Bawa Spanyol ke Final Euro 2024, Begini Kata Lamine Yamal

waktu baca 2 menit
Selebrasi bomber Spanyol Lamine Yamal setelah menjebol gawang Prancis dalam semifinal Euro 2024. (Foto: The Independent)

MUNCHEN-KEMPALAN: Sensasi Lamine Yamal dalam Euro 2024 belum terhenti. Yamal pun sukses membawa timnas Spanyol melangkah ke final setelah menyingkirkan runner up Piala Dunia 2022, Prancis.

Dalam semifinal yang berlangsung di Fussball Arena Munchen, Munchen, Rabu dini hari WIB (10/7), Spanyol mengalahkan Prancis 2-1. Gol Yamal saat menit ke-21 menjadi titik balik La Furia Roja (julukan timnas Spanyol) membalikkan ketinggalan.

Pasalnya, sejak menit kesembilan Prancis sudah lebih dulu unggul lewat gol Randal Kolo Muani. Setelah bisa disamakan Yamal, Dani Olmo pun mengubah keunggulan saat menit yang ke-25.

Dengan golnya tersebut, Yamal pun mencatatkan namanya sebagai pencetak gol berusia termuda dalam histori Euro. Pemain sayap FC Barcelona tersebut baru berusia 16 tahun 362 hari.

BACA JUGA: Lolos ke Perempat Final Euro 2024, Ini Bukti Turki Layak Disebut Kuda Hitam

Yamal memecahkan rekor pemain Swiss Johan Vonlanten yang mencetak gol saat masih berusia 18 tahun 141 hari. Selain itu, Yamal juga jadi pemain termuda yang turun dalam semifinal ajang mayor. Memecahkan rekor Pele.

Jika dia bermain saat final Minggu nanti, Yamal bisa memecahkan rekor Renato Sanches yang bermain di dalam final Euro 2016 bersama timnas Portugal pada berusia 18 tahun 328 hari.

Apalagi jika dia mampu mencetak gol dalam final tersebut. Maka Lamal bisa jadi pemain pencetak gol termuda saat final Euro yang masih dipegang pemain Italia Pietro Anastasi dengan golnya pada usia 20 tahun 64 hari.

’’(Dibandingkan rekor-rekornya) yang terpenting kami dapat bermain di final,’’ ungkap Yamal, dilansir dari laman Diario Marca. Dia juga tidak peduli angka-angka statistik dari golnya.

’’Gol-gol juga bagus. Tetapi yang kami cari di sini adalah mencapai jalan menuju ke final, dan kami sudah mencapainya,’’ sambung pemain jebolan akademi Barca La Masia itu di dalam pernyataannya. Dia lebih suka membicarakan performa rekan-rekannya saat membalikkan ketinggalan.

’’Gol yang sudah memberi jalan kami untuk comeback dan mengubah situasi,’’ tegasnya. Yamal dianugerahi gelar Man of the Match dalam laga tersebut. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *