Model kolonialisme dan imperialisme yang sama dilakukan terhadap Amerika. Ketika penjelajah Inggris menemukan Amerika mereka serta merta menjadikannya sebagai koloni, tanah jajahan. Keberadaan ratusan ribu suku Indian dengan berbagai kabilah diabaikan dan dianggap tidak ada.
Kolonialis dan imperialis Inggris bahkan melakukan genosida, pembantaian besar-besaran terhadap penduduk asli Amerika. Salah satunya dengan senjata biologi dalam bentuk penyakit menular cacar air. Bagi bangsa Eropa cacar air bukan penyakit mematikan kendati penyakit itu pernah menjadi pagebluk yang mematikan jutaan orang.
BACA JUGA: Rambut Putih Belgia
Bangsa Eropa kemudian mengalami ‘’herd immunity’’ kekebalan kelompok, karena sudah terbiasa menghadapi virus itu. Ketika mereka menjajah Benua Amerika wabah itu mereka bawa dan mereka tularkan kepada pribumi penduduk asli. Ratusan ribu orang tewas di Amerika Utara dan Amerika Selatan akibat wabah itu. Jumlah korban pagebluk jauh lebih besar ketimbang jumlah korban perang melawan invasi orang kulit putih.
Jumlah penduduk asli di Amerika nyaris punah dan sekarang menjadi minoritas sangat kecil. Mereka juga mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dan hak-haknya tidak diakui. Hal yang sama terjadi di Australia. Orang Aborigin yang bertahan hidup menjadi korban diskriminasi sampai sekarang.
Penjajah Inggris melakukan pembersihan etnis melalui program reedukasi. Anak-anak Aborigin diambil paksa dari keluarganya dan dididik dengan model pendidikan Eropa. Cara ini dilakukan untuk menjadikan penduduk asli itu lebih beradab, karena hal itu merupakan kewajiban bangsa kulit putih yang merasa punya peradaban tinggi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi