Kamis, 7 Mei 2026, pukul : 19:29 WIB
Surabaya
--°C

Anies, Maroko dan Qatar, Belajar dari Kekalahan Spanyol dan Portugal

Hakimi mencetak gol mengantarkan Maroko menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar. Di tengah selebrasi kemenangan, Hakimi menghampiri sang ibu di pinggir stadion. Menyambut kecupan penuh doa dari sang ibu.

“Aku mencintaimu Bu,” ujar Hakimi, diungkapkan kembali kecintaan tersebut melalui sebuah utas di Twitter pribadinya. Selamat jalan bung Messi.

Yang merasa besar dan merasa kuasa tak selalu akan mendapatkan kemenangan, begitulah sejarah mengajarkan. Hanya kesabaran dan keyakinan pertolongan Allah pasti datang serta doa ibu yang tulus, akan mengantarkan seseorang pada kemenangan.

BACA JUGA: Aniestetic

Tahukah kita semua bahwa Spanyol dan Portugal adalah dua bangsa yang pernah menjajah Indonesia.

Sejarah kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol ke Indonesia terjadi pada sekitar abad ke-16 Masehi. Maksud awal dua bangsa Eropa itu ke Nusantara adalah mencari dunia baru penghasil rempah rempah. Namun karena kerakusan dan ketamakannya menguras kekayaan Indonesia, maka mereka mencengkramkan pengaruh kekuasaannya. Portugis di Maluku dan Spanyol di Sulawesi Utara. Konon kabarnya dalam sejarah dicatat Portugis menjajah Pulau Maluku dan Spanyol menjajah Indonesia selama kurang lebih 171 tahun, berawal daru tahun 1521 hingga tahun 1692. Spanyol sendiri hanya menjajah Sulawesi Utara.

Qatar panggung besar piala dunia 2022 menjadi saksi terjungkalnya dua bangsa besar dalam sepak bola. Qatar pun menjadi arena besar bagaimana mengenalkan Islam yang santun, toleran dan “rahmatan lil aalamiin”, yang selama ini dituding oleh kelompok kelompok Islamophobia dan radikal sekuler sebagai agama penuh kekerasan.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.