Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 02:01 WIB
Surabaya
--°C

Beda dengan STY, Pelatih Burundi Tak Permasalahan Pemainnya Puasa

JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Burundi, Etienne Ndayiragije memiliki sikap yang berbeda dengan pelatih Indonesia Shin Tae-yong. Ndayiragije tak mempermasalahkan jika ada pemainnya yang menjalankan ibadah puasa sebelum bertanding.

Timnas Indonesia akan menghadapi Burundi pada laga FIFA Matchday, yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, pada Sabtu (25/3) dan Selasa (28/3).

Jelang laga melawan Burundi ini, pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.

Pelatih asal Korea Selatan itu berharap pemain muslim Timnas Indonesia tidak menjalankan ibadah puasa agar kondisi mereka tetap fit saat menjalani pertandingan melawan Burundi.

“Puasa, memang agak sulit buat saya, karena para pemain harusnya bisa makan di jam-jam tepat waktu. Kalau tanpa makan, tapi harus lari dan tanding, itu agak sulit buat pemain.” ujar Shin Tae Yong.

Namun, Shin Tae-yong berkata bahwa dirinya masih akan berbicara dan berkoordinasi lagi dengan pemimpin agama terkait pelaksanaan ibadah puasa untuk para pemain Timnas Indonesia.

“Jadi saya harus koordinasi dulu dengan pemimpin agama dan pemain, biar bisa fokus saat pertandingan dan sehari sebelumnya fokus ke laga.” kata Shin Tae Yong.

“Maksudnya kita tetap makan tanpa puasa, mungkin hari-hari yang tidak puasa, mungkin bisa diganti, setelah periode puasa. Untuk itu harus dibicarakan lagi dengan pemain dan pemimpin agama.” tambah pelatih berusia 52 tahun itu.

Sementara itu, pelatih Burundi Etienne Ndayiragije memiliki sikap yang berbeda. Ndayiragije tak mempermasalahkan jika ada pemainnya yang menjalankan ibadah puasa sebelah bertanding.

“Ya, saya rasa perbandingan 50:50 Muslim (pemain Timnas Burundi). Kami sudah terbiasa dengan ini.” kata Ndayiragije saat ditemui di Jakarta International Stadium (JIS).

Pelatih berusia 44 tahun itu juga mengatakan bahwa tidak ada anjuran untuk meninggalkan puasa di Timnas Burundi sebab berpuasa adalah sebuah ibadah yang wajib dijalani oleh para pemain yang beragama Islam.

“Ramadan bukan suatu hukuman. Itu kepercayaan dari hati yang diberikan oleh Tuhan. Jadi, kami tidak bisa komplain atas hal itu. (Pemain) masih akan puasa. Tinggal masalah bagaimana mempersiapkan untuk hal itu. (Intinya) kami sudah siap.” tambahnya.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.