Kamis, 23 April 2026, pukul : 13:44 WIB
Surabaya
--°C

Prodi S1 Masase FIKK Unesa Terlibat di  PON Beladiri Kudus. 10 Personil Dampingi Atlet, Pelatih dan Mekanik 

SURABAYA -KEMPALAN: Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ternyata tidak hanya menyumbang altet, Pelatih dan mekanik untuk kontingen PON  beladiri Jatim di Pekan Olahraga  Nasional ( PON)  beladiri 2025 di Kudus Jawa Tengah.

Perguruan Tinggi dengan salah satu prodi unggulan olahraga ini juga melibatkan dan mengirimkan 10 personil mahasiswa baik yang masih aktif atau alumni  untuk mendampingi para atlet pelatih dan mekanik ke Pekan Olahraga Nasional ( PON) kontingen Jawa Timur.

Korprodi Masage Dr Yoesoef Roepajadi menjelaskan prodi masase S1 Unesa sudah berperan secara aktif dengan mengenali cedera masing-masing cabor dengan menerapkan prosedur penanganan cedera dan relaksasi dengan tehnik sport massage therapy.

” tugas massage olahraga adalah meningkatkan performa atlet, mempercepat pemulihan setelah aktivitas fisik, mencegah cedera, dan mengurangi ketegangan otot.  Terapis akan melakukan teknik massage yang terfokus pada area spesifik yang lelah atau cedera untuk melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan fleksibilitas, serta meredakan nyeri dan peradangan otot baik saat pertandingan atau di sela-selanya.” Ucap Dr Yoesoef.

Kami dari Unesa prodi masase ikut bangga atas kepercayaan KONI Jatim yang selalu memberi kesempatan kepada mahasiswa Universitas Negeri Surabaya.

” Ya kita ikut bangga dan support atas kepercayaan KONI Jatim kepada FIKK Unesa khususnya Prodi Masage untuk di libatkannya ke kontingen Jatim ke Pekan Olahraga Nasional (PON)  beladiri di Kudus.

 Maka dari itu Prodi Masage menyertakan personil yang mempunyai keahlian khusus untuk melayani kebutuhan kontingen, tidak hanya atlet, pelatih saja tapi juga seluruh anggota kontingen,” jelas Korprodi Masage FIKK Unesa.

Lebih lanjut pendiri dan penggagas berdirinya Ikatan Mahasiswa Terapis olahraga (Imatora) Jatim ini menjelaskan sebelum mendampingi para atlet pelatih dan mekanik mereka yang mendapat dispensasi dari lembaga sudah di bekali dengan ilmu yang selama ini didapat dari bangku kuliah. Dan mereka siap 24 jam selama penyelenggaraan PON beladiri di Kudus Jawa Tengah.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.