Memang partai-partai koalisi sudah menyatakan dukungan pada Anwar. Termasuk di depan raja. Harusnya tidak perlu lagi voting di DPR. Secara hukum Anwar sudah sah.
“Saya tidak mau jabatan saya hanya sah secara hukum,” kata Anwar seperti dikutip banyak media di sana. Ia ingin mendapat kepercayaan dari rakyat.
Bagaimana kalau kalah? Bukankah manuver politik kini lagi kumat di sana? Termasuk lewat politik identitas?
Misalnya Anwar dituduh anti Islam. Medsos melancarkan tuduhan anti Islam itu sangat kuat. Anwar dinilai tidak layak memimpin Malaysia. Rupanya di Malaysia kian banyak saja yang merasa rambutnya sudah putih. Atau jidatnya sudah berkerut.
Sabah pun bergolak. Sabah merasa jadi anak tiri. Sedang Serawak menjadi anak emas.
Di UMNO mulai terjadi pecat-memecat pengurus.
Sorotan anti Islam itu tambah seru sejak Anwar mengangkat Nga Kor Ming (倪可敏) masuk kabinet.
Nga menjadi menteri perumahan dan pemerintahan lokal. Nga adalah ketua partai Tionghoa, DAP, di negara bagian Perak. Tuduhan pun dilancarkan ke Anwar: DAP akan menguasai pemerintahan lokal.
Nga, 50 tahun, memang suka ceplas-ceplos. Termasuk ketika mengecam wali kota Perak sebagai “Metalic Black” karena warna kulit Indianya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi