Minggu, 17 Mei 2026, pukul : 06:42 WIB
Surabaya
--°C

LaNyalla Pimpin Kembali PB Muaythai: Misi ” Satu Komando dan Target Emas Olimpiade 2032!

JAKARTA-KEMPALAN :: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali mengukuhkan dominasinya di kancah olahraga beladiri nasional. Melalui proses yang berjalan cepat dan solid, Senator asal Jawa Timur ini terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) masa bakti 2026-2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Kemenangan mutlak ini bukan sekadar seremoni. Dukungan bulat dari seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) se-Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa “Gerbong LaNyalla” masih dianggap sebagai nahkoda paling kompeten untuk membawa Muaythai Indonesia berbicara banyak di level dunia.
Ketegasan Organisasi: Tanpa Ampun bagi Penunggang Kepentingan
Usai dikukuhkan oleh Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo, LaNyalla langsung melempar pesan tajam. Ia menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya akan berbasis pada integritas absolut dan sistem “Satu Komando”.
“Fokus kita adalah memperkuat tata kelola dan menjaga soliditas. Saya ingatkan, jangan ada yang memanfaatkan organisasi ini untuk kepentingan pribadi. Kita sudah membentuk Badan Yudisial (Komite Disiplin, Banding, dan Etik). Aturan akan ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas LaNyalla dengan nada bicara yang lugas.
Langkah ini diambil setelah adanya perubahan AD/ART dalam Munaslub sebelumnya, yang memberikan mandat kepada organisasi untuk bergerak lebih lincah namun tetap dalam koridor hukum yang ketat.
Misi Besar: Menuju Panggung Olimpiade 2032


Restu dan harapan besar datang dari KONI Pusat. Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo memuji kecepatan proses aklamasi ini sebagai bukti organisasi yang sangat sehat. Namun, ia juga memberi tantangan berat: Muaythai harus menjadi mesin pencetak medali di Olimpiade Australia 2032.
“Output-nya harus jelas, yakni juara dunia. Kita targetkan Indonesia masuk peringkat 10 besar dunia, dan Muaythai wajib mengambil bagian dalam sejarah itu, terutama menyongsong Australia 2032,” ujar Soedarno.
Agenda Terdekat
Di bawah kepemimpinan baru ini, PB.MI langsung tancap gas. Sederet agenda krusial sudah menanti, mulai dari persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, Kejuaraan Nasional 2026, hingga misi mempertahankan gengsi di SEA Games Malaysia 2027.
Munas IV ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan momentum konsolidasi besar-besaran untuk memastikan Muaythai bukan lagi sekadar olahraga partisipan, melainkan cabang olahraga yang disegani dan ditakuti di kancah internasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Respons Mode AI sudah siap
6xa3

———- Forwarded message ———
Dari: ambari taufiq taufiqarena@gmail.com
Date: Sab, 11 Apr 2026 22.15
Subject: Muaythai lanyala
To: Ambari Taufiq taufiqambari@gmail.com, ambari taufiq taufiqarena@gmail.com

LaNyalla Pimpin Kembali PB Muaythai: Misi ” Satu Komando dan Target Emas Olimpiade 2032!

JAKARTA-KEMPALAN :: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti kembali mengukuhkan dominasinya di kancah olahraga beladiri nasional. Melalui proses yang berjalan cepat dan solid, Senator asal Jawa Timur ini terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) masa bakti 2026-2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Kemenangan mutlak ini bukan sekadar seremoni. Dukungan bulat dari seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) se-Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa “Gerbong LaNyalla” masih dianggap sebagai nahkoda paling kompeten untuk membawa Muaythai Indonesia berbicara banyak di level dunia.
Ketegasan Organisasi: Tanpa Ampun bagi Penunggang Kepentingan
Usai dikukuhkan oleh Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo, LaNyalla langsung melempar pesan tajam. Ia menegaskan bahwa periode kedua kepemimpinannya akan berbasis pada integritas absolut dan sistem “Satu Komando”.
“Fokus kita adalah memperkuat tata kelola dan menjaga soliditas. Saya ingatkan, jangan ada yang memanfaatkan organisasi ini untuk kepentingan pribadi. Kita sudah membentuk Badan Yudisial (Komite Disiplin, Banding, dan Etik). Aturan akan ditegakkan tanpa pandang bulu,” tegas LaNyalla dengan nada bicara yang lugas.
Langkah ini diambil setelah adanya perubahan AD/ART dalam Munaslub sebelumnya, yang memberikan mandat kepada organisasi untuk bergerak lebih lincah namun tetap dalam koridor hukum yang ketat.
Misi Besar: Menuju Panggung Olimpiade 2032
Restu dan harapan besar datang dari KONI Pusat. Mayjen TNI (Purn.) Soedarmo memuji kecepatan proses aklamasi ini sebagai bukti organisasi yang sangat sehat. Namun, ia juga memberi tantangan berat: Muaythai harus menjadi mesin pencetak medali di Olimpiade Australia 2032.
“Output-nya harus jelas, yakni juara dunia. Kita targetkan Indonesia masuk peringkat 10 besar dunia, dan Muaythai wajib mengambil bagian dalam sejarah itu, terutama menyongsong Australia 2032,” ujar Soedarmo.
Agenda Terdekat
Di bawah kepemimpinan baru ini, PB.MI langsung tancap gas. Sederet agenda krusial sudah menanti, mulai dari persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri, Kejuaraan Nasional 2026, hingga misi mempertahankan gengsi di SEA Games Malaysia 2027.
Munas IV ini bukan sekadar pergantian pengurus, melainkan momentum konsolidasi besar-besaran untuk memastikan Muaythai bukan lagi sekadar olahraga partisipan, melainkan cabang olahraga yang disegani dan ditakuti di kancah internasional.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.