Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 09:33 WIB
Surabaya
--°C

Maestro di Balik Rumput Hijau: H. Subandi, Sang Bupati ‘Gila Bola’ yang Menyulap Desa Jadi Markas Champions!

SIDOARJO – KEMPALAN: Jika Anda mengira kesibukan memimpin Kabupaten Sidoarjo membuat H. Subandi, SH., M.Kn. menjauh dari rumput hijau, Anda keliru besar. Di balik kemeja dinasnya, tersimpan jiwa seorang “maniak bola” yang tak pernah padam. Bukan sekadar mencari keringat, Subandi adalah personifikasi nyata dari “Bupati Sepak Bola” Indonesia.
Tendangan ‘Geledek’ Khas Roberto Carlos
Setiap pekan, atmosfer di Stadion Gelora Delta atau Jenggolo mendadak riuh. Di sana, sang Bupati tidak duduk manis di tribun VVIP, melainkan berjibaku di jantung pertahanan lawan. Mengenakan jersey kebanggaan, Subandi memamerkan skill yang mengundang decak kagum. Sebagai pengagum berat legenda Brasil, Roberto Carlos, ia memiliki senjata rahasia: tendangan kaki kiri ‘geledek’ yang kerap merobek jala gawang.
“Sepak bola itu napas saya. Sejak era Pabean FC Sedati, saya sudah jadi pemain inti. Sekarang, meski memimpin daerah, kaki ini tetap gatal kalau tidak menyentuh si kulit bundar,” ujar Subandi sembari menyeka keringat dengan raut wajah puas.

Revolusi Cahaya: 17 Lapangan Desa Berstandar ‘Eropa’


Dedikasi Subandi bukan sekadar hobi. Lewat tangan dinginnya, Sidoarjo melakukan lompatan infrastruktur yang jarang ditemukan di daerah lain. Melalui program blusukan sportivitas, ia telah menyulap 17 lapangan desa menjadi berstandar tinggi, lengkap dengan lampu penerangan stadion yang mumpuni.
Mulai dari Lapangan Desa Pabean (Sedati), Klopo Sepuluh (Sukodono), Bungurasih (Waru), hingga Kepuh Kiriman; desa-desa ini kini memiliki stadion mini yang “hidup” hingga larut malam.
“Dulu, lapangan desa kalau malam gelap gulita dan rentan kegiatan negatif. Sekarang? Anak muda bisa main bola malam hari dengan fasilitas lampu rasa liga profesional. Ini cara saya menjauhkan generasi muda dari gadget dan bahaya narkoba,” tegasnya penuh semangat.


Diplomasi Sepak Bola: Dari Legenda hingga Nasional


Di lapangan, Subandi adalah magnet. Ia kerap beradu taktik dengan para legenda hidup Indonesia seperti Yusuf Ekodono, Uston Nawawi, Anang Ma’ruf, hingga Mat Halil. Bagi Subandi, sepak bola adalah alat diplomasi paling jujur untuk merangkul BUMD, BUMN, hingga kepala daerah se-Indonesia.
“Di lapangan, tidak ada sekat antara Bupati dan warga. Kita semua setara dalam keringat. Ini kunci stamina saya tetap prima untuk mengurus pemerintahan seharian penuh,” tambah pria yang juga kerap terlihat ‘nribun’ saat Persebaya atau Timnas berlaga ini.


Gelora Delta: Panggung Asia di Piala AFF U-17 2026


Kecintaan Subandi membawa berkah internasional bagi Sidoarjo. Berkat perawatan infrastruktur yang ia kawal ketat, Stadion Gelora Delta kini berdiri megah dan siap menjadi home base utama gelaran Piala AFF U-17 pada akhir April 2026.
Kondisi rumput dan fasilitas penunjang dikabarkan sudah 100% prima, siap menyambut talenta muda terbaik se-Asia Tenggara.
“Sidoarjo adalah rumah sepak bola. Kami siap membuktikan bahwa dari desa-desa yang terang benderang dan stadion yang terawat, akan lahir kejayaan sepak bola Indonesia. Selamat datang di Sidoarjo, surganya sepak bola!” pungkas sang Bupati dengan senyum khasnya.(Ambari Taufiq /M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.