Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 03:41 WIB
Surabaya
--°C

Anggaran KONI Jatim Bakal Ditambah,Sekdaprov Adhy: Sabar, Masih Dihitung

SURABAYA-KEMPALAN: Sekdaprov Jatim Adhy Karyono akhirnya angkat bicara terkait anggaran hibah KONI Jatim tahun 2023. Hal ini setelah anggaran hibah Rp 55 miliar dari APBD Jatim itu menuai kritikan dari berbagai kalangan. Termasuk dari Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattaliti.

Pasalnya, hibah Rp 55 miliar tersebut dinilai kurang mencukupi untuk persiapan PON XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Apalagi, tahun ini ada event PORPROV VIII dan Pra PON yang juga membutuhkan anggaran cukup besar. Sebagai gambaran, pada PORPROV VIII 2022 lalu, KONI Jatim informasinya mendapat dana hibah Rp 20 miliar, tapi sekarang menurun jadi Rp 15 miliar.

Menurut Sekdapriv Adhy Karyono, anggaran KONI Jatim memang menurun karena menyesuaikan dengan kemampuan PAD 2023 yang berkurang  sedikit dibanding tahun lalu.

Jika pada PON XX 2021 KONI Jatim dapat kucuran hibah Rp 65 miliar, maka pada tahun 2023 ini KONI Jatim hanya mendapat hibah Rp 55 miliar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk penyelenggaraan PORPROV VIII 2023 dan persiapan PON XX1 2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Termasuk Puslatda Jatim yang berlangsung sejak Januari hingga berakhirnya Pra PON  September 2023 mendatang.

“Sehingga, KONI Jatim perlu upaya optimalisasi untuk pemanfaatnya sesuai prioritas agar tetap mendukung kualitas dan prestasi olahraga di Jawa Timur,” kata Adhy Karyono ketika ditemui di Kantor BPSDM Jatim, Selasa (11/4).

Kendati demikian, lanjut Adhy, pihaknya akan berupaya untuk menambah dana hibah tersebut. Baik untuk PORPROV 2023  maupun persiapan PON XXI 2024.

“Sekarang sedang kita hitung berapa kebutuhan anggaran tambahannya untuk KONI Jatim, sehingga bisa dimasukkan dalam PAK  (Perubahan Angaran Keuangan) APBD Jatim. Khususnya untuk PORPROV yang sudah sangat mendesak,” jelas Adhy Karyono.

Karena masih dihitung, Adhy belum menyebut berapa jumlah tambahan hibah yang akan dikucurkan untuk KONI Jatim. “Sabar dulu, masih dihitung,” tegasnya.

Seperti diketahui, akibat minimnya anggaran yang diterima, KONI Jatim terpaksa meniadakan program try out. Bahkan, KONI Jatim hanya memberangkatkan altet peraih medali emas dan perak di Pra PON untuk terjun di PON XXI 2024. Sedang peraih medali perunggu tidak diberangkatkan.

Selain itu, uang saku atlet juga dipangkas, sehingga ada yang hanya terima Rp 950 per bulan. Padahal, sebelumnya mereka menerima minimal Rp 2,1 pe bulan.

Akibatnya, beberapa atlet mengancam akan hijrah ke daerah lain yang lebih menjanjikan. Tapi, mereka masih menunggu kabar hingga awal tahun depan untuk mengambil keputusan. Apakah ada perubahan atau tidak setelah PAK digedok DPRD Jatim. “Jika tidak ada perubahan, ya mungkin bakal banyak yang lari ke daerah lain,” kata Dhanu Iswara, Ketua Pengprov FPTI Jatim. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.