KEMPALAN: Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) pada Sabtu (2/5) mengatakan sedang bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk memahami keputusan Washington menarik pasukan dari Jerman, di tengah meningkatnya ketegangan baru antara AS dan Jerman terkait krisis Timur Tengah.
Langkah tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik Kanselir Jerman Friedrich Merz atas pernyataan sang kanselir bahwa Iran sedang “mempermalukan” Washington dalam negosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Pada Jumat (1/5), Pentagon mengatakan sedang merencanakan penarikan sekitar 5.000 tentara AS dari Jerman.
Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan dalam sebuah unggahan di platform media sosial X bahwa aliansi tersebut “sedang bekerja sama dengan AS untuk memahami rincian keputusan mereka terkait penempatan kekuatan di Jerman.”
Menurut Hart, penyesuaian ini menyoroti bahwa Eropa perlu terus meningkatkan investasi pertahanannya dan mengambil porsi tanggung jawab yang lebih besar bagi keamanan bersama. Dia menyebutkan bahwa negara-negara sekutu telah sepakat untuk menginvestasikan 5 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Hart menambahkan bahwa NATO tetap yakin pada kemampuannya dalam melakukan penangkalan dan pertahanan seiring langkah aliansi itu bergerak menuju apa yang dia sebut sebagai “Eropa yang lebih kuat di dalam NATO yang lebih kuat.”

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi