KEMPALAN: Nus Tuanakota pernah berkibar sebagai penyiar radio dan televisi di era 80 hingga 2000 an. Kini di usianya yang mencapai kepala 7 masih produktif, energik, dan dinamis. ‘’Meski sudah pensiun saya tetap punya aktivitas yang produktif, menularkan ilmu dan pengalaman kepada anak-anak muda,’’ kata Nus.
Bung Nus sapaan akrab Nus Tuanakota, berasal dari Makassar memulai kariernya di dunia penyiaran sebagai salah seorang penyiar terkemuka disalah satu radio swasta ternama di Surabaya. Memasuki era 90 an Bung Nus hijrah ke TVRI Surabaya (Sekarang TVRI Jatim) sebagai penyiar berita (News Presenter) atau yang sekarang dikenal dengan sebutan anchor.
Dalam perjalanan kariernya di TVRI Bung Nus selain menjadi pembaca berita juga sebagai presenter olahraga. “Saya ketika menjadi penyiar berita olahraga tidak jarang pula meliput even olahraga didalam dan diluar kota Surabaya,” ungkap Bung Nus.
Selain meliput even olahraga lokal Bung Nus juga pernah bertugas meliput even olahraga nasional seperti PON (Pekan Olahraga Nasional). Ia juga pernah bertugas meliput di wiayah Asia Tenggara, salah satunya meliput kejuaraan piala “Merlion” di Singapura.

Bicara pengalaman dalam pekerjaannya sebagai news presenter sekaligus reporter olahraga, di samping aktif meliput kegiatan berbagai cabor seperti bulu tangkis dan sepak bola di dalam dan di luar negeri juga selama bekerja di TVRI Surabaya tidak pernah absen meliput even PON.
Bung Nus yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN I Makassar itu dikenal sebagai sosok yang supel dan mudah bergaul. Ia memiliki komitmen terhadap liku-liku perjalanan hidup dan selalu merasa semuanya perlu disyukuri. “Kalau masa lalu tak bisa kembali untuk apa disesali, begitupun masa depan yang belum pasti untuk apa dikuatirkan, nikmati masa kini dengan bersyukur,” ungkap Bung Nus penuh semangat.
Dalam menjalin keakraban persahabatan ia tidak pilah-pilih dalam berteman .”Karena teman bisa mengkhianatimu, pasangan meninggalkanmu, tapi Tuhan tidak akan membiarkanmu sendiri,’’ tandas Bung Nus penuh semangat.
Sekarang ia menghabiskan masa pensiun dengan menularkan ilmu dan pengalamannya dengan melatih anak-anak muda. Nus mengaku bangga karena sekarang karirnya dilanjutkan oleh putranya, yaitu Iwan Tuanakota. Sama dengan Nus, Iwan juga berkarir sebagai anchor di TVRI Jawa Timur, dan aktif meliput even olahraga. (kris maryono)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi