Abu Muslim bebas pada Maret 2021 usai menjalani hukuman empat tahun di Lapas Nusakambangan.
Abu Muslim tewas, tapi tidak berarti jaringan JAD ikut terkubur. Sel-sel jaringan itu masih tetap hidup dalam jangka yang lama dan sangat mungkin akan aktif kembali dalam situasi yang matang.
Potret Qatar dan potret Astana Anyar ini memantik pertanyaan lama yang pernah diungkapkan oleh Prof. Bernard Lewis, ‘’What Went Wrong?’’, Apa yang Salah dengan Islam dan orang-orang muslim ini?
Bernard Lewis, lahir di Inggris, merupakan Professor di Pusat kajian Timur Dekat, Emeritus Cleveland E. Dogde di Universitas Princeton. Ia telah menulis lebih dari 20 buku mengenai Islam, dan salah satu yang populer adalah ‘’What Went Wrong?’’
BACA JUGA: Gangster
Lewis mempertanyakan mengapa Islam yang pernah jaya dan mempunyai peradaban yang cemerlang berubah menjadi peradaban yang ketinggalan dari Barat. Lewis menganalisis akar sejarah munculnya kebencian terhadap Barat yang mendominasi dunia Islam saat ini dan yang semakin sering diwujudkan dalam berbagai tindakan teror.
Ia mengupas cikal-bakal teologi Islam politik hingga bangkitnya Islam militan di Iran, Mesir, dan Arab Saudi, serta menganalisis dampak dari ajaran Wahabi yang radikal, dan uang hasil minyak Arab terhadap seluruh dunia Islam.
Kebencian terhadap Barat memiliki sejarah yang panjang dan beragam di negara-negara Islam. Kemudian perasaan tersebut diarahkan ke Amerika dalam beberapa dasawarsa terakhir setelah Perang Dunia II.
Tindakan bom bunuh diri yang dalam gerakan Islam disebut sebagai bom syahid, juga fenomena lama. Kekerasan atas nama agama terjadi pada semua agama, bukan hanya Islam. Tetapi, Islam menjadi paling menonjol karena dianggap sebagai pesaing Barat yang Kristen sebagaimana diungkapkan oleh Huntington dalam The ‘’Clash of Civilization’’ atau Benturan Peradaban.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi