliki target seluruh rumah dapat terlayani jaringan PDAM,” kata Anas.
Ia menjelaskan, hasil survei dan pengukuran yang dilakukan tim PDAM akan menjadi dasar dalam menentukan langkah teknis berikutnya, termasuk kemungkinan pembangunan pipa tersier serta kebutuhan anggaran.
“PDAM sudah melakukan pengukuran dan kajian teknis. Kami akan mengawal proses ini agar aspirasi warga tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, tim PDAM melakukan pemetaan jalur pipa, mengukur jarak jaringan eksisting, serta menghitung kebutuhan teknis dan estimasi anggaran apabila dilakukan pengembangan jaringan menuju permukiman warga.
Warga berharap hasil kajian tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga rumah-rumah yang selama ini bergantung pada air sumur dan air yang dibeli dari pedagang keliling dapat memperoleh layanan air bersih PDAM secara berkelanjutan. (Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi