Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 19:28 WIB
Surabaya
--°C

Khofifah Terima Baznas Award 2023 sebagai Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat

SURABAYA-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus berkomitmen untuk mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran zakat bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim. Berbagai program pun diluncurkan untuk memberikan manfaat langsung kepada para penerima zakat.

Atas komitmen yang kuat tersebut, Gubermur Khofifah mendapatkan penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim,
Akhmad Jazuli mewakili Gubernur Khofifah pada ajang Penganugerahan Baznas Award 2023 yang diselenggarakan di Puri Agung, Hotel Sahid Jakarta, Selasa (21/3).

Penghargaan itu berupa sertifikat pada Kategori Gubernur Pendukung Utama Pengelolaan Zakat dari Ketua Baznas RI Prof. Noor Achmad.

Atas penghargaan yang diterima, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa terima kasih kepada Baznas RI. Penghargaan yang diterima itu, tak lepas dari komitmen banyak pihak dan stakeholder di Jatim yang memberikan kepercayaan kepada Baznas untuk mengelola zakat dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami bersama Baznas Jatim terus berkomitmen mengoptimalkan dan menyalurkan  zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro mustahik (orang yang berhak), baik bagi masyarakat kurang mampu, miskin maupun anak yatim,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis  (23/3).

Khofifah menegaskan, tujuan dari pengelolaan zakat diharapkan bisa  meningkatkan kesejahteraan bagi penerima zakat. Sehingga, zakat tersebut dapat menjadi semakin produktif. Hal tersebut yang telah dilakukan Pemprov Jatim bersama Baznas Jatim melalui program zakat produktif bagi pelaku usaha ultra mikro.

BACA JUGA  Resmikan Graha Nusantara SMAN 2 Surabaya, Khofifah Ajak Generasi Muda Kuasai Applied Science

“Harapannya, mereka yang sebelumnya sebagai penerima zakat (mustahik) ke depan berubah menjadi orang yang wajib mengeluarkan zakat (muzakki),” imbuhnya.

Gubernur Khofifah mengatakan, diberbagai banyak titik zakat produktif yang dilakukan di Jatim telah disalurkan kepada Mustahik dalam bentuk bantuan produktif hingga program- program yang akan memberikan penguatan bagi penurunan kemiskinan di Jawa Timur.

Penyaluran zakat produktif di Jatim diberikan berupa bantuan zakat produktif sebesar Rp 500 ribu yang diperuntukkan bagi pelaku usaha ultra mikro sebagai bantalan ekonomi.

“Meskipun jumlahnya tidak terlalu besar, insya Allah bantuan zakat produktif yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan membebaskan pedagang dari jeratan rentenir,” tegasnya.

Menurutnya, banyak para pelaku usaha ultra mikro yang tidak bisa mengakses permodalan kepada lembaga perbankan sehingga banyak dari mereka yang potensi terjerat hutang kepada para rentenir rentenir.

“Pelaku usaha ultra mikro seringkali tidak bisa mengakses lembaga perbankan. Untuk itu, kita berkeliling ke berbagai kabupaten/kota untuk menyisir pelaku usaha ultra mikro ini melalui zakat produktif,” ujarnya. 

BACA JUGA  Polisi Masif Turun ke Desa, Dampingi Efektifitas Program Ketahanan Pangan di Krembung

Zakat Produktif di Jatim, juga hadir bagi masyarakat yang tertimpa musibah bencana alam yang banyak terjadi di daerah Jawa Timur. Selain itu, Zakat Produktif juga hadir membagikan bantuan usaha kepada ultra mikro bagi pedagang kecil di wilayah pesisir Jatim.

Melalui zakat produktif yang disalurkan, Khofifah berharap dapat memperkecil angka stunting yang mejadi komitmen bersama untuk menurunkan angka stunting di Indonesia dan Jawa Timur.

“Banyak zakat produktif yang telah kami salurkan kepada masyarakat, salah satunya untuk mencegah stunting mulai dari pemberian tambahan gizi untuk ibu hamil hingga bantuan khusus bagi balita yang terindikasi mengalami stunting,” terangnya.

Mantan Menteri Sosial itu juga berkomitmen bahwa penyaluran x
zakat produktif bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan beasiswa di Jatim lewat satu keluarga satu sarjana (SKSS).

“Ini adalah harapan baru bagi yang tadinya tidak berpengharapan, misalnya tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, kemudian mereka bisa mendapatkan beasiswa karena target satu keluarga satu sarjana. Semoga seluruh ikhtiar ini bisa memutus mata rantai kemiskinan di keluarga masing-masing sekaligus meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Jawa Timur,” tutupnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.