Bambang Haryo Ajak UMKM Sidoarjo Akses KUR Bunga Ringan

waktu baca 2 menit

Sidoarjo — Upaya memperkuat sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Sidoarjo terus mendapatkan dukungan dari legislatif. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar memanfaatkan fasilitas pembiayaan ringan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA).

Menurutnya, kemudahan akses modal dengan bunga rendah menjadi peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas produksi dan meningkatkan daya saing, tanpa harus terjebak pada pinjaman berbunga tinggi dari lembaga nonformal.

“Produk seperti ini luar biasa. Mereka sudah bisa menghasilkan ribuan tas per bulan tanpa pinjaman bank. Tapi saya menganjurkan agar memanfaatkan KUR atau KURDA, karena bunganya hanya dua persen. Ibaratnya pinjam tanpa beban bunga,” ujar Bambang Haryo saat mengunjungi sentra produksi tas SWA Craft di Sidoarjo, Selasa (28/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia mengapresiasi pelaku usaha lokal yang mampu mandiri dan memasarkan produk secara online hingga tembus pasar nasional. Menurut Bambang Haryo, program KUR merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap UMKM agar bisa naik kelas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Politisi Partai Gerindra itu juga menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menaikkan plafon dana KUR dari Rp280 triliun menjadi Rp300 triliun. Pinjaman ini, kata dia, dapat diakses tanpa agunan hingga Rp100 juta, dengan bunga ringan antara 3–6 persen per tahun.

“Kebijakan ini sangat membantu pelaku usaha kecil, khususnya di sektor ekonomi kreatif seperti industri tas, batik, dan kerajinan tangan. Harapannya, UMKM Sidoarjo bisa berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, pemilik SWA Craft, Swandono, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Bambang Haryo. Ia mengaku kunjungan tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memperluas pasar.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungannya. Kehadiran Bapak BHS memberikan semangat besar bagi kami. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut agar UMKM bisa tumbuh lebih besar,” ujarnya.

Swandono menambahkan, selama ini usahanya berjalan dengan modal pribadi tanpa pinjaman bank. Namun, ia membuka peluang untuk memanfaatkan fasilitas KUR jika prosesnya mudah dan suku bunganya rendah.

“Selama ini kami membiayai produksi secara mandiri. Tapi kalau ada pinjaman dengan bunga rendah, tentu akan sangat membantu untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar,” ucapnya.

Melalui dukungan kebijakan yang berpihak kepada pengusaha kecil dan sinergi antara pemerintah, DPR, serta pelaku usaha, diharapkan UMKM di Sidoarjo semakin kuat dan mampu menjadi bagian penting dari kebangkitan ekonomi nasional berbasis kreativitas dan inovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *