Bambang Haryo Dorong Pelabuhan Tenau Kupang Naik Status Jadi Tipe Satu

waktu baca 2 menit

Kupang — Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pemerintah pusat untuk segera menaikkan status Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari pelabuhan tipe tiga menjadi pelabuhan tipe satu. Dorongan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Komisi VII DPR RI di Kupang, Kamis, dengan meninjau langsung aktivitas kepelabuhanan yang dinilai semakin padat dan strategis.

Bambang Haryo menegaskan, peningkatan status Pelabuhan Tenau bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang diterimanya, pelabuhan tersebut mencatat aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kapal yang sangat tinggi. Setiap hari, sekitar 60 kapal bersandar di Pelabuhan Tenau, angka yang bahkan melampaui aktivitas sejumlah pelabuhan besar di kawasan timur Indonesia seperti Sorong dan Maluku.

“Dengan aktivitas seperti ini, sudah sangat layak Pelabuhan Tenau dinaikkan menjadi pelabuhan tipe satu. Potensinya besar dan telah menjadi simpul penting logistik dan transportasi laut,” ujar Bambang Haryo saat berdialog dengan Pemerintah Provinsi NTT serta pimpinan media nasional ANTARA, TVRI, dan RRI.

Selain tingkat aktivitas, Bambang menilai faktor geografis Pelabuhan Tenau menjadi keunggulan tersendiri. Pelabuhan ini berada di wilayah perbatasan negara, berbatasan langsung dengan Timor Leste, serta berdekatan dengan Australia dan Papua New Guinea. Letaknya yang berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) menjadikan Tenau berpotensi sebagai pintu gerbang perdagangan dan logistik internasional.

“Pelabuhan di wilayah tapal batas harus memiliki standar yang baik. Tenau adalah wajah Indonesia di kawasan ini, sehingga perlu dikelola dan dikembangkan secara optimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang Haryo juga menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan kenaikan status pelabuhan ini hingga ke tingkat kementerian terkait. Menurutnya, Komisi VII DPR RI akan mendorong agar rekomendasi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.

Tak hanya soal status, Bambang Haryo turut menyoroti keterbatasan kapasitas Pelabuhan Tenau saat ini. Ia menilai perlunya perluasan area pelabuhan agar mampu mengakomodasi peningkatan jumlah penumpang dan arus logistik yang terus tumbuh seiring perkembangan ekonomi NTT.

“Dengan kapasitas yang ada sekarang, pelayanan sudah mulai tertekan. Perluasan pelabuhan menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan semakin optimal,” katanya.

Bambang menambahkan, peningkatan status Pelabuhan Tenau akan berdampak luas bagi pembangunan wilayah timur Indonesia. Selain meningkatkan kualitas layanan, pelabuhan tipe satu juga akan mendorong persaingan sehat antar-pelabuhan dan memperkuat konektivitas maritim nasional.

Ia berharap, pengembangan Pelabuhan Tenau dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi NTT sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan pelayaran regional dan internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *