BANDUNG-KEMPALAN: Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares mempertanyakan terkait tidak adanya kuota untuk suporter tandang pada laga Persib melawan PSM Makassar.
Laga seru akan tersaji di pekan ke-24 Liga 1 musim 2022-2023. Dua klub papan atas, PSM Makassar dengan Persib Bandung akan saling berhadapan di Stadion Pakansari, Bogor, pada hari Selasa (14/2) sore WIB.
Pada laga melawan Persib Bandung ini, The Macz Man dan Laskar ayam Jantan, sebutan untuk suporter PSM Makassar, dipastikan tak akan bisa hadir karena tak adanya kuota untuk pendukung klub tandang.
Menurut Media Officer Persib Bandung, Jatnika Sadili, larangan ini merupakan imbas dari bentrok antara Bobotoh dengan suporter PSS Sleman pada Minggu (5/2) lalu.
“Untuk menghindari bentrok dengan suporter tim tamu seperti insiden vs PSS Sleman beberapa waktu yang lalu.” kata Jatnika.
Larangan tersebut kemudian dipertanyakan oleh Bernardo Tavares. Pelatih kepala PSM Makassar itu mempertanyakan apa alasan suporter tim tamu tidak diberikan izin hadir di Stadion Pakansari.
“Saya ingin bertanya yang dimana suporter-suporter saya juga bertanya, pertanyaan tersebut dari suporter-suporter PSM Makassar yang menanyakan kepada saya, kenapa kita tidak bisa menyaksikan pertandingan laga Persib melawan PSM?” kata Bernardo Tavares.
Bernardo sangat merasa aneh dengan larangan tersebut, apalagi menurutnya suporter PSM Makassar tidak pernah membuat masalah kepada kelompok suporter lain.
“Saat ini saya tidak tau dan makanya saya angkat disini, setahu saya kita tidak pernah membuat masalah kepada suporter-suporter lain pada saat suporter Persib datang ke parepare, mereka dilayani dengan baik, mereka disambut dengan baik dan ini adalah fakta.” tambahnya.
Bernardo Tavares sangat menyayangkan pelarangan tersebut. Pelatih asal portugal itu merasa perlakuan yang diterima suporter timnya sangat tidak adil.
Apalagi, menurut Bernardo dukungan suporter sangat penting karena selalu memberikan energi ekstra kepada anak asuhnya selama bertanding.
“Saya kira indonesia bukan seperti di korea utara sana yang mana tidak menginginkan suporter lain masuk ke stadion tuan rumah, pada saat saya bekerja di satu negara dan harus bertandang ke korea utara, saya bisa melihat 100 ribu suporter lawan dan kita hanya pemain dan staff.” tambah pelatih berusia 42 tahun itu.
“Indonesia bukan seperti ini dan tolong jelaskan kepada saya, kepada suporter-suporter kita, selama ini mereka berbuat baik, memberikan pelayanan-pelayanan baik kepada suporter lain, namun kita diperlakukan seperti ini.” tambah Pelatih Kepala PSM Makassar
“Kita bermain di Parepare dan kita mendapatkan poin-poin tersebut dan disini kita bisa lihat hasil-hasil yang kita dapatkan dari energi suporter-suporter yang datang mendukung kita.” lanjut Tavares
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi