Bambang Haryo Salurkan Bantuan Kemanusiaan di Aceh, Beri Starlink Hingga Perlengkapan Sembako

waktu baca 2 menit
Bambang Haryo di posko pengungsian korban banjir bandang Aceh Tamiang/Foto : Istimewa

Aceh Tamiang – Upaya pemulihan pascabencana terus digencarkan di Kabupaten Aceh Tamiang setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut. Pada Rabu (10/12), Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), bersama DLU Holding turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.

BHS menyampaikan rasa duka dan keprihatinannya atas bencana yang merendam pemukiman warga serta memutus akses vital. “Saya ikut prihatin dan berduka yang mendalam atas musibah banjir ini. Bencana yang terjadi sangat dahsyat. Namun berkat kerja keras Basarnas, TNI/Polri, dan relawan, kondisi mulai kondusif dan akses jalan sudah kembali bisa dilalui,” ujarnya.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, BHS bersama Tim BHS Peduli dan Dharma Lautan Utama Holding menyalurkan sekitar 12 truk bantuan berisi kebutuhan pokok. Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah posko yang menampung banyak pengungsi, posko Partai Gerindra yang mengoperasikan dapur umum, serta posko Bupati Aceh Tamiang. Selain logistik, BHS juga membawa bantuan perangkat Starlink untuk memastikan kelancaran komunikasi darurat di lokasi bencana.

Menurut BHS, upaya penanganan darurat harus diimbangi dengan peningkatan mitigasi bencana, terutama di wilayah rawan seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Ia menekankan pentingnya sistem peringatan dini yang terintegrasi dan berjalan optimal. “Early warning system harus tersedia dan diuji secara berkala. Ketika bencana terjadi, sirine dan peringatan harus langsung aktif untuk mengurangi korban,” tegasnya.

BHS juga menyoroti minimnya fasilitas peringatan dini di sejumlah daerah sehingga berpotensi meningkatkan jumlah korban. “Tidak boleh lagi ada daerah rawan tanpa peringatan dini. BNPB harus menjadi leading sector dalam penyelamatan nyawa publik,” katanya.

Ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan, untuk tidak memangkas anggaran lembaga kebencanaan seperti BNPB, Basarnas, BMKG, hingga Coast Guard. “Anggaran kebencanaan tidak boleh dipotong. Lembaga-lembaga tersebut harus diperkuat agar mampu merespons cepat setiap bencana,” ujarnya.

Dalam tahap pemulihan, BHS menilai masyarakat membutuhkan percepatan perbaikan infrastruktur, pembangunan kembali rumah warga, hingga pemulihan layanan air bersih dan penerangan. Ia mendorong perusahaan-perusahaan agar aktif berkontribusi melalui program CSR.

BHS berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga Aceh Tamiang serta menjadi penyemangat bagi para korban untuk bangkit kembali. Ia juga berharap pemerintah memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di seluruh Indonesia agar kejadian serupa tidak lagi menyebabkan korban besar di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *