Jumat, 12 Juni 2026, pukul : 14:53 WIB
Surabaya
--°C

Cahaya Iman di Balik Sunyi: Syiar Al-Qur’an Isyarat UNESA, Jalan Surga bagi Mahasiswa Disabilitas


SURABAYA – KEMPALAN : Gema solawat mungkin tak terdengar lewat suara di sudut Masjid Baitul Makmur, Kampus 1 UNESA Ketintang. Namun, getaran iman terasa begitu kuat melalui gerak jemari yang menari, mengeja ayat-ayat suci. Di tengah riuh rendah suasana Ramadhan 1447 H , Universitas Negeri Surabaya (UNESA) membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk merengkuh ridlo Illahi.

Meski bukan berstatus sebagai perguruan tinggi berbasis Islam, UNESA semakin mengukuhkan jati dirinya sebagai Rumah Ramah Disabilitas. Melalui program Ngaji Al-Qur’an Isyarat, kampus ini memberikan wadah eksklusif bagi mahasiswa disabilitas dan para relawan untuk mendalami kitab suci dengan cara yang istimewa.

Memakmurkan Masjid dengan Bahasa Kalbu

Kegiatan yang berlangsung selama bulan suci Ramadhan ini rutin digelar dua kali dalam sepekan, yakni pada Senin dan Kamis. Setiap pertemuannya dirancang dengan kurikulum yang mendalam namun inklusif:

  • Senin & Kamis: Diawali belajar Alqur’an Isyarat di lanjutkan dengan Kultum Islami yang disampaikan oleh pakar dan ustaz kompeten. Uniknya, seluruh tausiyah diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat secara langsung, memastikan pesan dakwah sampai ke relung hati para jamaah disabilitas.
  • Materi Berjenjang: Setiap harinya menyajikan materi yang berbeda, mulai dari teknik dasar isyarat hijaiyah hingga pendalaman makna ayat.
  • Ibadah Berjamaah: Kegiatan ditutup dengan Buka Puasa Bersama yang penuh kehangatan, dilanjutkan dengan shalat Magrib berjamaah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah.
BACA JUGA  Langgar Ketentuan, PKL di Jalan Gembong Tebasan Ditertibkan

Jembatan Menuju Surga

Program ini bukan sekadar aktivitas akademik atau sosial semata, melainkan manifestasi dari nilai-nilai spiritual yang tinggi. Sebagaimana pesan mulia dalam hadis riwayat Imam Muslim:

“Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim: 2699).

Bagi mahasiswa disabilitas di UNESA, setiap gerak isyarat saat melafalkan ayat Al-Qur’an adalah langkah nyata menuju surga-Nya. Para relawan yang mendampingi pun menjadi jembatan pahala, menciptakan harmoni antara ilmu pengetahuan dan pengabdian religius.

Komitmen Inklusi Tanpa Batas

Langkah UNESA ini mematahkan stigma bahwa pendidikan agama hanya milik mereka yang sempurna secara fisik. Dengan menghadirkan Al-Qur’an dalam bahasa isyarat, UNESA memastikan bahwa cahaya Ramadhan terpancar merata bagi seluruh sivitas akademika, tanpa terkecuali.

BACA JUGA  Baktiono Minta Pemerintah Permudah Akses Layanan Publik di Tengah Tekanan Ekonomi

Masjid Baitul Makmur kini tidak hanya menjadi tempat sujud, tetapi juga menjadi saksi bisu perjuangan para hamba-Nya dalam menjemput hidayah di tengah keterbatasan. Sebuah pesan kuat dikirimkan dari Ketintang: Bahwa di hadapan Allah, yang paling mulia adalah mereka yang paling bertaqwa, tak peduli lewat cara apa doa itu diisyaratkan.(Ambari Taufiq/ M Fasichullisan) 



forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.