Selat Hormus tidak ada negosiasi untuk kapal Amerika dan Israel, “Hilangnya kendali atas Selat Hormuz bagi Amerika bisa seperti hilangnya kendali Inggris atas Terusan Suez pada tahun 1956.”
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Api perlawanan menyala di Amerika Serikat, pantauan internet: “Sabtu siang, 28 Maret 2026”, terpantau demo di Amerika hampir di seluruh negara bagian dengan suara yang sama:
“We the People, Not the King”; “Democracy, Not Monarchy”; “The Constitution Has No Throne”.
(“Kami Rakyat, Bukan Raja”; “Demokrasi, Bukan Monarki”; “Konstitusi Tidak Memiliki Takhta”.).
No King, King is Death. (Tidak ada Raja, Raja adalah Kematian).
Rakyat Amerika menggelar protes besar-besaran menentang sang Presiden mulai jadi raja. Demo juga menentang perang dengan Iran, dengan argumen utama bahwa konflik tersebut melanggar Konstitusi AS dan tidak mencerminkan aspirasi rakyat.
Bahwa rakyat AS “tidak menginginkan perang ini dan tidak pernah memintanya”.
Aksi demonstrasi telah berlangsung di lebih dari 50 kota besar di AS, termasuk New York, Washington DC, Los Angeles, dan Chicago, sejak awal Maret 2026.
Diperkirakan sekitar 8 juta warga turun ke jalan dalam aksi bertajuk “No Kings” pada 28 Maret 2026, menjadikannya salah satu gelombang protes terbesar terhadap Presiden Donald Trump sejak ia kembali menjabat.
Para demonstran membawa poster bertuliskan “Hands off Iran” dan “No New U.S. War in the Middle East” (“Jangan ganggu Iran dan tidak ada perang baru AS di Timur Tengah”) serta menuntut pemerintahan Trump segera mengakhiri perang tersebut.
Gelombang protes ini diperparah oleh melonjaknya harga minyak, biaya hidup, dan kebijakan imigrasi agresif, yang mendorong tingkat kepuasan publik terhadap Trump anjlok menjadi fenomena terburuk bagi Trump.
Rakyat Amerika minta perang dengan Iran segera diakhiri, sementara Iran masih kukuh pada sikapnya, perang bisa dihentikan dengan syarat:
– Penghentian total agresi dan pembunuhan oleh musuh (AS dan Israel).
– Menjamin perang tidak akan terulang lagi terhadap Republik Islam Iran di masa depan.
– Pembayaran ganti rugi perang dan reparasi yang dijamin serta didefinisikan secara jelas atas kerusakan yang diderita.
– Penghentian perang di semua front dan untuk semua kelompok perlawanan (proksi Iran) yang terlibat di seluruh wilayah Timur Tengah.
– Pengakuan atas hak-hak sah Iran, termasuk hak nuklir dan kedaulatannya, sebagai prasyarat diplomatik.
Selat Hormus tidak ada negosiasi untuk kapal Amerika dan Israel, “Hilangnya kendali atas Selat Hormuz bagi Amerika bisa seperti hilangnya kendali Inggris atas Terusan Suez pada tahun 1956.”
Di jalanan seperti dimuat Al Jazeera, pengunjuk rasa juga mendesak agar Donald Trump segera dimakzulkan.
Aksi demonstrasi bertema No Kings ini menjadi yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat selama menjadi salah satu negara demokrasi tertua di dunia.
Demo melawan penguasa tiran bisa menjalar ke belahan negara lain, dan bisa menjalar ke Indonesia kalau penguasa berubah menjadi raja tiran.
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi