Anggota DPR-RI Bambang Haryo Pantau Langsung Arus Balik di Pelabuhan Tanjung Perak

waktu baca 2 menit

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), memantau langsung kondisi arus balik Lebaran 2025 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (3/4/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan angkutan laut pasca-libur Idulfitri.

Setibanya di pelabuhan, BHS langsung meninjau Posko Mudik Terpadu dan bersilaturahmi dengan petugas jaga dari unsur kepolisian, Basarnas, serta awak kapal dari PT Dharma Lautan Utama (DLU). Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah penumpang kapal mengenai tujuan perjalanan mereka dalam arus balik kali ini.

Usai berbincang dengan penumpang, BHS melanjutkan peninjauan ke atas kapal Dharma Rucitra 1 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin. Ia memeriksa berbagai aspek operasional kapal, mulai dari dek kendaraan, kamar penumpang, hingga peralatan keselamatan.

“Tentu arus balik ini perlu dilancarkan kembali. Saya melihat langsung kesiapan dari sisi kepelabuhanan oleh Pelindo, juga pelayanan dari PT Dharma Lautan Utama yang berjalan dengan baik,”* ujar BHS kepada awak media.

BHS turut mengapresiasi langkah DLU yang menghadirkan layanan check-in mandiri sejak tahun lalu. Inovasi ini dinilainya memudahkan penumpang dan mempersingkat antrean di pelabuhan.

“Fasilitas check-in mandiri ini sangat membantu, meskipun masih ada sebagian masyarakat yang merasa ragu menggunakannya karena belum terbiasa. Ke depan, layanan ini perlu terus disosialisasikan,”* ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran aktif kapal-kapal milik DLU dalam mendukung pemantauan cuaca. Menurutnya, kolaborasi antara pelayaran dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sangat krusial demi menjaga keselamatan pelayaran.

“DLU ikut berperan membantu pantauan cuaca, mulai dari kecepatan angin hingga tinggi gelombang. Bahkan, sebelum informasi resmi BMKG dirilis, mereka sudah memiliki data awal. Ini menjadi tolok ukur penting dalam pelayaran yang aman,”* tegasnya.

BHS menambahkan bahwa pihaknya memantau prakiraan cuaca tidak hanya dari BMKG Indonesia, tetapi juga dari lembaga meteorologi di Singapura dan Australia sebagai referensi lintas regional.

Dalam kesempatan tersebut, BHS menyampaikan harapannya agar arus balik angkutan laut mengalami peningkatan. Pasalnya, selama periode mudik Lebaran 2025, angkutan laut tercatat mengalami penurunan penumpang sekitar 15 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kita sangat berharap akan terjadi peningkatan penumpang pada arus balik kali ini. Moda laut tetap menjadi salah satu alternatif transportasi yang efisien dan aman bagi masyarakat,”* pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *