Bambang Haryo Dorong Akselerasi Proyek KRL Surabaya–Sidoarjo untuk Kurangi Kemacetan dan Overload Penumpang

waktu baca 2 menit

Sidoarjo — Rencana pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) Surabaya–Sidoarjo dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab meningkatnya volume penumpang dan kemacetan di jalur darat kawasan metropolitan Jawa Timur. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan dukungannya terhadap percepatan proyek tersebut agar bisa segera terealisasi seperti halnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Kami semua, termasuk warga Sidoarjo dan Surabaya, menginginkan adanya KRL seperti di Jakarta. Saat ini di Surabaya–Sidoarjo masih terbatas, padahal permintaan penumpang terus meningkat,” ujar Bambang Haryo saat meninjau layanan kereta di Stasiun Sidoarjo, Selasa (28/10/2025).

Menurutnya, pembangunan jalur ganda (double track) dan elektrifikasi akan membuka babak baru sistem transportasi publik massal di Jawa Timur, sekaligus menjadi solusi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Namun, Bambang Haryo juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur penunjang, seperti pembangunan flyover atau underpass di perlintasan sebidang, agar tidak menimbulkan kemacetan baru saat proyek KRL berjalan.

“Kalau jalur ganda ini terealisasi, maka lalu lintas darat tidak terganggu buka-tutup palang. Ini harus disiapkan sejak dini oleh Pemkab Sidoarjo dan Pemkot Surabaya,” tegasnya.

Selain soal infrastruktur, Bambang Haryo juga menyoroti tingginya keterisian penumpang di lintasan Surabaya–Blitar, yang menurutnya sudah melebihi kapasitas normal dan membutuhkan penambahan jadwal perjalanan.

“Hari biasa saja sudah overload, banyak penumpang berdiri. Harusnya ada minimal 10 perjalanan PP per hari. Dulu zaman Belanda bisa 25 kali PP, masa sekarang justru menurun,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, membenarkan bahwa proyek elektrifikasi dan jalur ganda Surabaya–Sidoarjo sudah termasuk dalam program prioritas nasional yang sedang disiapkan pemerintah bersama Pemprov Jawa Timur.

“Proyek ini bagian dari program Mass Rapid Rail Line (MRRL) yang digagas Pemprov Jawa Timur dengan dukungan pinjaman luar negeri dari Jerman. Saat ini dalam tahap awal dan ditargetkan mulai pembangunan pada 2026–2027,” jelas Wisnu.

Ia menambahkan, kehadiran jalur ganda dan layanan KRL akan meningkatkan kapasitas angkut penumpang, mempercepat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

“Kami sangat mendukung dorongan Pak Bambang Haryo. Kapasitas angkut memang menjadi kunci utama untuk melayani masyarakat secara lebih optimal,” katanya.

Dengan realisasi proyek tersebut, masyarakat diharapkan segera menikmati layanan transportasi publik yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan — sekaligus menjadi tonggak baru dalam pembangunan sistem transportasi modern di Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *