Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 14:33 WIB
Surabaya
--°C

Tumpukan Sampah di Akses Gunung Anyar Harapan Dikeluhkan Warga

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah. (Foto: Andra Jatmiko/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, kondisi akses utama Perumahan Gunung Anyar Harapan RW 05, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, menjadi perhatian publik. Tumpukan sampah plastik, rongsokan, hingga keberadaan gubuk semi permanen di tepi jalan dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu kenyamanan dan merusak wajah lingkungan.

Sorotan tersebut turut mendapat respons dari Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Senin (23/2). Ia menyayangkan kondisi jalan yang merupakan akses vital keluar-masuk warga namun terlihat kumuh menjelang momen Lebaran.

“Ini jalur utama warga untuk beraktivitas. Menjelang Lebaran seharusnya lingkungan lebih tertata agar masyarakat bisa menyambut hari raya dengan nyaman,” ujarnya, Selasa (24/2).

Ganggu Mobilitas Warga

Pantauan di lapangan menunjukkan sampah plastik dijemur di sepanjang tepi jalan. Tak jauh dari titik tersebut, berdiri sebuah gubuk beratap seadanya yang berisi kasur dan barang-barang bekas. Warga menyebut bangunan itu terkadang dihuni.

BACA JUGA  Bambang Haryo Sebut Kepuasan Jemaah Haji 2026 Jadi Cerminan Keberhasilan Pemerintah

Selain itu, puluhan gerobak sampah yang diparkir di bahu jalan turut mempersempit akses kendaraan, terutama pada pagi hari saat warga berangkat kerja dan anak-anak menuju sekolah.

Di sekitar pintu masuk perumahan juga terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berplakat “TPS Rungkut Menanggal” lengkap dengan logo Pemkot Surabaya dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Namun, menurut warga, pengelolaan operasional TPS tersebut dilakukan oleh pihak ketiga.

Ketua RT 04/RW 05 Gunung Anyar Harapan Nendra Yuniar Putra menegaskan, yang menjadi keberatan warga bukan soal siapa pengelolanya, melainkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar.

“Siapa pun pengelolanya, yang penting jangan sampai mengganggu kenyamanan dan akses warga,” katanya.

BACA JUGA  Idul Adha 2026, Polresta Sidoarjo Salurkan 100 Hewan Kurban

DPRD Dorong Koordinasi dan Penertiban

Warga mengungkapkan pengangkutan sampah biasanya baru selesai sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara itu, aktivitas masyarakat sudah dimulai sejak pagi, sehingga kondisi tersebut kerap menimbulkan kemacetan dan ketidaknyamanan.

Menanggapi hal itu, Laila menegaskan perlunya koordinasi antara pengembang dan Pemerintah Kota Surabaya untuk mencari solusi konkret. Jika menjadi kewenangan Pemkot, ia meminta segera dilakukan penertiban. Namun jika tanggung jawab ada pada pengembang, maka tidak boleh mengabaikan persoalan tersebut.

Ia juga berencana berkoordinasi dengan dinas dan OPD terkait, termasuk membuka kemungkinan pelibatan Satpol PP guna memastikan ketertiban di lokasi.

“Jangan sampai kawasan permukiman terlihat kumuh saat warga hendak merayakan Lebaran. Harus ada langkah nyata agar lingkungan kembali bersih dan tertata,” tegasnya. (Andra Jatmiko)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.