Resmikan Gedung Baru RSJ Menur, Khofifah Anggap Kurang Pas untuk Proses Persalinan

waktu baca 4 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan gedung baru RSJ Menur, Senin (19/6).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan gedung baru RSJ Menur, Surabaya, Senin (19/6). Gedung baru yang pembangunannya memakan waktu empat tahun tersebut diberi nama Prof.Dr.dr. R.Moeljono Notosoedirdjo.

“Karena namanya RS Jiwa Menur, kesannya kurang pas kalau untuk layanan proses persalinan, karena kaitannya dengan akta kelahiran.Tapi kalau untuk pemeriksaan kehamilan monggo,” kata Khofifah dalam sambutannya.

Menurut Khofifah, kalau dalam akta kelahiran kemudian tertulis lahir di RS Jiwa Menur, ia khawatir anak yang dilahirkan akan bertanya, kenapa dengan ibunya dan seterusnya.

Namun, selagi undang-undangnya menyebut di satu provinsi harus ada rumah sakit yang memberikan layanan jiwa dan kesehatan mental, maka dari seluruh Ikhtiar ia meminta Dirut RSJ Menur Drg.Vitria Dewi  M.Si menimbang kembali, khususnya untuk pelayanan proses persalinan.

Kecuali jika RSJ menur itu J-nya dihilangkan, maka tidak ada masalah jika rumah sakit ini melayani proses persalinan. “Saya dulu sempat bicara panjang lebar dengan dr Ilham (mantan Direktur RRJ Menur Surabaya.M Hafidin Ilham). Apa nggak boleh layanannya tetap, tetapi J-nya dihilangkan. Rupanya ndak boleh,” ujar Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan bahwa waktu itu ia berharap gedung baru ini bisa memberikan layanan kesehatan jiwa, layanan kesehatan mental, dan memenuhi perform. Karena alkes-alkes dan expertisenya juga semakin banyak.

“Tapi kalau untuk penamaan memang harus melekat seperti itu. Jadi, nanti kita timbang-timbang ulang hanya khusus untuk persalinan,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Di sisi lain, Khofifah mengucapkan terima kasih kepada tim dari RSJ Menur yang sudah memberikan pelayanan untuk rehabilitasi korban narkoba.

Khofifah mengaku sudah pernah mendengarkan langsung seseorang yang ahli neuroscience dari Boston. Menurut pakar tersebut, di bawah kulit kepala bagian belakang itu ada sensitivitas yang lebih berat dari narkoba, yaitu soal pornografi. “Menurut saya, ceramahnya ini keren sekali,” katanya.

Namun, lanjut Khofifah, sayangnya beliau yang hadir pada saat Menkesnya dijabat Siti Fadilah Supari di Lantai II Gedung Menkes tersebut tidak punya banyak waktu.

“Wes sing penting  mendapatkan pencerahan dari ilmunya beliau. Jadi, pakar neuroscience dari Boston inilah yang menjelaskan bahwa tingkat adiksi pornografi itu lebih berat dari narkoba, karena bisa menyebabkan gangguan jiwa,” sambungnya.

“Sama dengan adiksi narkoba, itu juga bisa menyebabkan gangguan jiwa. Tidak sekadar gangguan mental,” jelasnya.

Khofifah menganggap bahwa hal itu merupakan hal yang sangat penting untuk didalami di RSJ Menur.
“Gedung seindah ini menurut saya, merupakan centre of excellence untuk kesehatan jiwa, centre of excellence untuk kesehatan mental. Yang dikedepankan itu sehatnya, bukan sakitnya. Jadi, sehat, sehat, sehat,” beber  mantan Menteri Sosial RI ini.

Sementara itu Direktur RSJ Menur drg. Vitria Dewi, M.Si menyampaikan bahwa misi rumah sakit ini adalah mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa subtiolistik yang prima dan paripurna, serta pelayanan kesehatan non jiwa sebagai penunjang pelayanan kesehatan jiwa.

Selain itu, mewujudkan pelayanan pendidikan, latihan, serta penelitian kesehatan jiwa yang bermutu dan beretika.

Pada kesempatan tersebut ia juga menjelaskan bahwa RSJ Menur berdiri sejak 1977 yang khusus melayani gangguan jiwa disupport dengan beberapa layanan fisik non jiwa.

Tetapi, menurut Vitria, kemampuan teman-teman yang ada di RSJ Menur tidak hanya di bidang mental saja. Terbukti di waktu Covid-19 pada tahun 2020, RSJ Menur menjadi rumah sakit rujukan covid. Sehingga, dukungan Gubenur Khofifah saat itu, menguatkan teman-teman di rumah sakit ini untuk berani berkarya dan melewati pandemi Covid-19 selama dua tahun.

Dia juga menyampaikan jika gedung baru RSJ Menur enam lantai ini dibangun selama 4 tahun, sejak 2018 hingga 2022 dan melewati 4 direktur.

Menurutnya, RSJ Menur tetap menjadi rumah sakit khusus, karena pihaknya mematuhi aturan atau regulasi, sehingga sesuai undang-undang tetap menjadi rumah sakit jiwa. “Karena satu provinsi, minimal harus memiliki rumah sakit jiwa,” ujarnya.

Vitria Dewi juga melaporkan bahwa SDM RSJ Menur kini sudah dipenuhi tenaga-tenaga yang kompeten. Untuk itu ia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Khofifah dan semua pihak yang telah mendukung pembangunan gedung baru RSJ Menur.

Hadir dalam peresmian ini, selain Gubernur Khofifah antara lain Sekdaprov Jatim Adhy Karyono, anggota Komisi E DPRD JatimĀ  Direktur RS Jiwa Menur Vitria Dewi, Dirut Bank Jatim Busrul Iman, perwakilan anggota keluarga dari R Moeljono Notosoedirdjo, dan para mantan direktur RSJ Menur. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *