
SIDOARJO, KEMPALAN – SMA Negeri 1 Sidoarjo (Smanisda) selalu mampu mengantarkan alumninya menuju perguruan tinggi negeri terbaik. Pada 2023 ini, sekolah dengan segudang prestasi hebat itu meloloskan 96 lulusannya ke PTN di seluruh Indonesia. Lebih banyak yang suka teknik daripada kedokteran.
Tahun ini, ada 161 siswa eligible atau 40 persen terbaik dari seluruh lulusan dari murid kelas XII. Masing-masing 111 siswa MIPA, 42 IPS, dan 8 bahasa. Dari total 161 lulusan terbaik itu, 96 anak dinyatakan telah diterima PTN melalui jalur undangan ini. Mereka mengikuti seleksi jalur SNBP (Seleksi Nasional Berdasar Prestasi).
”Angka eligible 40 persen itu untuk sekolah dengan akreditasi A,” jelas Kepala SMAN 1 Sidoarjo Dr Eko Redjo Sunariyanto MPd.
Alumnus Sarjana dan Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu menambahkan, ada peningkatan persentase jumlah lulusan yang diterima di PTN. Dari tahun ke tahun bertambah. Pada 2022, siswa yang masuk kategori eligible mencapai 177 anak. Masing-masing jurusan MIPA 118, IPS 47, dan bahasa 12. Jumlah yang diterima 105 siswa. Terbanyak se-Jawa Timur waktu itu. Jika dipersentase ada kenaikan.
”Pada 2022, tercatat 59,32 persen diterima di PTN. Pada 2003 yang diterima mencapai 59,62 persen,” tambah bapak dua anak tersebut.
Eko Redjo menambahkan, ada perubahan yang menarik pada lulusan tahun ini. Mereka masuk lewat jalur undangan. Namun, pilihan program studi bergeser. Di antara 96 pendaftar, hanya ada 2 anak yang memilih kedokteran. Yaitu, kedokteran di Universitas Brawijaya dan teknologi kedokteran di Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya. Siswa peringkat ke-1 sampai ke-10, tidak ada yang mau memilih fakultas kedokteran.
Yang terbanyak memilih program studi teknik. Baik di ITB, ITS, UB, Unair, UGM, Unesa, dan sebagainya. Ada teknik informatika, komputasi, teknik industri, perkapalan, teknologi rekayasa kimia farmasi, teknologi pertanian, teknologi kelautan, perencanaan wilayah kota, dan macam-macam prodi lainnya.
Selain itu, beragam program studi menjadi jujukan murid-murid untuk meniti masa depan studi mereka. Ada psikologi, perpajakan, manajemen, administrasi bisnis, sastra, hubungan internasional, hukum, bisnis digital, akuntansi, pendidikan, dan beragam lainnya.
”Pilihan mereka mungkin mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.
Sebagai guru, lanjut Eko Redjo, dirinya menikmati peran menjadi orang tua bagi anak-anaknya di sekolah. Baik yang baru masuk, sedang menempuh studi, maupun yang telah lulus dari SMAN 1 Sidoarjo.
Nasib mereka pun macam-macam. Ada putra-putri keluarga mampu yang dengan mudah bisa meneruskan studi. Mereka tidak menghadapi kendala apa pun. Terutama dari sisi biaya. Namun, ada juga lulusan yang sempat terancam tidak bisa melanjutkan studi ke bangku kuliah. Kendalanya biaya daftar ulang.
Eko Redjo pun berusaha membantu mencarikan jalan keluar. Dia mengontak para alumni SMAN 1 Sidoarjo yang peduli dan punya kelebihan rezeki. ”Ayo, ini ada adik kita yang sedang mengalami kesulitan. Siapa yang mau bantu,” cerita peraih juara ketiga kepala sekolah SMA berprestasi tingkat Jatim pada 2018 tersebut.
Tidak lama kemudian, sambutan pun datang. Dengan antusias. Para alumnus menyatakan siap membantu biaya calon mahasiswa Prodi Perpajakan di Unair itu. Rebutan bantu. Eko Redjo bersyukur. Bantuan mereka tidak hanya cukup untuk biaya daftar ulang. Nilainya ternyata cukup sampai biaya dua semester.
”Saya panggil anaknya. Saya bilang, ayo Mas segera daftar ulang,” tuturnya. Siswa itu pun begitu bahagia. (frozi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi