Minggu, 26 April 2026, pukul : 00:14 WIB
Surabaya
--°C

Tegas, Thailand Hukum 5 Pelaku Kerusuhan di Final SEA Games

JAKARTA-KEMPALAN: Federasi Sepakbola Thailand (FAT) mengambil tindakan tegas dengan menghukum lima orang yang terlibat dalam kerusuhan di final SEA Games 2023.

Kerusuhan terjadi di laga final SEA Games 2023 saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Thailand di National Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, pada hari Selasa (16/5) malam.

Keributan bermula karena salah satu pemain Thailand, Yotsakon melakukan selebrasi ke arah official tim Timnas Indonesia usai menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit-menit akhir babak kedua. Aksi Yotsakon ini memancing kemarahan para pemain Indonesia.

Tak berselang lama, keributan kembali pecah di menit-menit awal babak perpanjang waktu. Kali ini giliran pemain Timnas Indonesia, Irfan Jauhari yang memulai keributan.

Usai mencetak gol yang membawa Garuda Muda kembali unggul 3-2, Irfan Jauhari melakukan aksi balasan dengan berselebrasi di depan bench Timnas Thailand.

Aksi Irfan ini membuat beberapa official tim Thailand tak terima, mereka pun mencoba menyerang Irfan sehingga baku hantam antara kedua kubu official tim dan pemain pun akhirnya terjadi di luar lapangan.

Dalam insiden itu, Manajer Timnas U-22 Indonesia, Sumardji bahkan sempat mendapat beberapa pukulan dari pemain dan official Timnas Thailand.

Menanggapi kerusuhan ini, FAT kemudian melakukan investigasi pada 18 hingga 22 Mei 2023. Hasilnya lima orang dinyatakan bersalah dan dijatuhi sanksi yang berta.

Tiga official Timnas Thailand Prasadchok Chokmoh, Mayed Madada, dan Patrawut Wongsripuek dijatuhi hukuman penangguhan selama satu tahun dari tim nasional.

“Berdasarkan peraturan tentang etika untuk atlet profesional dan tenaga olahraga profesional bertanggung jawab atas Asosiasi Sepak Bola Thailand 2017, diubah (pertama kali) 2022 Bagian 1 Etika Atlet Profesional dan Tenaga Olahraga Profesional Pasal 3 (4) dan (11) Bagian 2 Mekanisme dan Sistem Penegakan Etika Pasal 7 bersama dengan Hukuman Kategori 3 Pasal 10.9 setuju untuk menghukum “penangguhan kinerja tugas atas nama tim nasional Thailand selama 1 tahun”,” tulis FAT di akun Facebook resminya.

Sementara dua pemain Thailand Soponwit Rakyath dan Thirapak Prueangna ditangguhkan keikutsertaannya di tim nasional selama enam bulan.

“Keduanya yang masih muda dengan Tuan Sophonwit, 22 tahun, dan Tuan Teerapak, 21 tahun, oleh karena itu memiliki alasan yang masuk akal untuk berbelas kasih Berdasarkan peraturan tentang etika untuk atlet profesional dan tenaga olahraga profesional bertanggung jawab atas Asosiasi Sepak Bola Thailand 2017, diubah (pertama kali) 2022 Bagian 1 Etika Atlet Profesional dan Tenaga Olahraga Profesional Pasal 3 (4) dan (11) Bagian 2 Mekanisme dan Sistem Penegakan Etika Pasal 7 Selain itu, Bagian 3 Hukuman Pasal 10.8 setuju untuk menghukum “penangguhan tugas (Berpartisipasi dalam kompetisi) atas nama tim nasional Thailand untuk setiap set selama 6 bulan.” tulis FAT.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.