Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 07:34 WIB
Surabaya
--°C

Inferiority Complex, Pelaku Meme Iriana Jokowi

Sangat jelas. Di poin nomor tiga, berkorelasi langsung dengan “devide et impera” kata Prof Kwartarini. Sisa kampaye Pilpres 2014, berlanjut ke kampanye Pilpres 2019: Politik identitas berbasis agama.

Ustadzah Neno Warisman, berdoa menggelegar di Malam Munajat 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis, 21 Februari 2019. Bukan saja membuat ratusan ribu umat di Monas menangis. Juga masyarakat Indonesia miris, ngeri…

BACA JUGA: Dampak Pribadi Ganda si Kebaya Merah ke Masyarakat

Tentu, Neno disuruh dan mau. Disuruh oleh pencetus politik identitas, demi meraih kekuasaan negara. Politik beridentitas agama, paling efektif di Indonesia, dan tidak (atau belum) dilarang konstitusi.

Buat tokoh yang menyuruh, juga tidak salah. Sah secara hukum.

BACA JUGA  Harakah Bakomubin Jawa Timur tentang Penolakan Normalisasi dan Legalisasi LGBTQ di Indonesia

Psikoanalis Sigmund Freud, dalam karyanya: “The Standard Edition of the Complete Psychological Works of Sigmund Freud” (1999) membedah struktur psikis manusia, ada tiga: Id, Ego, Super-ego.

Id kebutuhan dasar: Makan, minum, pakaian, rumah, dimuliakan oleh masyarakat. Wajib terpenuhi. Super-ego berperan kritis (mikir) berdasar moralitas, normal sosial atau hukum. Ego menengahi hasrat Id berperang melawan Super-ego.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.