MALANG-KEMPALAN: Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menduga bahwa ada kepentingan iklan rokok yang memaksa laga Arema melawan Persebaya tetap dilaksanakan pada malam hari.
Dugaan tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu anggota TGIPF, Rhenald Kasali yang mengatakan bahwa mundurnya jadwal laga Arema vs Persebaya hingga malam hari adalah untuk mengakomodasi iklan rokok, yang hanya bisa tayang di televisi setelah jam 10 malam.
“Kami juga mendengar ada yang mengatakan mungkin itu salah satunya mengakomodir iklan rokok yang baru mulai di jam setengah 10 malam.” kata Rhenald.
Rhenald juga mempertanyakan kenapa pihak kepolisian harus mengalah dan menuruti perintah PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) soal perubahan jadwal ini.
BACA JUGA: Timnas U-17 Gagal ke Piala Asia, Bima Sakti Minta Maaf
Sebelumnya, pihak kepolisian memang telah menyarankan ke PT LIB untuk merubah jadwal Arema melawan Persebaya ke siang hari karena potensi konflik besar pada laga tersebut.
Namun, PT LIB tak mau mendengar saran kepolisian dan tetap memaksa laga Arema vs Persebaya dilaksanakan pada malam hari.
“Kalau memang itu ditolak (permintaan kepolisian untuk perubahan jadwal), mengapa polisi dan polres kalah dan harus tetap dijalankan pada malam hari?.” tambah Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia itu.
Rhenald juga mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari sosok yang memiliki kekuatan untuk memaksa laga Arema vs Persebaya tetap berlangsung pada malam hari pukul 20.00 WIB.
“Kenapa jadinya malam itu juga kemungkinan besar di situ ada pihak tertentu yang punya kekuatan untuk mengatur itu tetap malam hari.” kata pria kelahiran 1960 itu.
BACA JUGA: Liga 1 Dihentikan, PSS Sleman Lakukan Ini
Namun, Rhenald juga mengatakan bahwa dirinya belum bisa menyebutkan secara detail terkait sosok tersebut. Dirinya hanya menyampaikan bahwa sosok tersebut bakal dipanggil oleh TGIPF.
“Ya kita akan panggil semua. PT LIB akan datang, akan kita minta. PSSI akan kita panggil besok dan sejumlah pihak yang terkait dengan ini semua ya. Kita akan klarifikasi.” tambah pria berusia 62 tahun itu.
Selain itu, Rhenald juga mengungkapkan bahwa laga yang berlangsung di malam hari juga sebenarnya tidak baik untuk kesehatan atlet.
“Kami bicara dengan para atlet, mereka mengatakan sangat tidak nyaman bertarung (bermain) mulai setengah 10 malam. Kalau kemarin kan gak jam segitu. Tapi banyak sekali hal-hal seperti dilakukan setengah 10 malam.” tutup Rhenald.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi