KEMPALAN: Di tengah bara kemarahan yang sempat membakar Gedung Negara Grahadi dan pos-pos polisi, suara sejuk hadir dari Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat. Aksi besar yang sedianya digelar Rabu (3/9) di depan Grahadi diputuskan untuk ditunda.
Cak Soleh, inisiator gerakan, menegaskan bahwa perjuangan rakyat tetap akan berjalan, namun tidak boleh menambah luka kota yang tengah berusaha pulih. “Jika situasi Surabaya sudah kondusif, aksi akan tetap kami laksanakan,” ujarnya.
Senin (1/9) tengah malam, Posko Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat di sekitar patung Gubernur Suryo dikunjungi Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin serta Sekdaprov Jatim Adi Karyono. Setelah berdialog, Cak Soleh bersama rekan-rekannya menyampaikan keputusan penundaan aksi tersebut.
Penundaan aksi yang membawa tiga tuntutan: penghapusan tunggakan pajak bermotor, pengusutan serius dana hibah Rp 12 triliun, serta penghapusan pungutan liar di sekolah.
Keputusan ini menjadi teladan bahwa suara rakyat tidak harus meledak dalam kemarahan. Kedewasaan politik justru terletak pada kesediaan menahan diri demi keselamatan bersama.
Rokimdakas
2 September 2025

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi