Silakwil ICMI Jatim Bahas Transformasi Kepemimpinan Nasional

waktu baca 6 menit
Ulul Albab (kiri) saat menjadi pembimbing umrah.

Oleh Ulul Albab
Ketua ICMI Orwil Jatim

KEMPALAN: Silaturrahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) ICMI Orwil Jatim insyaalloh akan berlangsung pada tanggal 11-12 Maret 2023. Hari pertama, tanggal 11 Maret 2023, akan diselenggarakan di PrimeBiz Hotel, jalan Injoko Surabaya. Pada hari pertama ini agendanya adalah “Leadership Camp”, yaitu pelatihan kepemimpinan bagi pengurus baru dan anggota baru, baik yang berasal dari Organisasi Wilayah (Orwil) maupun dari Organisasi Daerah (Orda) ICMI dari kabupaten kota di seluruh wilayah Jatim.

Leadership Camp adalah salah satu program berkala ICMI untuk memberikan pelayanan kepada para kader, untuk meningkatkan kualitas diri dalam berorganisasi, berjejaring, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan di era serba digital. Program ini diselengarakan mulai dari tingkat pusat (ICMI Pusat) hingga di tingkat wilayah (ICMI Wilayah) di seluruh Indonesia.

Para instruktur dan narasumber Leadership Camp sebagian merupakan tokoh-tokoh senior ICMI, sebagian lagi diambil dari para pakar dan profesional dalam bidangnya, baik dari unsur perguruan tinggi, pemerintahan, maupun dari kalangan pengusaha dan ormas.

Target dari program Leadership Camp adalah menyebarnya kemampuan leadership para aktivis ICMI di seluruh tingkatan, yang dengan demikian diharapkan pengelolaan organisasi ICMI menjadi lebih modern, responsif, profesional, inspiratif dan transformatif, di era perubahan yang sangat dinamis.

Disamping itu, dan ini yang sangat penting, Leadership Camp dimaksudkan secara khusus untuk menciptakan kader-kader ICMI yang berkualitas, baik dalam bidang imtaq (iman dan taqwa) maupun iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi). Kader-kader cendekia yang memenuhi kualifikasi sebagai “Ulil Albab” dan “Ibadur-Rohman”.

Perihal apa itu “Ulil Albab” dan “Ibadur-Rohman” insyaalloh akan disampaikan dalam bahasan tersendiri. Insyaalloh akan saya kupas agak dalam, karena memang target dan sasaran utama ICMI adalah menghasilkan insan2 cendekia yang memenuhi kreteria sebagai “Ulil Albab” dan “Ibadur-Rahman”, yang kelak dipanggil Allah dengan panggilan mesra, yaitu “Yaa Ayyuhan Nafsul Muthmainnah”. Sebagaimana dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Al-Qur’anul Karim.

Disamping agenda Leadership Camp, hari pertama juga diisi dengan agenda rapat dan sidang internal, membahas dan memantapkan rencana program kerja setahun yang akan datang. Bahkan rangkaian rapat-rapat sudah dilakukan beberapa minggu sebelumnya hingga hari pertama silakwil. Agenda hari pertama ini akan diakhiri dengan Gala Dinner, atau jamuan makan malam, bersama walikota Surabaya.

Hari Kedua Silakwil

Hari kedua, tanggal 12 maret 2023, akan diselenggarakan di gedung Bank Jatim, jalan Basuki Rahmad Surabaya. Di hari kedua ini, disamping ada agenda utama, yaitu laporan kegiatan tahunan, dan presentasi rencana program kerja setahun ke depan, yang akan disampaikan langsung oleh ketua ICMI Orwil Jatim. Juga akan ada sambutan Ketua ICMI Pusat dan sambutan Gubernur Jatim.

Sesi kedua di hari kedua akan dilaksanakan simposium, dengan membahas dua topik bahasan sekaligus. Yaitu berkaitan dengan pengembangan ekonomi syariah dan ekosistem halal, juga berkaitan dengan transformasi kepemimpinan. Dua topik bahasan yang sama-sama menariknya ini akan dilaksanakan secara panel. Karena itu insyaalloh forumnya menjadi sangat seru dan menarik. Apalagi narasumbernya dari tokoh-tokoh ICMI berkaliber regional dan nasional.

Agenda simposium di hari kedua silakwil terbuka untuk umum. Terbuka bagi siapa saja yang tertarik dan berkenan menyumbangkan pemikiran, khususnya gagasan briliant untuk mendorong terwujudnya pemerintahan yang Good Governance, bersih, berwibawa, dan bebas korupsi. Termasuk juga terwujudnya sistem ekonomi dan bisnis yang sehat, jujur, mengadvokasi pelaku bisnis yang lemah, mensejahterakan, menumbuh kembangkan pola kemitraan yang saling menguntungkan, bukan saling menjatuhkan, dan tentu saja yang berbasis syariah.

Tahun Politik

Yang menarik adalah, silakwil ICMI Jatim diselenggarakan di tahun ini, yang kita semua menyebutnya sebagai tahun politik. Tahun persiapan pesta demokrasi untuk Pemilu 2024. Yaitu pemilu untuk memilih presiden, anggota DPR/MPR di tingkat nasional, dan angota DPRD di tingkat daerah di seluruh wilayah Indonesia, yang dilakukan secara serentak.

Lebih menarik lagi karena Jawa Timur saat ini sedang menjadi perbincangan serius oleh kalangan politisi, terutama berkaitan dengan persiapan pinang meminang calon presiden dan calon wakil presiden.

Sementara ini di masyarakat sedang berkembang teori yang menyatakan bahwa barometer kemenangan peilihan presiden di tahun 2024 antara lain adalah jawa timur. Dikatakan bahwa, siapa yang menguasai Jawa Timur bakal memenangi persaingan dalam pilpres.

Teori ini bahkan menjelaskan lebih rinci dan detail bagaimana potensi jawa timur sangat penting. Baik dilihat dari perspektif kuatnya pengaruh ormas tertentu, maupun dari perspektif tingginya popularitas dan elektabilitas gubernur jawa timur saat ini. Dan seterusnya, dan seterusnya. Pokoknya makin dibaca dan makin didiskusikan makin menarik saja … hehehe.

Maka ketika silakwil ICMI jatim diselenggarakan di tahun ini, dimana salah satu agendanya adalah pidato sambutan Gubernur Jawa Timur, dan diperkirakan tokoh-tokoh nasional dari Jakarta akan banyak hadir di forum terebut, menjadilah momen silakwil ICMI jatim perbincangan menarik. Selalu saja ada yang menduga bahwa silakwil ICMI Jatim tahun ini kental nuansa politiknya.

Saking serunya rasan-rasan tentang kentalnya atmosfir politik di silakwil ICMI Jatim tahun ini, sampai-sampai teman-teman dari Bank Jatim merasa ketar-ketir. Dalam beberapa kesempatan rapat-rapat koordinasi persiapan pelasanaan silakwil, teman-teman dari Bank Jatim sempat mempertanyakan hal tersebut kepada saya secara langsung dalam rapat terbatas. Bahkan mereka berpesan khusus kepada saya agar jangan sampai ada statement atau deklarasi politik di forum silakwil tersebut.

Kekhawatiran teman-teman Bank Jatim memang beralasan. Karena lokasi silakwil memang diadakan di hall Bank Jatim. Dan bank jatim adalah lembaga bisnis umum yang tidak boleh kelihatan membela atau condong pada kandidat tertentu dalam pemilu, juga dalam pilpres.

Saya sampaikan kepada teman-teman Bank Jatim bahwa saya menjamin, insyaalloh tidak akan ada acara deklarasi dukung mendukung kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. Dan itu klir saya sampaikan juga ke panitia, dan sudah disepakati. Karena memang silakwil bukan forum politik.

Bahwa jika nanti dari silakwil muncul pemberitaan di media yang bersinggungan dengan politik dukung mendukung, yang bersumber dari toko-tokoh tertentu yang hadir di silakwil ICMI Jatim, tentu bukan menjadi tanggung jawab dan domain saya maupun panitia. Teman-teman wartawan dan media tentu punya kebebasan untuk bertanya atau memancing-mancing narasumber mereka ke arah yang mereka perlukan.

Karena ICMI Terpanggil

Salah satu topik bahasan simposium ICMI Jatim di hari kedua slakwil memang berkaitan dengan “Transformasi Kepemimpinan Nasional”. Topik ini dipilih dan ditentukan di bulan Desember 2022 tahun lalu di Jakarta. Tepatnya di gedung BRIN (Badan Riset Nasional). Yaitu ketika kami tim delegasi ICMI Jatim mengadakan rapat persiapan awal silakwil sebagai kelanjutan silaknas ICMI Pusat saat itu.

Tak ada agenda khusus dari pemilihan topik tersebut. Kami hanya merasa terpanggil bahwa ICMI harus terus istiqomah menebar kemaslahatan ummat dan bangsa, terutama d tahun politik. Karena kami berkeyakinan bahwa di tahun politik, pikiran dan perasaan serta sikap ummat sangat berpotensi untuk dipermaikan, diaduk-aduk, dan digaduhkan, oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan politik jangka pendek mereka. Bahkan ummat bisa dipecah belah. Bermushan antara satu dengan yang lain. Hingga berkepanjangan, dan melebar kemana-mana.

Maka di bagian akhir tulisan ini ingin saya sampaikan, bahwa ICMI Jatim sangat berkepentingan untuk terlibat langsung dan berkontribusi secara positif dalam mempersiapkan iklim yang sehat, suasana yang kondusif, akses yang bebas dan terbuka bagi warga bangsa untuk secara mandiri dan bertanggung jawab menentukan pilihannya sendiri sesuai dengan kata hati mereka masing-masing.

Tentu saja untuk terciptanya hal tersebut mereka harus diedukasi secara cerdik, agar pilihan politik mereka benar-benar pilihan terbaik (baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan masyarakat sekitarnya, bagi bangsanya, juga bagi negaranya).

Dengan ini, maka kami undang anda para pembaca untuk menjadi bagian penting dalam forum simposium tersebut. Mari kita bersama-sama berkontribusi dalam menebar kemaslahatan. Bersama mengembangkan wacana yang inspiratif dan transformatif.

Salam Cendekia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *