Karya ini cukup banyak digunakan sebagai referensi dalam kajian komunikasi korporat dan public relations karena menghubungkan teori framing dengan praktik reputasi perusahaan.
Oleh: Masayu Indriaty Susanto
KEMPALAN: Di era digital, reputasi perusahaan tidak lagi dibangun hanya melalui kualitas produk atau besarnya bisnis. Namun, reputasi justru dibentuk oleh cara sebuah perusahaan mengelola komunikasi, termasuk membangun persepsi, dan mengendalikan narasi di ruang publik.
Dalam situasi ketika opini publik dapat berubah hanya karena satu pemberitaan, satu unggahan media sosial, atau satu krisis yang viral, reputasi menjadi aset yang paling rentan. Sekaligus paling berharga. Inilah konteks yang dibahas secara tajam dalam buku “Corporate Reputation Framing” karya Dr Hifni Alifahmi.
Buku ini menawarkan satu gagasan utama yang relevan dengan dunia komunikasi modern: reputasi bukan sesuatu yang muncul secara alami, tetapi sesuatu yang dibentuk melalui strategi komunikasi yang terencana.
Publik tidak selalu menilai perusahaan berdasarkan fakta mentah, melainkan berdasarkan bagaimana fakta tersebut disampaikan, dibingkai, dan dipahami. Karena itu, komunikasi korporat bukan lagi sekadar aktivitas publikasi atau hubungan media, melainkan bagian dari strategi bisnis itu sendiri.
Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada pembahasannya mengenai konsep framing. Bahwa konsep yang awalnya banyak digunakan dalam studi media dan jurnalistik ini dijelaskan sebagai cara memilih sudut pandang dalam menyampaikan realitas.
Dalam konteks korporasi, framing digunakan untuk membangun cara pandang publik terhadap perusahaan. Sebuah persoalan dapat dipersepsikan sebagai krisis besar atau justru sebagai momentum transformasi, hal ini tergantung bagaimana perusahaan mengelola komunikasinya.
Melalui pendekatan ini, Dr Hifni Alifahmi menunjukkan, reputasi tidak hanya berkaitan dengan citra positif, tetapi juga kemampuan perusahaan mengelola makna.
Perusahaan yang berhasil bukan selalu perusahaan tanpa masalah, melainkan perusahaan yang mampu menjaga kepercayaan publik ketika menghadapi suatu masalah. Di titik inilah komunikasi menjadi alat strategis untuk mempertahankan legitimasi.
Buku ini juga membahas konsep reframing, yaitu upaya mengubah cara publik memahami suatu situasi tanpa harus mengubah seluruh realitas yang ada.
Reframing penting terutama dalam situasi krisis, rebranding, atau transformasi organisasi. Perusahaan juga perlu membangun narasi baru agar publik melihat perubahan sebagai proses yang kredibel, bukan sekadar pencitraan.
Selain framing dan reframing, buku ini mengulas hubungan antara reputasi, branding, public relations, dan komunikasi korporat secara lebih luas. Reputasi dipahami sebagai hasil akumulasi pengalaman, informasi, dan persepsi publik yang berlangsung dalam jangka panjang.
Karena itu, reputasi tak bisa dibangun secara instan melalui iklan atau kampanye sesaat. Ia membutuhkan konsistensi komunikasi dan kesesuaian antara pesan dengan tindakan perusahaan.
Secara gaya penulisan, buku ini menggunakan bahasa yang relatif ringan untuk topik yang cukup kompleks. Pembahasannya tidak terlalu teoritis, tetapi tetap memiliki dasar akademik yang kuat.
Hal ini membuat buku itu bisa dibaca tidak hanya oleh akademisi komunikasi, tetapi juga praktisi public relations, mahasiswa, hingga profesional bisnis yang ingin memahami pentingnya pengelolaan reputasi di era media digital.
Pada akhirnya, buku Corporate Reputation Framing ini memperlihatkan bahwa pertarungan terbesar perusahaan modern bukan hanya soal pasar atau produk, melainkan soal persepsi.
Di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat, perusahaan dituntut tidak hanya mampu bekerja dengan baik, tapi juga mampu menjelaskan dirinya secara tepat kepada publik. Reputasi, dalam konteks ini, adalah hasil dari kemampuan mengelola komunikasi secara strategis, konsisten, dan meyakinkan.
Dr Hifni Alifahmi dikenal sebagai salah satu tokoh komunikasi korporat dan public relations di Indonesia dengan pengalaman professional lebih dari 30 tahun.
Hifni memiliki latar belakang profesional yang kuat di bidang komunikasi strategis, terutama dalam praktik hubungan masyarakat (public relations), corporate branding, dan manajemen reputasi.
Selama 11 tahun sebagai praktisi public relations di Indofood dan 4 tahun sebagai corporate secretary di perbankan. Lalu migrasi menjadi konsultan dan akademisi lebih dari 15 tahun.
Pendidikan strata satu hingga doktoralnya ditempuh di Universitas Indonesia. Saat ini, Dr Hifni Alifahmi adalah akademisi di Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid Jakarta.
Dalam dunia komunikasi Indonesia, namanya dikenal karena pendekatannya yang menggabungkan perspektif akademik dengan pengalaman praktis di industri.
Pemikirannya banyak menyoroti bagaimana perusahaan membangun legitimasi publik melalui pengelolaan narasi, media, dan persepsi.
Melalui karya-karyanya, Hifni Alifahmi sering menempatkan komunikasi bukan sekadar alat promosi, tetapi sebagai instrumen strategis dalam membangun kepercayaan publik dan keberlanjutan institusi.
Pendekatan ini membuat gagasannya relevan tidak hanya untuk praktisi PR, tetapi juga untuk studi komunikasi kontemporer, terutama komunikasi organisasi dan komunikasi krisis.
Salah satu karya yang paling dikenal adalah buku Corporate Reputation Framing: Strategi Komunikasi Korporat dan Transformasi Reputasi. Buku ini membahas bagaimana perusahaan dapat membangun dan mengelola reputasi melalui strategi framing komunikasi, branding, dan reframing narasi publik.
Karya ini cukup banyak digunakan sebagai referensi dalam kajian komunikasi korporat dan public relations karena menghubungkan teori framing dengan praktik reputasi perusahaan.
Pemikiran Hifni Alifahmi menjadi menarik karena melihat reputasi sebagai “arena pertarungan makna”.
Dalam pandangannya, reputasi perusahaan tidak terbentuk secara otomatis, tetapi dikonstruksi melalui komunikasi yang konsisten, terencana, dan mampu membangun kepercayaan publik dalam jangka panjang.
*) Masayu Indriaty Susanto, Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjajaran

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi