Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak memberi penjelasan pada wartawan.
SURABAYA-KEMPALAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak angkat bicara terkait banyaknya laporan kerusakan jalan provinsi. Ditemui di Gedung DPRD Jatim, Senin (23/2), Emil menegaskan bahwa Pemprov Jatim serius menangani persoalan jalan berlubang, sesuai janji Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menargetkan penanganan maksimal 1×24 jam.
“Jalan berlubang harus ditangani dalam 1×24 jam. Itu komitmen Ibu Gubernur dan benar-benar serius,” ujar Emil.
Fokus Kencong dan Ruas Kasian–Puger
Emil mengungkapkan, dua hari terakhir dirinya turun langsung meninjau sejumlah ruas jalan rusak, termasuk di wilayah Kencong, Jember. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ruas Kasian–Puger yang berstatus jalan provinsi.
Menurutnya, kerusakan di ruas tersebut memiliki karakteristik khusus. Spesifikasi standar jalan provinsi dinilai tidak mampu menahan beban truk bermuatan berat yang kerap melintas.
“Kalau pakai spek standar provinsi, tetap tidak akan kuat menghadapi truk bermuatan seperti itu,” jelasnya.
Namun, hasil kesepakatan warga, pemerintah daerah, dan pelaku usaha memutuskan jalan tidak ditutup, melainkan diperbaiki secara bertahap atau dicicil. Meski demikian, keresahan masyarakat tetap muncul sehingga Pemprov Jatim mempercepat langkah penanganan.
Tambal Tak Cukup, Harus Dibongkar
Emil menjelaskan, untuk lubang ringan penanganan dilakukan dengan metode patching (tambal). Namun, pada sejumlah titik di Kencong, kerusakan sudah masuk kategori deformasi sehingga tidak cukup hanya ditambal.
Perbaikan dilakukan dengan cara menggaruk lapisan jalan sedalam 20–40 cm, mengganti fondasi agregat kelas A, lalu ditutup menggunakan aspal emulsi CHPMA.
“Ini bukan sekadar tambal lubang, tapi sudah deformasi. Jadi harus dibongkar dan diperbaiki struktur dasarnya,” tegasnya.
Sementara proses pembongkaran berlangsung, titik-titik rawan akan diamankan agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Jalan Nasional Juga Jadi Perhatian
Emil juga menyoroti kerusakan di ruas jalan nasional, seperti segmen Mojoagung hingga lingkar Jombang. Dari total 92 kilometer ruas Surabaya–Mengkreng, sekitar 88 persen dalam kondisi mantap, sementara sekitar 10 kilometer mengalami kerusakan.
Di segmen Mojoagung–lingkar Jombang, hujan tinggi dan belum adanya peremajaan sejak 2017 menjadi faktor utama munculnya banyak lubang. Bahkan, dalam sehari jumlah lubang bisa bertambah hingga 60 titik.
Awalnya, lima tim mampu menangani sekitar 50 lubang per hari. Kini jumlah tim ditingkatkan menjadi 10 tim untuk mempercepat penanganan hingga 100 lubang per hari.
“Patching hanya efektif kalau tidak hujan deras. Kalau hujan rintik masih bisa dikerjakan,” jelas Emil.
Koordinasi Tiga Pihak dan Jalur Mudik
Untuk memastikan keselamatan pengguna jalan, Emil mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kapolres, Dinas PU Bina Marga Provinsi, serta Dinas Perhubungan guna menyisir titik-titik rawan.
Tak hanya jalur mudik antarprovinsi, seluruh jalan regional juga menjadi perhatian. Sebab, arus kendaraan tetap akan melewati jalan kabupaten dan provinsi sebelum mencapai tujuan akhir.
“Semua jalur harus dalam kondisi prima. Jalur mudik memang disorot banyak pihak, tapi jalan regional juga sama pentingnya,” tegasnya.
Opsi Pembatasan Truk
Khusus ruas Kasian–Puger, Emil membuka kemungkinan pembatasan bahkan penutupan sementara bagi truk bermuatan berat apabila diperlukan.
“Kalau masyarakat komplain dan demi standar kinerja jalan, bisa saja ditutup untuk truk. Tapi ini harus dibicarakan bersama,” ujarnya.
Emil menegaskan, Pemprov Jatim tidak akan lepas tangan, meskipun terdapat perbedaan kewenangan antara jalan provinsi, kabupaten, dan nasional.
“Sebagai pemangku wilayah, kami tetap bertanggung jawab. Tapi yang standar kinerjanya penuh di tangan kami adalah jalan provinsi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi