JAKARTA-KEMPALAN: Laga PSIS Semarang melawan Persebaya dipastikan bakal ditunda. Puluhan Bonek yang sudah terlanjur tiba di Semarang terpaksa pulang dengan hati kecewa.
Laga pekan ke-22 Liga 1 musim 2022-2023 antara Persebaya melawan PSIS Semarang yang direncanakan berlangsung di Stadion Jatidiri, pada Rabu (8/2) sore, dipastikan batal.
Kepastian penundaan itu disampaikan langsung PSIS lewat situs resminya. Pihak panitia penyelenggara (panpel) mengatakan bahwa laga tersebut terpaksa ditunda karena tidak mendapatkan izin menggelar dari pihak keamanan.
“Pertandingan PSIS menghadapi Persebaya yang seharusnya digelar besok Rabu ditunda karena terkait dengan keamanan” kata Ketua Panpel PSIS, Danur Rispriyanto.
Penundaan laga ini membuat kecewa puluhan Bonek mania yang telah terlanjur datang jauh-jauh ke Kota Semarang untuk menonton Persebaya.
Salah satu Bonok, Toyib (20) mengaku bahwa dirinya bersama rombonganya yang berjumlah sekitar 50 orang berangkat dari Surabaya naik truk pada Selasa sekira pukul 10.00. Dia juga mengaku tak tahu bila laga Persebaya batal digelar.
“(Sampai di Semarang ) tadi jam 3 siang, rencana mau lihat Persebaya di Stadion Jatidiri.” kata Toyib, dikutip dari tribun.
“Belum tahu, pas habis dari sini baru tahu (terkait penundaan laga),” tambahnya.
Toyib mengatakan bahwa kedatangannya ke Semarang murni karena ingin memberikan dukungan pada Persebaya saat melawan PSIS Semarang,
“(Datang ke Semarang) karena jadwal Persebaya, mengawal kebanggaan.” kata Toyib.
Toyib juga mengaku kecewa atas penundaan laga Persebaya vs PSIS, pasalnya dirinya sudah datang jauh-jauh dari Surabaya naik truk.
“Kecewa, main di Sleman dulu ya udah ada yang berangkat nggak jadi main ditunda ya anak-anak pulang semua. Harapannya ya main besok kan sudah jauh jauh dari surabaya ke sini.” kata Toyib.
Saat ini, puluhan Bonek Mania itu sedang berada di SPBU Jalan Arteri Yos Sudarso. Mereka tampak tidur dan beristirahat di rest area SPBU sambil membentangkan spanduk Bonek Mania.
Selama menetap di SPBU, Toyib mengatakan bahwa mereka sempat didatangi oleh polisi. Dirinya mengaku bahwa pihak kepolisian sudah memberi izin untuk menetap di SPBU selama satu hari.
“Iya (didatangi polisi) disuruh pulang, tapi nunggu besok, sementara tidur di sini dulu, Tadi anak-anak lagi tidur di sini polisinya datang, dibilangin iya enggak apa-apa disini.” jelasnya.
(*) Edwin Fatahuddin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi