JAKARTA-KEMPALAN: Piala Dunia U-17 2023 berpotensi hanya akan dilaksanakan di pulau Jawa setelah Stadion Jakabaring dan Dipta, yang sebelumnya direncanakan menjadi venue pertandingan batal digunakan.
Pembatalan tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Dito berkata bahwa kemungkinan stadion I Wayan Dipta (Bali) dan Jakabaring (Palembang) tak jadi digunakan pada event Piala Dunia U-17 2023.
“Kayaknya iya (tidak jadi menggunakan Stadion Dipta dan Jakabaring), kalau dari penjelasan Pak Ketum PSSI (Erick Thohir),” kata Dito saat ditemui di Kantor Kemenpora.
“Sementara dilihat potensi yang di Jawa dulu, karena melihat U-17 kan dari segi logistik dan transportasinya ya, begitu,” tambah pria berusia 32 tahun itu.
Apa yang disampaikan Dito ini tentu berbeda dengan pernyataan Erick Thohir sebelumnya, dimana Ketua Umum PSSI itu pernah menyampaikan akan menggunakan empat enam stadion untuk venue Piala Dunia U-17 2023.
Keenam stadion yang dimaksud Erick saat itu adalah stadion-stadion yang sebelumnya direncanakan menjadi venue Piala Dunia U-20, yaitu Stadion Jakabaring (Palembang), Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali).
Namun, di sisi lain, pernyataan Dito ini juga didukung dengan fakta bahwa perwakilan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) hanya melakukan inspeksi venue pertandingan ke empat kota saja, yaitu Surabaya, Jakarta, Bandung, dan Solo. Sementara Palembang dan Bali tak ada dalam jadwal inspeksi FIFA.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi