Wagub Emil.Elestianto Dardak memberi keterangan pada awak media, Senin (23/2).
SURABAYA-KEMPALAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya tata kelola yang baik dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal pada Perusahaan Perseroan Daerah Penjamin Kredit Daerah Jawa Timur (Jamkrida).
Hal tersebut disampaikan Emil usai mengikuti Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tersebut di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (23/2).
Menurut Emil, saat ini Jamkrida telah menjamin kredit hingga lebih dari Rp10 triliun dengan rasio pengganda (gearing ratio) mencapai sekitar 35 kali dari modal yang ditempatkan. Artinya, kemampuan penjaminan sangat bergantung pada kecukupan dan penguatan modal.
“Dari modal yang ditempatkan itu, tidak bisa menjamin tanpa memiliki struktur permodalan yang memadai. Karena itu, dalam upaya agar ekonomi rakyat bisa bergerak seluas-luasnya dan komplementer dengan program pusat, Jamkrida ini perlu didorong,” ujarnya.
Jawab Pertanyaan DPRD Secara Konstruktif
Emil menilai berbagai pertanyaan dan catatan fraksi-fraksi DPRD merupakan proses yang konstruktif. Beberapa isu yang mengemuka antara lain landasan kinerja, optimalisasi laba ditahan untuk memperkuat kapasitas penjaminan, hingga tata kelola perusahaan.
“Semua pertanyaan terkait landasan kinerja, optimalisasi laba ditahan sebagai upaya memperkuat penjaminan, kapasitas penjaminan, itu harus dijawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pembahasan ini penting untuk memastikan bahwa keputusan akhir terkait penyertaan modal benar-benar melalui pertimbangan matang dan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Multiguna dan Fokus UMKM
Salah satu catatan fraksi yang menjadi perhatian adalah porsi pembiayaan multiguna. Emil menjelaskan, multiguna tidak selalu berdampak negatif karena juga menyasar kelas menengah yang turut menggerakkan perekonomian daerah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa nawaitu atau tujuan utama program tetap untuk mendukung UMKM. Saat ini, Jamkrida telah menyasar lebih dari 100 ribu UMKM dengan target jangka panjang mencapai 1 juta pelaku usaha.
“Multiguna ini tidak selamanya buruk, karena juga menggerakkan perekonomian. Tapi UMKM tetap penting. Catatan terkait multiguna dan UMKM ini harus menjadi refleksi dan pertimbangan serius,” jelasnya.
Ke depan, pembahasan lanjutan akan dilakukan untuk mendalami berbagai masukan tersebut, termasuk kemungkinan penguatan segmen multiguna tanpa menggeser fokus utama pada pemberdayaan UMKM.
Emil menegaskan, seluruh proses ini diharapkan menghasilkan format final kebijakan yang mampu memperluas akses pembiayaan, menjaga kesehatan perusahaan daerah, sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. (Andra Jatmiko/Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi