Jumat, 17 April 2026, pukul : 22:29 WIB
Surabaya
--°C

Pak Jokowi Contohlah Megawati

KEMPALAN: Harus diakui PDIP adalah partai yang paling matang, percaya diri, stabil dalam pendirian, kuat dalam kenegarawanan dan mampu memunculkan kader-kader pemimpin nasional. 

Walau memberi ruang pada anak atau keluarga, namun Megawati Soekarno Putri melakukannya secara proporsional dan hati-hati. Terbukti mendahulukan tokoh dari luar yang asalnya bukan siapa-siapa, bisa menjadi presiden. PDIP itu teruji dan terbukti rasional untuk kepentingan nasional. 

Megawati sukses sebagai ibu yang bisa menempatkan kecintaan pada anak-anak biologis dan ideologinya secara proporsional. Tokoh-tokoh lain, termasuk pak Jokowi dan pak SBY bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan bu Mega dalam kebijakan politiknya saat memilih capres/cawapres. 

Apa jadinya kalau di Pilpres 2014, 2019, dan 2024 bu Mega ngotot hanya mendahulukan anak biologisnya yang boleh maju capres/cawapres di partainya? 

Padahal di kalangan internal elit PDIP juga banyak yang mendorong-dorong menyanjung-nyanjung dan bahkan setengah membujuk agar mbak Puan lah yg dimajukan jadi capres/cawapres. 

Bu Mega yang berpikir rasional dan independen malah memilih Capres/Cawapres 2014 dan 2019, yaitu Jokowi didampingi JK dan Kiai Ma’ruf, juga Capres/Cawapres untuk 2024  Ganjar Pranowo didampingi Mahfud MD.

Inilah kelebihan dan kekuatan nyata PDIP bersama bu Megawati yang mampu membuat kebijakan yang tepat sehingga membuat partai itu tetap besar, kokoh dan menjadi kekuatan politik yg dibutuhkan negeri ini. 

Terkadang memang terkesan konservatif, terkesan terlalu percaya diri, tapi justru itulah kekuatan PDIP yg membuat rakyat bisa mendukung dan memilih tokoh yg dicalonkannya sebagai Capres/Cawapres.

PDIP sebagai partai politik yang besar dengan kader tersebar seluruh Indonesia tentu punya banyak masalah  juga. Namun, berdasar beberapa lembaga riset, PDIP merupakan partai yang mesin politiknya sekarang paling kuat. A kata ketua umum, A pula kata kader sampai di tingkat bawah, mereka solid. Partai yang berkarakter kuat seperti itu tercatat baru PDIP dan PKS untuk masa sekarang. 

Tantangan PDIP sebagai partai yang punya sejarah panjang terkait pendiri bangsa, yaitu Bung Karno, otomatis terkait pula dengan sejarah politik masa lalu. Persoalannya sejarah Bung Karno masih diwarnai oleh manipulasi propaganda politik era Orde Baru, maka tuduhan-tuduhan politik pada Soekarno senantiasa berimbas juga menjadi tuduhan politik ke PDIP, bu Mega dan Presiden yang didukung. Itu yang terjadi hingga sekarang, makin runyam karena ditambah disinformasi di era medsos.

Kesalahpahaman terhadap Bung Karno karena buramnya objektivitas sejarah masa lalu, membuat kesalahpahaman itu terpelihara dengan sasaran baru pada para tokoh-tokoh penganut ideologi Nasionalis Soekarnois.

Persoalan pelurusan sejarah dan disinformasi ini menjadi PR yg butuh waktu panjang untuk bisa dikembalikan pada objektivitas sejarah tanpa tercemari kepentingan politik masa kini. Prosesnya membutuhkan keterlibatan semua unsur bangsa terutama dunia akademik.

Harus diakui bu Mega, PDIP, dan pemerintahan dukungannya, sering tidak bisa diterima secara terbuka oleh kelompok tertentu di kalangan umat Islam, tak lain karena persoalan pemahaman sejarah, disinformasi dan ditambah cara-cara komunikasi yang kurang tepat dari bu Mega dan PDIP sendiri. Ada kelebihan dan disana pula lah ada kelemahan, begitu pula untuk bu Megawati dan PDIP.

Bagi saya, yang dibesarkan dari kultur keluarga besar penganut Islam taat aliran Muhammadiyah di Jogja, secara jujur, saya belum pernah memilih PDIP, karena dua pemilu legislatif terakhir memilih golput. Namun, saya tidak akan golput lagi di 2024 nanti. 

Saya mendoakan secara tulus kepada ibu Megawati Soekarno Putri, semoga ibu diberi kesehatan dan kekuatan serta umur panjang oleh Allah SWT, sehingga tetap bisa menjaga politik kebangsaan negeri ini sebagaimana cita-cita Bung Karno sebagai pendiri bangsa. Aamiin Ya Robal Alamiin.

(*) Henri Subiakto

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.