Biarkan City Pesta Lebih Awal, Arteta Minta Maaf

waktu baca 2 menit
Penyesalan pelatih Arsenal Mikel Arteta. (Foto: Kumparan)

LONDON-KEMPALAN: Sebelum pertandingan, tactician Arsenal Mikel Arteta berhasrat membiarkan Manchester City menentukan pestanya setelah pertandingan menghadapi Chelsea di Etihad Stadium, Manchester, Minggu malam (21/5).

Bukan malah di hotelnya pada sehari sebelum menghadapi The Blues (julukan Chelsea) itu. Tetapi, kenyataannya seperti itu. Arteta membiarkan City menggelar pesta juaranya sebelum bertanding!

Itu setelah Arsenal terpeleset di kandang Nottingham Forest, di City Ground, pada Sabtu malam WIB (20/5). Martin Odegaard dkk menyerah 0-1 atas Forest yang juga berjuang menghindari ancaman degradasi itu.

Berbicara kepada media setelah pertandingan, Arteta meminta maaf kepada pendukung Arsenal.

BACA JUGA: Pemain Buangan Liverpool Ini yang Tentukan Gelar Manchester City

’’Benar-benar hari yang menyedihkan dengan berbagai emosi yang sulit diungkapkan. Kami kehilangan tiga angka, kami kehilangan kompetisi setelah 10,5 bulan bertarung demi mengejarnya dengan 9,5 bulan memuncakinya,’’ kata Arteta.

Padahal, jika Arsenal mampu memenangi pertandingan tersebut dan City tertahan atau dikalahkan Chelsea, maka pesta juara kemungkinan bisa tertunda sampai ke matchweek terakhir.

Meskipun begitu, Mister (sapaan Arteta di Arsenal) tetap mengakui kekalahan atas klub yang sudah membesarkan namanya sebagai juru taktik sebelum ditunjuk menahkodai Arsenal tersebut.

’’Selamat untuk Manchester City, mereka sudah resmi jadi klub juara, mereka layak jadi klub juara, mereka sudah menuntaskannya untuk 38 pertandingan. Kami belum mampu melakukannya,’’ sesal mantan tangan kanan tactician City Pep Guardiola tersebut.

BACA JUGA: Sudah Tertinggal dari City, Begini Kata Arteta

Kedalaman skuad The Cityzens (julukan City) yang diakui Arteta sebagai kelebihan dari rival beratnya dalam memburu gelar juara Liga Primer Inggris tersebut. Bahkan dengan bertarung dalam dua fase krusial di Liga Primer Inggris dan Liga Champions, City masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya.

’’Ketika Anda berada pada periode bulan April dan Mei, Anda harus punya sebanyak 24 pemain dan harus tersedia, fit, dan bermain dalam periode terbaiknya, sangat percaya diri dan siap untuk menang. Dengan semua alasan itu, kami tidak memilikinya,’’ tambah pelatih yang berkebangsaan Spanyol tersebut. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *